
Saat kami datang menemui Pangeran Syetna diruangan
kerjanya banyak terjadi hal yang diluar dugaan. “Jadi Deolinda sudah menguasai
Emerlad Stone milik Keyna begitu?” Entah mengapa rasanya seperti Pangeran
Syetna membenciku yang telah menguasai Emerlad Stone. “Benar begitu, maaf atas
kelancangan saya, namun saya terpaksa juga melakukanya” Benar cara inilah yang
paling aman untuk sementara waktu. “Mohon toleransinya Pangeran, inilah cara
yang paling aman. Dan kami kemari untuk memberi kabar dan pamit undur diri dari
Negri Keyna” dari cara bicara Davide nampak dia ingin untuk sesegera mungkin
meninggalkan Negri Keyna.
“Jadi maksudmu, ingin kabur sambil membawa benda
pusaka milik Keyna” Aku tahu dia seakan-akan berusaha memprovakasi kami. “Bukan
seperti itu, kami harus melindungi Ventum Stone!” Davide semakin marah dengan
sikap yang ditunjukan Pangeran. “Sudah mengambil Emerlad Stone, mau kabur, dan
marah-marah. Aku tidak percaya Puteri negri Kristal dan Pangeran Kanaelt
seperti ini” benar tujuanya adalah memprovakasi kami, tapi mengapa, apa
tujuanya?
“Pangeran! Apa maksud perkataan anda, bukankah itu
tidak sopan untuk membawa nama Negri kami? Kami bertujuan untuk melindungi
Crystal World dari malapetaka. Kenapa anda begitu keras kepala?” tanpa sadar,
sikap terus terang akan kekecewaan saat menjadi Citrinia terbawa kesini. “Tidak
Sopan! Kembalikan Emerlad...... “ Sebelum Pangeran Syetna selesai bicara, sudah
ada yang memotong pembicaraanya, dia adalah Raja Keyna.
“Syetna! Kamulah yang tidak sopan, mereka kemari dengan
tujuan yang mulia, ingatlah kamu sedang bicara dengan siapa! Heroes, Elected
dan Fice Forces!” Entahlah perkataan Sang Raja memang memojokan Pangeran
Syetna. Tapi kenapa keistimewaan kami dibawa-bawa? “Papa, mereka mengambil
Emerlad Stone! Seharusnya hanya aku yang bisa menguasainya!” Ternyata dia iri
dengan kekuatan seorang elected, dan Five Forces. “Dasar, maafkan kelakuan anak
ini para Heroes. Saya teramat senang benda pusaka kami berada ditangan yang
tepat. Anda bisa pergi Kenegri Valaiva sekarang” akhirnya kami mendapat izin
untuk pergi dari Negri Keyna.
Aku dan Davide keluar dari ruangan yang menyebalkan
itu, dan segera kemabali kekamar untuk membereskan barang-barang serta pergi ke
Negri Valaiva. Namun saat semua sudah siapa dan kami akan segera pergi terdapat
seorang pengirim pesan yang mengatakan berita buruk.
“Para Heroes yang agung, maaf menggagu. Namun Ventum
Stone telah hilang,dan – dan eee” Perkataan pengirim pesan itu terpotong atas
__ADS_1
keraguanya sendiri. “Ada apa, cepat beritahu” disaat-saat seperti ini memang Davide menjadi tidak
sabaran. “Raja dan Ratu negri Valaiva terbunuh.... kini hanya tinggal Puteri
Eklesia” Berita duka yang sangat mendalam.
“Deolinda, ayo kita pergi sekarang! Siapa tahu mereka
masih disana!” Davide menggenggam tanganku dan langsung memasuki portal menuju
Negri Valaiva. Kami berada dipekarangan kastel utama Neggri Valaiva, dan dapat
dilihat semuanya menjadi kacau, seperti tidak ada kehidupan. Aku berlari
memasuki kastel “Apa ada orang!?” dan berteriak, karna yang kulihat hanyalah
kastel yang berantakan.
“He-heroes, tolong kami Ventum Stone menghilang
tolonglah kami” Semua pelayan menjadi ketakutan akan terjadinya malapetaka.
“Dimana Puteri Eklesia!?” Davide bertanya karna satu-satunya penerus di Negri
Valaiva kini hanya Eklesia. “Saya disini” ucap singkat seorang gadis dengan
bibir yang bergetar, kehilangan kedua orang tua pasti sangat sulit banginya.
“Puteri, saya turut berduka cita. Maafkan saya yang lancang, apakah anda
melihat mereka semua?” aku tahu, untuk berkata demikian pada seseorang yang
belum 1 hari kehilangan kedua orang tuanya, sama seperti menabur garam diatas
luka.
