
** ATTETION : Ini hanya**
cerita fiksi bila ada kesamaan nama dan nama tempat hanya kebetulan belaka.
(Eps ini dan mungkin beberapa eps selanjutnya menggunakan nama tempat yang
memang real, inget ya ini hanya cerita fiksi)
Citrinia dan Davide berada didalam bola sihir, mereka
bersiap untuk membagi tugas. Monster yang berada dibumi menjadi lebih banyak
dan tersebar luas, membuat mereka yang berusaha berdua saja kewalahan. Padahal
baru melihat data penyerangan.
“Dari sudut manapun saat kita berdua atau satu-satu tetap
akan kewalahan.” Ucap Davide, sambil terus melihat data di bola infromasi.
Davide sangat ingin memanggil bantuan dari Crystal World tapi, mereka juga
sedang berusaha disana.
“Kita akan bagi menjadi 2 daerah. Barat dan timur saja,
bagaimana menurutmu?” saran Citrinia.
“Baiklah, aku akan melihat-lihat dulu” Balas Davide, dia
ingin melihat cuaca dan zona waktu bagian barat dan timur.
“Menurutku bagian timur akan cocok denganmu, cuaca dan zona
waktunya hampir mirip dengan negri Kanaelt, aku bagian barat, aku sudah
terbiasa dengan cuaca disana” Saran Citrinia, yang sudah berpengalaman tinggal
dibagian barat dengan iklim khas sana.
“Terimakasih, ternyata menjadi pendatang sangatlah tidak
enak. Aku salut padamu bisa beradaptasi dengan baik di CRYSTAL WORLD” Ujar
Davide yang memuji Citrinia.
“Terimakasih, tapi akukan pernah tinggal disana selama 7
tahun, pastinya tubuhku akan dengan sendirinya menyusuaikan walau otakku gak
tau apa-apa” Balas Citrinia.
Setelah berdiskusi lebih panjang dan Citrinia menjelaskan
garis besar peta bagian timur bumi. Mereka menyiapkan barang-barang untuk
menunjang kehidupan mereka saat berpisah nanti. Walau berat berpisah untuk
waktu yang lamaa dan akan menjalani hubungan LDR, mereka tau inilah pilihan
terbaik. Serta mereka akan belajar sebuah arti dari kata kesabaran, cinta serta
kesetiaan.
Saat semua barang bawaan telah siap, masih tersisa 2 hari
untuk mereka beristirahat. Dan 2 hari
itu mereka manfaatkan benar-benar untuk beristirahhat, bahkan dihari kedua
entah mengapa mereka sama sekali tidak mengobrol, mungkin untuk menyiapkan hati
saat mereka harus berpisah untuk waktu yang lama. Lebih tepatnya mereka saja
tidak tahu kapan mereka akan bertemu kembali.
Keesokan harinya Davide dan Citrinia berpisah untuk
menaklukan para monster-monster yang tersebar didunia. Mereka pergi menggunakan
__ADS_1
portal kenegara dan kota tujuan masing-masing. Citrinia pergi menuju London,
Inggris. Sedangkan Davide menuju ke Bangkok, Thailand.
Saat baru sampai di London, Inggris yang perlu dicari oleh
Citrinia adalah basecamp yang aman dan terhindar dari serangan monster. Untung
saja dia sudah menghubungi orang tuanya dan mamanya yaitu Milanda telah
menyiapkan tempat tinggal sementara di London. Sedangkan Davide sudah
disediakan tempat tinggal oleh ayah dari Citrinia yaitu Adam, di Bangkok.
Mereka pikir, kini mereka akan berjuang bersama namun dengan
jarak yang jauh. Namun masing-masing dari mereka kini mempunyai patner baru,
dan akan menemani satu sama lain disaat kesepian senang maupun sedih. Tapi,
dihati Citrinia hanya ada Davide dan sebaliknya dihati Davide hanya ada
Citrinia seorang.
3 April, London, Inggris
Citrinia sedang melakukan kerja lapangan, dia mencari
bekas-bekas penyerangan monster-monster disekitar London. “Aneh, beberapa hari
ini tidak ada penyerangan” Guman Citrinia, dia masih terus mencari setidaknya 1
benda untuk dijadikan semple.
“Hey, bagaimana dengan jejak kaki disekitar london. Jejak
kaki itu teramat besar” Ucap seseorang darii belakang Citrinia.
