
Beberapa
hari kemudian setelah mereka mengalahkan Jelly Monster yang berada di kota C.
Tidak berhenti disana saja untuk melawan 1 jenis monster, terjadi beberapa
penyerangan di sekitar wilayah Kota B, sehingga para warga yang tinggal diradius
kurang lebih 140 KM dari Kota B saat ini sedang dievakuasi.
“Apa
ada penyerang lagi, dikota lain?” Tanya Citrinia pada Davide yang berada diBola
Infromasi sihir.
“Saat
ini belum melihat tanda-tandanya, apa kita hanya akan fokus pada monster ini
saja?” Balas dan tanya balik Davide kepada Citrinia.
“Aku
berpikir demikian juga, mau ke Kota B? Sebaiknya kita lihat disana ada apa” Ujar
Citrinia sambil menaruh minuman yang dipegangnya keatas meja.
“Baik,
ayo bersiap” Ujar Davide, lalu menutup bola infromasi. Begitu juga dengan
Citrinia yang segera berdiri dari semulanya duduk. Mereka sudah tidak perlu
lagi mengambil dan mengemas barang yang dibutuhkan karna mereka sudah
mempersiapkanya sejak awal.
Citrinia
dan Davide pergi menuju Kota B kurang dari 30 menit mereka sudah sampai di kota
tersebut. Keadaanya semakin parah dari terakhir mereka mengunjungi kota tersebut.
Davide lebih dulu turun dari mobil, lalu diikuti oleh Citrinia. Sambil berjalan
masuk kedalam kota B, mereka berbincang.
“Kira-kira
dimana kita akan menemukan sarangnya Jelly Hijau itu?” Ujar Citrinia sambil mengerutkan
dahinya.
“Dimana
tempat yang kotor, seperti pembuangan dan saluran pembuangan limbah di kota B?”
Tanya Davide kepada Citrinia, karena bila diingat Davide bukanlah orang yang
berasal dari bumi.
“Saluran
dan pembuangannya? Hem, kita kesaluranya dulu?”
“OK”
Citrinia
menuntun jalan menuju got besar dibawah tanah, dia menemukan penutup got lalu
membukanya. “Lebih baik menggunakan masker, karna dibawah sangatlah bau dan
menjijikan. Perhatikan langkamu juga” Ujar Citrinia, dan ia menggunakan sihir
untuk menutup area hidung dan mulutnya.
Mereka
perlahan turun kedalam got tersebut dan menemukan limbah yang tidak bisa
diuraikan dengan kata-kata. Ditemukan juga beberapa jejak yang ditinggalkan
oleh Monster Jelly. “Untuk sampai kepembuanganya, tinggal ikuti arus” Ujar
Citrinia, sambil menunjuk kearah kirinya mengisyaratkan ‘lewat sana’ kepada
Davide.
Mereka
berjalan kearah kiri, perjalanan tersebut sangat panjang. Sebenarnya bila
dihitung menggunakan waktu, itu adalah perjalanan yang biasa saja. Hanya saja
dengan kondisi tempat mereka berjalan membuat perjalanan yang biasa saja
__ADS_1
menjadi mengerikan.
“MENJIJIKAN,
kalau saja bisa menggunakan portal...Kenapa sih kamu larang aku untuk
menggunakan portal?” Gerutu Citrinia, yang memang dia seseorang yang mencintai
kebersihan dan benci akan sesuatu yang berantakan.
“Rina,
apa kamu lupa? Jelly Mons yang kita hadapi walau terlemah diantara yang lainya
tetap saja dia dapat merasakan kekuatan yang berlebih” Ujar Davide, sambil
memegang tangan kekasihnya dan memberikan semangat serta energi untuk satu-satunya
kekasihnya.
Citrinia
hanya membalas dengan mulut yang semakin maju, Davide yang melihat itu terkekeh
dan berusaha untuk menahan tawanya. “Apa yang kamu tertawakan?” Ujar dengan
muka yang masam, Davide hanya menjawab dengan gelengan kepala dan menghentikan
tawa kecilnya.
Sesaat
setelah itu, mereka sampai di tempat pembuangan Limbah. Dapat dilihat kerumunan
Jelly Mons berada disana, dari yang masih kecil sampai yang sudah sangat besar.
“Disni jantungnya, seperti biasanya aku akan siapkan portal” Ujar Davide dan Citrinia
memperhatikan koloni Jelly Jelly Hijau itu. ‘MENJIJIKAN’ walau dengan muka yang biasa saja batin Citrinia
tetap bergetar bahkan sedang meronta-ronta.
“Sudah,
kita akan mulai penyeranga apa kamu siap? Em, apa yang Rina gunakan?” Tanya
Davide yang melihat Citrinia menggunakan sihir pelindung diseluruh tubuhnya.
“Perlindungan
bagaimana aku bisa kabur? Ah, kalau diBumi ini apd (alat perlindungan diri)” Jawab
Citrinia, sebenarnya itu bukanlah apd yang biasa digunakan oleh dunia
kedokteran melainkan apd yang terbuat dari sihir.
