Journey To Another World

Journey To Another World
#35


__ADS_3

** ATTETION : Ini hanya**


cerita fiksi bila ada kesamaan nama dan nama tempat hanya kebetulan belaka.


(Eps ini dan mungkin beberapa eps selanjutnya menggunakan nama tempat yang


memang real, inget ya ini hanya cerita fiksi)


Citrinia dan Davide berada didalam bola sihir, mereka


bersiap untuk membagi tugas. Monster yang berada dibumi menjadi lebih banyak


dan tersebar luas, membuat mereka yang berusaha berdua saja kewalahan. Padahal


baru melihat data penyerangan.


“Dari sudut manapun saat kita berdua atau satu-satu tetap


akan kewalahan.” Ucap Davide, sambil terus melihat data di bola infromasi.


Davide sangat ingin memanggil bantuan dari Crystal World tapi, mereka juga


sedang berusaha disana.


“Kita akan bagi menjadi 2 daerah. Barat dan timur saja,


bagaimana menurutmu?” saran Citrinia.


“Baiklah, aku akan melihat-lihat dulu” Balas Davide, dia


ingin melihat cuaca dan zona waktu bagian barat dan timur.


“Menurutku bagian timur akan cocok denganmu, cuaca dan zona


waktunya hampir mirip dengan negri Kanaelt, aku bagian barat, aku sudah


terbiasa dengan cuaca disana” Saran Citrinia, yang sudah berpengalaman tinggal


dibagian barat dengan iklim khas sana.


“Terimakasih, ternyata menjadi pendatang sangatlah tidak


enak. Aku salut padamu bisa beradaptasi dengan baik di CRYSTAL WORLD” Ujar


Davide yang memuji Citrinia.


“Terimakasih, tapi akukan pernah tinggal disana selama 7


tahun, pastinya tubuhku akan dengan sendirinya menyusuaikan walau otakku gak


tau apa-apa” Balas Citrinia.


Setelah berdiskusi lebih panjang dan Citrinia menjelaskan


garis besar peta bagian timur bumi. Mereka menyiapkan barang-barang untuk


menunjang kehidupan mereka saat berpisah nanti. Walau berat berpisah untuk


waktu yang lamaa dan akan menjalani hubungan LDR, mereka tau inilah pilihan


terbaik. Serta mereka akan belajar sebuah arti dari kata kesabaran, cinta serta


kesetiaan.


Saat semua barang bawaan telah siap, masih tersisa 2 hari


untuk mereka beristirahat.  Dan 2 hari


itu mereka manfaatkan benar-benar untuk beristirahhat, bahkan dihari kedua


entah mengapa mereka sama sekali tidak mengobrol, mungkin untuk menyiapkan hati


saat mereka harus berpisah untuk waktu yang lama. Lebih tepatnya mereka saja


tidak tahu kapan mereka akan bertemu kembali.


Keesokan harinya Davide dan Citrinia berpisah untuk


menaklukan para monster-monster yang tersebar didunia. Mereka pergi menggunakan

__ADS_1


portal kenegara dan kota tujuan masing-masing. Citrinia pergi menuju London,


Inggris. Sedangkan Davide menuju ke Bangkok, Thailand.


Saat baru sampai di London, Inggris yang perlu dicari oleh


Citrinia adalah basecamp yang aman dan terhindar dari serangan monster. Untung


saja dia sudah menghubungi orang tuanya dan mamanya yaitu Milanda telah


menyiapkan tempat tinggal sementara di London. Sedangkan Davide sudah


disediakan tempat tinggal oleh ayah dari Citrinia yaitu Adam, di Bangkok.


Mereka pikir, kini mereka akan berjuang bersama namun dengan


jarak yang jauh. Namun masing-masing dari mereka kini mempunyai patner baru,


dan akan menemani satu sama lain disaat kesepian senang maupun sedih. Tapi,


dihati Citrinia hanya ada Davide dan sebaliknya dihati Davide hanya ada


Citrinia seorang.


3 April, London, Inggris


Citrinia sedang melakukan kerja lapangan, dia mencari


bekas-bekas penyerangan monster-monster disekitar London. “Aneh, beberapa hari


ini tidak ada penyerangan” Guman Citrinia, dia masih terus mencari setidaknya 1


benda untuk dijadikan semple.


“Hey, bagaimana dengan jejak kaki disekitar london. Jejak


kaki itu teramat besar” Ucap seseorang darii belakang Citrinia.