Citrinia tidak langsung membalikan tubbuhya melainkan
mengambil menggunakan kekuatan sihirnya, tangan mungil Citrinia dibalur dengan
mengankat tanganya dan berkata “Refleks itu yang paling menyebalkan. Hei ini
Ben teman mu!” Ucap pria itu yang ternyata adalah Ben, teman sekaligus tangan
kananya.
“Ben? Bagaimana bisa kamu berada disini?” Tanya Citrinia,
dia menurunkan tangannya dan tidak ada niatan untuk menyerang Ben.
“Aku disini untuk membantumu, pasti lelah untuk berusaha
seorang diri” Balas Ben.
“Hah? Kamu kok tiba-tiba baik sih? Dan pulanglah aku tidak akan
menambah korban disini, ini terlalu berbahaya”
“NO WAY, Nona tolong biarkan saya membantu anda”
“Ben, disini berbahaya pergilah. Jangan buat orang lain
khawatir”
“Nona, saya tidak akan menyusahkan anda, lihatlah ini” Ben
mengulurkan telapak tangannya dan timbulah sebuah gelombang sihir yang seperti listerik.
“ *Ventum Sphaeram!?” Kaget Citrinia yang melihat kekuatan
Ventum atau Wind dari seorang yang diketahui adalah manusia biasa.
“Itu benar aku bisa menguasai Sphaeram, akan aku jelaskan saat
kamu menerimaku untuk membantu anda nona”
“Dasar, baiklah ikuti aku.”
__ADS_1
Ben mengikuti Citrinia tepat dibelakang Citrinia, “Bukankah
tadi kamu bilang ada jejak atau apalah itu” Ucap Citrinia, dia menghentikan
langkahnya dan berbalik menatap tajam Ben seakan memberi kode yang berupa, ‘Tunjukan
jalan’.
Ben langsung mengerti dan segera membacakan mantra ia melayang-layang
di udara, “Nona ikuti aku!” Ucap Ben, Citrinia membalas “Kamu tidak bisa
menggunakan portal?”. Ben terkejut dengan
ucapan nonanya itu dia tau nonanya kuat namun tidak menyangka sudah bisa
menggunakan portal.
“Maafkan saya, saya masih berada ditingkat pelatihan 4
akhir. Sebentar lagi saya bisa menggunakan portal, nona tidak perlu khawatir”
Ucap Ben sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Baiklah, jangan terlalu memaksakan diri. Bila kamu terluka aku akan meninggalkanmu
ditempat. MENGERTI!?” Ancam Citrinia, dia juga menggunakan Wind agar Citrinia
bisa melayang-layang dan terbang dengan bebas diudara.
Ben mengangguk dan menyetujui ucapan Citrinia, dia menuntu
Citrinia untuk pergi mencari jejak kaki raksasa yang sebelumya dibicarakan.
Saat sudah sampai, Citrinia nampak sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat,
jejak kaki yang sangat besar.
“Woah, aku merasa sedang memainkan film godzilla” Ujar
Citrinia, dia menulusuri kemana jejak kaki itu pergi, namun setelah beberapa
langkah jejak kaki, jejak kaki itu menghilang tanpa jejak.
“Saya tidak tahu lagi dimana jejak kaki ini berada, dan antar
semua yang sudah di temukan jejak kaki akan menghilang tanpa jejak.” Ujar Ben, dia
memperlihatkan video serta foto beberapa jejak kaki yang dia temukan. “Semuanya
berada dinegara ini” lanjutnya, Citrinia tetap diam namun otaknya sedang
diputar.
“Ada dua kemungkinan, yang pertama dia mempunyai sayap, tapi
bagaimana bisa monster sebesar ini tidak terlihat dimanapun? Jadi kemungkinan
kedua adalah dia bisa mengecilkan badanya dan menjadi mahluk kecil” Ucap Citrinia yang mengeluarkan asumsinya.
“Dan ada yang harus anda tahu, monster ini tidak pernah
menimbulkan keributan, dia tidak ada didaftar sama sekali” Ujar Ben, “Dari mana
kamu tahu soal semua ini?” Tanya Citrinia yang penasaran dari mana dia mendapatkan
semua data soal monster.
“Aku meretas sistem pemerintahan dan militer” Ucap Ben, dia
membicarakan sesuatu yang sangat besar dengan wajah polos dan nada bicara yang
santai.
“HAH? OK, seharusnya aku tidak meremehkanmu.” Citrinia
sadar, dia saja kesusahan untuk mendapat infromasi, padahal menggunakan bola
sihir.
__ADS_1
INI HANYA CERITA FIKSI BILA ADA KESAMAAN NAMA DAN NAMA TEMPAT HANYALAH KEBETULAN BELAKA.