“Oh,
ok aku juga akan menggunakanya” Ujar Davide, setelah mengingatnya Davide juga
merasa risih saat harus menangani monster yang satu ini.
Setelah
semuanya siap dengan peralatan, mereka akan menyerang secara tiba-tiba.
Citrinia menengok kearah Davide, dan kebalikanya. Davide mengangguk pelan dan
Citrinia mengerti artinya. Davide menyerang terlebih dahulu disusul oleh
Citirinia.
Mereka
menggunakan masing-masing keunikan dari kekuatanya, Davide menggunakan Five Forces,
dan Citrinia menggunakan ke-5 benda pusaka, serta kekuatan khas elected
Dan
tidak dapat diduga, semua jelly yang berada dikawasan itu menjadi kaget serta
marah. Sesuatu yang membuat mereka menjadi kuat dan tidak ada di Bola Infromasi.
Dari puluhan sampai ratusan Jelly dapat bersatu menjadi satu kesatuan yang
membuat mereka menjadi super duper kuat!
“Emmm,
Segelnya luaskan? Kayaknya kita bakal ngancurin kota deh!” Ujar Citrinia yang
terkejut dengan apa yang baru saja dia saksikan.
“Hampir
satu kota, siapa yang mau menyerang lebih dulu?”
__ADS_1
“GREAT,
antisepticnya lebih banyak aku yang memeganya, lebih baik aku dulu”
“Baiklah,
ingat untuk terus berhati-hati dan berjaga Rina”
“OK
Davide”
Citrinia
terbang secara perlahan untuk mendekati Jelly Mons, namun karna Jelly Mons yang
sudah terlalu agresif, membuat Citrinia tidak bisa menghindar dengan terbang
secara perlahan. Dia menambahkan kecepatan dan menumpahkan antiseptic ketubuh
Jelly Mons, sesuai yang direncanakan Jelly Mons menjadi lemah. Kesempatan
inilah yang digunakan oleh Davide untuk menyerang menggunakan Plant and Soil.
Pertarungan
terus berlangsung hingga Jelly Mons meledak sampai-sampai membuat beberapa kaca
bangunan yang masih utuh pecah berkeping-keping. “HUWA untung pakek APD bisa
mati aku kalau gini terus” Ujar Citrinia yang keluar dari lingkaran segel Kota
B.
“Yah,
aku akan membereskan semuanya tunggu lah disini” Ujar Davide sambil berlalu untuk
membersihkan seluruh kota menggunakan sihirnya yang unik.
Davide membuat kota yang terkontaminasi menjadi bersih kembali, setidaknya tidak akan
ada lagi Jelly Mons yang bersarang di kota B. “Bagaimana dengan kota yang lainya?” Tanya Citrinia saat Davide
kembali kesisinya.
“Saat kita sudah ngelawan Jelly Mons, kamu akan menyembuhkan orang yang sakit dan aku
akan menyembuhkan kota” Balas Davide dengan senyum cerah dipancarkan dari wajah
yang teramat tampan.
“Kamu hanya membersihkanya dengan sihir?” Tanya Citrinia untuk kedua kalinya kepada
Davide.
“Untuk kota ini sih masih hanya pakai sihir tapi kota yang lainya udah dikasih disenfektan”
Balas Davide, Citrinia hanya mengangguk lalu mengibaskan tanganya keudara.
Disenfektan ternyata sudah dipersiapkan oleh Citrinia tanpa sepengatuhuan
Davide. Davide yang melihat itu hanya tersenyum senang.
“Jadi kita tidak usah berurusan dengan JELLY itu lagi kan?” Ujar Citrinia yang sudah
malas untuk melawan para Jelly pembuat onar.
“Semoga tidak ada kumpulan koloni lagi dibumi, ayo pulang pasti kamu capek” Ujar Davide
sambil mengulurkan tanganya, dan mereka kembali kedalam mobil.
Didalam
Mobil...
“AKU SUDAH MALAS MENYETIR!” Ujar Citrinia yang tiba-tiba saja moodnya down. Dia membacakan mantra lalu terbentuklah portal, didepan mobil mereka.
“AAA...karna kita sudah menggunakan kekuatan yang besar jadi bisa pergi sana sini pakai portal yey” Kata Davide, yang senang tidak usah duduk terlalu lama. Sehingga dalam
hitungan detik mereka sudah dapat sampai ditempat tujuan.
Citrinia menginjak-kan gas, dan masuk kedalam portal buatanya tersebut. Kurang dari 1
menit mereka telah sampai di rumah. “YEY SAMPAI” Ujar Citrinia, dia melepaskan
sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Begitu juga dengan Davide yang
langsung masuk kedalam rumah.
Citrinia
yang sudah berada dirumah langsung saja berjalan masuk kedalam kamarnya, dia berganti
pakaian dan langsung tidur dikasurnya. Ternyata kemarin malam dia tidak bisa
tidur karna ditengah malam ada penyerangan dikota lain.
__ADS_1