Citrinia tidak langsung membalikan tubbuhya melainkan


mengambil menggunakan kekuatan sihirnya, tangan mungil Citrinia dibalur dengan


mengankat tanganya dan berkata “Refleks itu yang paling menyebalkan. Hei ini


Ben teman mu!” Ucap pria itu yang ternyata adalah Ben, teman sekaligus tangan


kananya.


“Ben? Bagaimana bisa kamu berada disini?” Tanya Citrinia,


dia menurunkan tangannya dan tidak ada niatan untuk menyerang Ben.


“Aku disini untuk membantumu, pasti lelah untuk berusaha


seorang diri” Balas Ben.


“Hah? Kamu kok tiba-tiba baik sih? Dan pulanglah aku tidak akan


menambah korban disini, ini terlalu berbahaya”


“NO WAY, Nona tolong biarkan saya membantu anda”


“Ben, disini berbahaya pergilah. Jangan buat orang lain


khawatir”


“Nona, saya tidak akan menyusahkan anda, lihatlah ini” Ben


mengulurkan telapak tangannya dan timbulah sebuah gelombang sihir yang seperti listerik.


“ *Ventum Sphaeram!?” Kaget Citrinia yang melihat kekuatan


Ventum atau Wind dari seorang yang diketahui adalah manusia biasa.


“Itu benar aku bisa menguasai Sphaeram, akan aku jelaskan saat


kamu menerimaku untuk membantu anda nona”


“Dasar, baiklah ikuti aku.”

__ADS_1


Ben mengikuti Citrinia tepat dibelakang Citrinia, “Bukankah


tadi kamu bilang ada jejak atau apalah itu” Ucap Citrinia, dia menghentikan


langkahnya dan berbalik menatap tajam Ben seakan memberi kode yang berupa, ‘Tunjukan


jalan’.


Ben langsung mengerti dan segera membacakan mantra ia melayang-layang


di udara, “Nona ikuti aku!” Ucap Ben, Citrinia membalas “Kamu tidak bisa


menggunakan portal?”.  Ben terkejut dengan


ucapan nonanya itu dia tau nonanya kuat namun tidak menyangka sudah bisa


menggunakan portal.


“Maafkan saya, saya masih berada ditingkat pelatihan 4


akhir. Sebentar lagi saya bisa menggunakan portal, nona tidak perlu khawatir”


Ucap Ben sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Baiklah, jangan terlalu memaksakan diri.  Bila kamu terluka aku akan meninggalkanmu


ditempat. MENGERTI!?” Ancam Citrinia, dia juga menggunakan Wind agar Citrinia


bisa melayang-layang dan terbang dengan bebas diudara.


Ben mengangguk dan menyetujui ucapan Citrinia, dia menuntu


Citrinia untuk pergi mencari jejak kaki raksasa yang sebelumya dibicarakan.


Saat sudah sampai, Citrinia nampak sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat,


jejak kaki yang sangat besar.


“Woah, aku merasa sedang memainkan film godzilla” Ujar


Citrinia, dia menulusuri kemana jejak kaki itu pergi, namun setelah beberapa


langkah jejak kaki, jejak kaki itu menghilang tanpa jejak.


“Saya tidak tahu lagi dimana jejak kaki ini berada, dan antar


semua yang sudah di temukan jejak kaki akan menghilang tanpa jejak.” Ujar Ben, dia


memperlihatkan video serta foto beberapa jejak kaki yang dia temukan. “Semuanya


berada dinegara ini” lanjutnya, Citrinia tetap diam namun otaknya sedang


diputar.


“Ada dua kemungkinan, yang pertama dia mempunyai sayap, tapi


bagaimana bisa monster sebesar ini tidak terlihat dimanapun? Jadi kemungkinan


kedua adalah dia bisa mengecilkan badanya dan menjadi mahluk kecil”  Ucap Citrinia yang mengeluarkan asumsinya.


“Dan ada yang harus anda tahu, monster ini tidak pernah


menimbulkan keributan, dia tidak ada didaftar sama sekali” Ujar Ben, “Dari mana


kamu tahu soal semua ini?” Tanya Citrinia yang penasaran dari mana dia mendapatkan


semua data soal monster.


“Aku meretas sistem pemerintahan dan militer” Ucap Ben, dia


membicarakan sesuatu yang sangat besar dengan wajah polos dan nada bicara yang


santai.


“HAH? OK, seharusnya aku tidak meremehkanmu.” Citrinia


sadar, dia saja kesusahan untuk mendapat infromasi, padahal menggunakan bola


sihir.

__ADS_1


INI HANYA CERITA FIKSI BILA ADA KESAMAAN NAMA DAN NAMA TEMPAT HANYALAH KEBETULAN BELAKA.


__ADS_2