
“Kamu kenapa? Kenapa mukamu pucat seperti itu? Apa kamu
sakit?” Tanya Davide yang khawatir dengan wajah pucat Citrinia. “Aku tidak
apa-apa, hanya saja tadi aku terlalu memaksakan diri menunjukan kekuatan ke-5
benda pusaka” Jawab Citrinia dengan senyum namun wajahnya pucat.
Davide menghelakan nafasnya lalu membelai rambut Citrinia,
dan Citrinia hanya tersenyum. Mereka kembali hanya saja tidak menggunakan
portal, mereka menggunakan mobil yang baru Davide kirim menggunakan kekuatan
sihirnya. Mengingat keadaan Citrinia yang kelelahan menggunakan sihir
dalam jumlah yang besar akan
membahayakan diri Citirinia. “Masuklah, aku yang akan mengemudi kamu bisa
beristirahat” Ucap Davide sambil membukakan pintu depan sebelah tempat duduk
pengemudi. Citrinia masuk kedalam mobil dan duduk.
Saat Davide sudah berada di tempat duduk dan menggunakan
sabuk pengaman, mata menjadi terbuka lebar-lebar. “Davide kamu bisa mengemudi?
Belajar dari mana, kapan sama siapa!?” Tanya Citrinia yang teringat bahwa
Davide adalah seseorang yang berasal dari dunia lain.
“Tenanglah aku bisa mengendarai mobil kok” Balas davide
dengan mengedipkan salah satu matanya dan dengan senyum rupawannya. “Kalau
begitu kamu belajar dari mana!?” Tanya Citrinia lagi kepada Davide. “Rahasia”
Balas Davide dengan meletakan ujung jari telunjuknya di bibirnya.
Citrinia hanya bisa pasrah dan percaya kepada Davide, bahwa
ia bisa mengendarai mobil. Saat memulai perjalanan Citrinia tidak bisa tenang,
apa lagi saat Davide menginjakan gas dan mulai perjalanan, jantung Citrinia
berdekup sangat kencang sampai Citrinia sendiri dapat mendengar suara dentuman
jantungnya itu.
Namun kecemasaan Citrinia tidak diperlukan lagi, ternyata
Davide sangat handal dalam mengendarai mobil. “Bagaimana? Apa Rina puas dengan
ini?” Tanya Davide kepada Citrinia “Hal kecil seperti ini apa yang perlu
dibanggakan?” Balas Citrinia dengan dinginya “Apa kamu tidak pernah berpacaran?
Tidak, apa kamu tidak pernah berteman? Ssetidaknya berikan akspresiasi walau
sedikit” Tanya Davide yang bingun dengan sikap Citrinia yang begitu dingin.
“Pacar? Tidak, aku tidak pernah berpacaran. Teman? Apa Ben
termasuk? Sepertinya tidak aku hanya membantunya saat dia masih kecil karena
dia seorang yatimpiatu, dan dai hanya membalas budi seumur hidup. Bahkan aku
pernah mengusirnya, tapi dia muncul sebagai bawahanku yang dikirim oleh ayahku”
Balas Citrinia sambil memikirkan apakah ada seseorang yang pernah dianggapnya
sebagai teman.
“Sudahlah, tidak usah dibicarakan lagi. Omong-omong soal
arites mons, bagaimana kamu akan menghadapinya?” Tanya Davide yang teringat
soal monster yang sedang mereka hadapi. “Entahlah, aku berfikir saat Dewa mengayunkan
tangannya dan semua sihir hitam kembali. Apakah sihir hitam hanya berbentuk
sementara waktu dan dapat dikembalikan ke asalnya” Balas Citrinia sambil
__ADS_1
melihat kearah luar jendela mobil.
“Mungkin kita bisa kembali dulu ke crystal world? Pengetahuan
sihir disana leboh luar dan lebih mendalam” Saran dari Davide. “Percuma saja,
sihir di bumi dan crystal world berbeda. Dasarnya memang sama namun perbedaan
sedikit saja tetap saja berbeda” Balas Citrinia.
“Lalu kita harus gimana? Kamu udah janji dengan koloni
Arietes, bisa kacau bila kamu tidak menepati janji itu”
“Aku tahu, pengetahuan sihir dibumi sangatlah dangkal.
Bahkan sebagian besar penduduk bumi beranggapan bahwa sihir hanyalah dongen
untuk anak-anak”
“Hah, lebih baik kita kembali dulu saja” Ucap Davide, lalu
dia menaikan kecepatan mobil, beberapa menit kemudia mereka sudah sampai di
basecamp yang merupakan rumah milik Citrinia.
“Hah, aku sudah cukup beristirahat selama perjalanan. Davide
kamu beristirahatlah aku akan menyiapkan makanan lalu kita pelajari lagi
tentang sihir hitam serta arietes mons” Ujar Citrinia, sambil keluar dari
mobil, lalu masuk kerumahnya. Begitu juga dengan Davide yang keluar dari mobil
dan memasuki rumah.