Eklesia hanya menangis dan dengan bibir dan suara yang
yang menjadikan semua ini terjadi. “Deolinda, kita harus kembali ke Negri
Kristal, secepatnya sebelum semua terlambat” Davide benar, lebih baik aku
kembali ke Negri Kristal dan menguasai The Strongest Heirloom, agar bisa
memenangkan ini semua, dan mengembalikan kekadaan sedia kalanya.
“Puteri, benar yang dikatakan Pangeran Davide, puteri
tidak perlu khawatir. Kami akan berusaha semampu kami mendapatkan apa yang
seharusnya dimiliki puteri. Sekarang Puteri adalah pemimpin, pemimpin boleh
lelah dan jenuh namun tidak boleh menyerah. Saya tahu puteri mengerti apa yang
saya katakan” ucapku pada Puteri Eklesia, berusaha menenangkan pikiranya dan
membuat sedikit pencerahan.
“Puteri Deolinda benar, saya tidak boleh menyerah.
Saya percaya pada Heroes akan mengembalikan semuanya kesedia kala. Mohon
bantuanya, balaskan dendam saudara-saudara saya balaskan dendam orang tua dan
rakyat saya” Beruntung Puteri Eklesia seorang yang berkepribadian kuat. Aku
memelukanya dan memberinya semangat.
“Davide ayo pergi, kita harus mendapatkanya” Dan saat
itu juga kami langsung kembali ke Negri Kristal. Dan Berada diruangan utama
kastel. Ruangan Raja, ayah dari Deolinda. “Ayah, maaf baru bisa pulang
__ADS_1
dikeadaan yang mendesak seperti ini” aku menunduk memberi salam, begitu juga
Davide.
“Bangunlah anak-ku, kamu kemari untuk menguasai The
Strongest Heirloom bukan?” Raja, sudah mengetahuinya. “Benar, saya datang untuk
menguasai The Strongest Heirloom, tanpa 2 benda pusaka” Ini akan lebih susah
dari apa yang aku bayangkan, melewati 2 jalur menuju langsung kepuncaknya sama
saja mencari mati.
“Bukankah itu berbahaya, kakak bisa saja mati saat
melakukanya” Sam datang bersama Ratu. “Sam, benar apa yang dikatakan Sam, namun
bila kami mencari ke-2 benda pusaka tersebut. Saya tidak ada kepercyaan diri
untuk melakukanya” \ “Menurut ku sebagai Ratu, Deolinda harus melakukanya” \
“Tapi bu, kakak bisa saja mati” \ “Kita harus percaya pada Deolinda, maaf atas
kelancanganya. Namun menurutku sebagai teman yang sudah berlatih bersama dan
mengorbankan banyak hal yang sama Deolinda harus melakukanya. Bukan sebagai
Heroes namun sebagai Elected” \ “Benar apa yang dikatakan Davide, ayah dan ibu
kumohon berikanku izin” \ “Benar, Deolinda tugas terberatmu sebagai Elected
baru saja dimulai” \ “Apa yang dikatakan Baginda Raja benar” Ucap Davide, aku
mengangguk. Dan pergi dari ruangan tersebut bersama Sam.
Sam masih menolak bila aku memang harus pergi
menguasai The Strongest Heirloom. Aku sendiri ragu untuk mealakukannya, namun
tidak ada pilihan lain. Aku merasakan Lauren telah menguasai Ventum Stone.
Cuaca menjadi sangat buruk, sepertinya akan terjadi badai. Sam yang masih
menolak untuk aku melakukanya, aku tinggalkan sendiri tanpa bicara satu kata
apapun. Hanya untuk membuat Sam berfikir jernih dan tidak mikkirkan hal buruk
yang akan terjadi. Saat aku berlalu pergi, Sam kembali masuk kedalam ruangan
utama, dan Davide belum juga keluar dari ruangan tersebut.
Aku masuk kekamar Deolinda dan menangis, ini pertama
kalinya dalam hidupku aku ragu dan merasa gagal. “Deolinda kumohon hibur aku
dan keluarlah sekarang!” Aku ingin bertemu dengan Deolinda, melampiaskan rasa
sedih dan kesalku. Dan seketika aku tertidur, lalu bertemu dengan Deolinda
“Akhirnya kamu datang diwaktu yang tepat” Ucapku padanya sambil menangis.
“Maaf membawamu keujung jurang, tapi kamu memang harus
mencobanya, besok aku yakin kamu akan berhasil untuk mengambil The Strongest
Heirloom. Aku akan membantumu” Hanya kata-kata itu saja yang diucapkanya, lalu
dia menghilang begitu saja. Menyisakan mimpi tentang jerih payahku dari aku
saat menjadi Citrinia serta saat aku menjadi Deolinda. Aku yakin aku menangis
sambil tertidur.
__ADS_1