Journey To Another World

Journey To Another World
#31


__ADS_3

“Kamu kenapa? Kenapa mukamu pucat seperti itu? Apa kamu


sakit?” Tanya Davide yang khawatir dengan wajah pucat Citrinia. “Aku tidak


apa-apa, hanya saja tadi aku terlalu memaksakan diri menunjukan kekuatan ke-5


benda pusaka” Jawab Citrinia dengan senyum namun wajahnya pucat.


Davide menghelakan nafasnya lalu membelai rambut Citrinia,


dan Citrinia hanya tersenyum. Mereka kembali hanya saja tidak menggunakan


portal, mereka menggunakan mobil yang baru Davide kirim menggunakan kekuatan


sihirnya. Mengingat keadaan Citrinia yang kelelahan menggunakan sihir


dalam  jumlah yang besar akan


membahayakan diri Citirinia. “Masuklah, aku yang akan mengemudi kamu bisa


beristirahat” Ucap Davide sambil membukakan pintu depan sebelah tempat duduk


pengemudi. Citrinia masuk kedalam mobil dan duduk.


Saat Davide sudah berada di tempat duduk dan menggunakan


sabuk pengaman, mata menjadi terbuka lebar-lebar. “Davide kamu bisa mengemudi?


Belajar dari mana, kapan sama siapa!?” Tanya Citrinia yang teringat bahwa


Davide adalah seseorang yang berasal dari dunia lain.


“Tenanglah aku bisa mengendarai mobil kok” Balas davide


dengan mengedipkan salah satu matanya dan dengan senyum rupawannya. “Kalau


begitu kamu belajar dari mana!?” Tanya Citrinia lagi kepada Davide. “Rahasia”


Balas Davide dengan meletakan ujung jari telunjuknya di bibirnya.


Citrinia hanya bisa pasrah dan percaya kepada Davide, bahwa


ia bisa mengendarai mobil. Saat memulai perjalanan Citrinia tidak bisa tenang,


apa lagi saat Davide menginjakan gas dan mulai perjalanan, jantung Citrinia


berdekup sangat kencang sampai Citrinia sendiri dapat mendengar suara dentuman


jantungnya itu.


Namun kecemasaan Citrinia tidak diperlukan lagi, ternyata


Davide sangat handal dalam mengendarai mobil. “Bagaimana? Apa Rina puas dengan


ini?” Tanya Davide kepada Citrinia “Hal kecil seperti ini apa yang perlu


dibanggakan?” Balas Citrinia dengan dinginya “Apa kamu tidak pernah berpacaran?


Tidak, apa kamu tidak pernah berteman? Ssetidaknya berikan akspresiasi walau


sedikit” Tanya Davide yang bingun dengan sikap Citrinia yang begitu dingin.


“Pacar? Tidak, aku tidak pernah berpacaran. Teman? Apa Ben


termasuk? Sepertinya tidak aku hanya membantunya saat dia masih kecil karena


dia seorang yatimpiatu, dan dai hanya membalas budi seumur hidup. Bahkan aku


pernah mengusirnya, tapi dia muncul sebagai bawahanku yang dikirim oleh ayahku”


Balas Citrinia sambil memikirkan apakah ada seseorang yang pernah dianggapnya


sebagai teman.


“Sudahlah, tidak usah dibicarakan lagi. Omong-omong soal


arites mons, bagaimana kamu akan menghadapinya?” Tanya Davide yang teringat


soal monster yang sedang mereka hadapi. “Entahlah, aku berfikir saat Dewa mengayunkan


tangannya dan semua sihir hitam kembali. Apakah sihir hitam hanya berbentuk


sementara waktu dan dapat dikembalikan ke asalnya” Balas Citrinia sambil

__ADS_1


melihat kearah luar jendela mobil.


“Mungkin kita bisa kembali dulu ke crystal world? Pengetahuan


sihir disana leboh luar dan lebih mendalam” Saran dari Davide. “Percuma saja,


sihir di bumi dan crystal world berbeda. Dasarnya memang sama namun perbedaan


sedikit saja tetap saja berbeda” Balas Citrinia.


“Lalu kita harus gimana? Kamu udah janji dengan koloni


Arietes, bisa kacau bila kamu tidak menepati janji itu”


“Aku tahu, pengetahuan sihir dibumi sangatlah dangkal.


Bahkan sebagian besar penduduk bumi beranggapan bahwa sihir hanyalah dongen


untuk anak-anak”


“Hah, lebih baik kita kembali dulu saja” Ucap Davide, lalu


dia menaikan kecepatan mobil, beberapa menit kemudia mereka sudah sampai di


basecamp yang merupakan rumah milik Citrinia.


“Hah, aku sudah cukup beristirahat selama perjalanan. Davide


kamu beristirahatlah aku akan menyiapkan makanan lalu kita pelajari lagi


tentang sihir hitam serta arietes mons” Ujar Citrinia, sambil keluar dari


mobil, lalu masuk kerumahnya. Begitu juga dengan Davide yang keluar dari mobil


dan memasuki rumah.