Sesuai dengan kata Citrinia sekarang Davide beristirahat
sambil menikmati seduhan teh hangat digenggamannya dan Citrinia yang sedang
memasak untuk makan malam bersamanya. “Mama dan papa tidak akan makan malam
dirumah, dan untuk beberapa hari mereka tidak akan pulang” Ujar Citrinia.
monster, memangnya gak ada monster lain di luar sana?” Tanya Davide yang
penasaran.
“Tentu saja ada hanya saja monster itu ditangani oleh orang
tuaku, mereka mengehentikan penyebaran dan pengembang biakan monster tapi tidak
bisa membasminya. Serta mereka mengamankan masyarakat” Balas Citrinia yang
masih sibuk memegang alat masak.
Setelah kirang lebih 30 menit berlalu Citrinia selesai
memasak dan sudah siap untuk disantap. “Makanan sudah siap” Ujar Citrinia yang
diikuti dengan kemunculan Davide di meja makan.
Mereka makan malam bersama tanpa kedua orang tua Citrinia,
“Huwa makanan masakanmu sangatlah enak!” Puji Davide sambil terus makan dengan
begitu lahap.
“Baguslah, aku sempat takut akan keasinan” Balas Citrinia
“Emmmm, sangat enak, Citrinia memang seorang wanita idaman seluruh pria.
Pintar, cantik, dan kekuatan yang luar biasa serta latar belakang keluarga yang
mencolok dan pintar memasak. Kecuali sikap acuh tak acuhnya yang terkadang
muncul” Ujar Davide yang masih terus menyantap makanan didepannya.
“Sikap acuh tak acuhku, bukankah menjadikan daya tarik? Daya
tarik terbesarku, serta rasa kemisteriusan saat baru mengenal adalah daya
tarikku” Balas Citrinia dengan senyum
__ADS_1
semanis madu. Davide menanggapinya dengan tawa, makan malam mereka berlangsung
dengan kegembiraan dan canda tawa diantara mereka berdua.
Setelah selesai makann malam mereka kembali bekerja mencari
tahu, apakah sihir hitam bisa dikembalikan semula atau hanya bisa dihentikan
penyebaranya. Tapi denga keadaan sihir dibumi tidak ada satupun data yang bisa
membantu mereka saat ini.
“HAAAAAAH, sama sekali tidak ada data!” Keluh Citrinia yang
melemparkan dirinya kesofa. Dan Davide yang duduk sambil mengacak-acak
rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kasar. “Sudah 4 jam lebih tapi tidak ada
data sama sekali!” keluh Davide.
“AKH Tunggu, dari pada mencari infromasi bgaimana dengan
membuktikan pendapat?”
“Maksud Rina, membuktikan bahwa sihir hitam dapat
dikembalikan? Bagaimana caranya?”
Citrinia melihat sekitar, dia melihat sebuah toples kosong
dan mengambilnya lalu menunjukannya pada Davide. Davide masih tidak mengerti
jalur pikiran Citrinia, Davide menaikan salah satu alisnya, menandakan dia
tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Citrinia.
“Cobalah kamu untuk menyelimuti toples ini menggunakan sihir
hitam lalu menarik sihir tersebut kembali kepadamu” Ujar Citrinia, yang membuat
Davide mengerti dan segera melakukan apa yang diminta Citrinia.
Davide menyelimuti toples tersebut dengan sihir hitam lalu
mencoba untuk mnarik sihir hitam tersebut kembali kepadanya, dan hasilnya
berhasil, tidak ada sisa maupun bekas sihir hitam ditoples tesebut.
“Itu berhasil! Tapi toples itu hany dilapisi dia tidak
terkontaminasi oleh sihir hitam” Ujar Davide. Citrinia pergi kedapur mengambil
seikat sayur lalu kembali keruangan dan menunjukanya pada Daviede.
“Cobalah untuk membuatnya terkontaminasi lalu tarik sihir
hitam tersebut” Ucap Citrinia yang segera dilaksanakan oleh Davide.
Hasilnya adalah berhasil, sayurang yang terkontaminasi
berhasil dipulihkan dan timbulah pertanyaan baru. “Seekarang sudah dibuktikan
bahwa sihir hitam dapat ditarik, tapi apakah bisa ditarik bukan oleh pembuatnya
melainkan pihak ketiga?” Tanya Davide yang menimbulkan pertanyaan baru.
Mereka kembali mencoba menggunakan sayuran yang tadi mereka
gunakan hanya saja sekarang Citrinia yang mengkontaminasi dan Davide yang
mencoba untuk menariknya kembali dari sayurang tersebut.
Memang sedikit lebih sulit dari yang dibayangkan namun
mereka berhasil. Sihir hitam bersifat sementara dan dapat dipulihkan tanpa
harus membasmi sihir tersebut.
“kita seharusnya senang akan berita baik ini, namun ada
misteri baru. Apakah kita bisa mengembalikan sihir hitam dengan sekala yang
besar, sangat besar?” Ujar Citrinia yang berpikir spesifik untuk hal ini.
__ADS_1