Sesuai dengan kata Citrinia sekarang Davide beristirahat


sambil menikmati seduhan teh hangat digenggamannya dan Citrinia yang sedang


memasak untuk makan malam bersamanya. “Mama dan papa tidak akan makan malam


dirumah, dan untuk beberapa hari mereka tidak akan pulang” Ujar Citrinia.


monster, memangnya gak ada monster lain di luar sana?” Tanya Davide yang


penasaran.


“Tentu saja ada hanya saja monster itu ditangani oleh orang


tuaku, mereka mengehentikan penyebaran dan pengembang biakan monster tapi tidak


bisa membasminya. Serta mereka mengamankan masyarakat” Balas Citrinia yang


masih sibuk memegang alat masak.


Setelah kirang lebih 30 menit berlalu Citrinia selesai


memasak dan sudah siap untuk disantap. “Makanan sudah siap” Ujar Citrinia yang


diikuti dengan kemunculan Davide di meja makan.


Mereka makan malam bersama tanpa kedua orang tua Citrinia,


“Huwa makanan masakanmu sangatlah enak!” Puji Davide sambil terus makan dengan


begitu lahap.


“Baguslah, aku sempat takut akan keasinan” Balas Citrinia


“Emmmm, sangat enak, Citrinia memang seorang wanita idaman seluruh pria.


Pintar, cantik, dan kekuatan yang luar biasa serta latar belakang keluarga yang


mencolok dan pintar memasak. Kecuali sikap acuh tak acuhnya yang terkadang


muncul” Ujar Davide yang masih terus menyantap makanan didepannya.


“Sikap acuh tak acuhku, bukankah menjadikan daya tarik? Daya


tarik terbesarku, serta rasa kemisteriusan saat baru mengenal adalah daya


tarikku” Balas  Citrinia dengan senyum

__ADS_1


semanis madu. Davide menanggapinya dengan tawa, makan malam mereka berlangsung


dengan kegembiraan dan canda tawa diantara mereka berdua.


Setelah selesai makann malam mereka kembali bekerja mencari


tahu, apakah sihir hitam bisa dikembalikan semula atau hanya bisa dihentikan


penyebaranya. Tapi denga keadaan sihir dibumi tidak ada satupun data yang bisa


membantu mereka saat ini.


“HAAAAAAH, sama sekali tidak ada data!” Keluh Citrinia yang


melemparkan dirinya kesofa. Dan Davide yang duduk sambil mengacak-acak


rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kasar. “Sudah 4 jam lebih tapi tidak ada


data sama sekali!” keluh Davide.


“AKH Tunggu, dari pada mencari infromasi bgaimana dengan


membuktikan pendapat?”


“Maksud Rina, membuktikan bahwa sihir hitam dapat


dikembalikan? Bagaimana caranya?”


Citrinia melihat sekitar, dia melihat sebuah toples kosong


dan mengambilnya lalu menunjukannya pada Davide. Davide masih tidak mengerti


jalur pikiran Citrinia, Davide menaikan salah satu alisnya, menandakan dia


tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Citrinia.


“Cobalah kamu untuk menyelimuti toples ini menggunakan sihir


hitam lalu menarik sihir tersebut kembali kepadamu” Ujar Citrinia, yang membuat


Davide mengerti dan segera melakukan apa yang diminta Citrinia.


Davide menyelimuti toples tersebut dengan sihir hitam lalu


mencoba untuk mnarik sihir hitam tersebut kembali kepadanya, dan hasilnya


berhasil, tidak ada sisa maupun bekas sihir hitam ditoples tesebut.


“Itu berhasil! Tapi toples itu hany dilapisi dia tidak


terkontaminasi oleh sihir hitam” Ujar Davide. Citrinia pergi kedapur mengambil


seikat sayur lalu kembali keruangan dan menunjukanya pada Daviede.


“Cobalah untuk membuatnya terkontaminasi lalu tarik sihir


hitam tersebut” Ucap Citrinia yang segera dilaksanakan oleh Davide.


Hasilnya adalah berhasil, sayurang yang terkontaminasi


berhasil dipulihkan dan timbulah pertanyaan baru. “Seekarang sudah dibuktikan


bahwa sihir hitam dapat ditarik, tapi apakah bisa ditarik bukan oleh pembuatnya


melainkan pihak ketiga?” Tanya Davide yang menimbulkan pertanyaan baru.


Mereka kembali mencoba menggunakan sayuran yang tadi mereka


gunakan hanya saja sekarang Citrinia yang mengkontaminasi dan Davide yang


mencoba untuk menariknya kembali dari sayurang tersebut.


Memang sedikit lebih sulit dari yang dibayangkan namun


mereka berhasil. Sihir hitam bersifat sementara dan dapat dipulihkan tanpa


harus membasmi sihir tersebut.


“kita seharusnya senang akan berita baik ini, namun ada


misteri baru. Apakah kita bisa mengembalikan sihir hitam dengan sekala yang


besar, sangat besar?” Ujar Citrinia yang berpikir spesifik untuk hal ini.

__ADS_1


__ADS_2