Journey To Another World

Journey To Another World
#13


__ADS_3

Keesokan harinya giliran Davide untuk mencari


keberadaan Blue Crystal, karna kami sudah memiliki patokan dimana Blue Crystal


dismpan. Sekarang Davide bertugas untuk membuka segelnya dan mengamankan Blue


Crystal. Davide pergi setelah jam sarapan dan sekarang sudah


menunjukan pukul 14.00 namun belum ada kabar sama sekali dari Davide.


Aku ditemani oleh Putera Mahkota dan sekarang kami


berada diruangan kerjanya. Sambil menunggu kabar dari Davide, Putera Mahkota


menyelesaikan tugasnya agar tidak terdesak. Dan aku membaca buku tentang elected,


untuk menambah pengetahuanku tentang elected .


“Sudah jam segini, aku khawatir dengan Davide” aku


berguman kecil sambil menatap jam dipergelangan tanganku. “Tenanglah, Pangeran


Davide adalah salah satu orang terkuat diCrystal World, dia tidak akan mudah


terluka” Ternyata indera pendengaran Putera Mahkota sangat tajam. Dan benar aku


tidak perlu terlalu khawatir dengan Davide. Hanya saja sikap Davide terkadang


sangat kekanak-kanakan.


Pukul 15.00 aku belum mendapat kabar apapun dari


Davide, dan seharusnya dia menyudahi pencarian hari ini. Namun setelah beberapa


menit aku akhirnya mendapat kabar dari Davide. Menggunakan gelang waktu itu dia


sudah berhasil memecahkan segelnya, dan meminta kami agar segera ketempatnya


berada. Aku dan Putera Mahkota segera pergi kepekarangan istana tempat dimana air


mancur itu berada.


“Aku akan membuka portal” ucap Putera Mahkota sebelum


ia membaca mantra dan munculah sebuah portal yang berwarna gelap ditambah


sedikit keungu-unguan. “Ayo masuk, kamu tidak perlu khawatir lagi Deolinda” Dan


kamipun akhirnya berada disebuah tempat yang beradasarkan sihir. Terasa


gelombang spirit yang tidak teratur dan membentuk sebuah pola untuk menguasai


dan mengekang Blue Crystal yang belum aktif.


“Ternyata kalian sudah sampai sini ya, oh ada ‘kakak’


juga” beberapa saat setelah aku berada disana, Luc dan Sang Raja tiba. “Adik


ke-4, ternyata memang benar ya ini semua ulahmu!” Putera Mahkota mulai marah,


dapat dilihat dari ekspresi dan nada bicaranya. “Luc, apa kamu tahu apa yang


kamu perbuat ini!? Kamu pasti tau terjadi ketidak seimbangan!” Tanpa sadar aku


sudah sangat marah, apa ini karna aku seorang elected?

__ADS_1


“Memangnya kenapa, kalau terjadi ketidak seimbangan?


Bukan urusanku juga” perkataanya membuktikan dia memang ingin membuat


malapetaka bagi seluruh mahluk hidup. “Puteri Deolinda, kamu bisa keluar dari


tempat ini tanpa kekurangan satu apapun, dan tidak ada lecet sama sekali bila


kamu rela dengan Blue Crystal dan menikahi putera ku” Raja mengancamku dengan


kata-katanya yang seakan mengisyaratkan bahwa bila aku tetap seperti ini kami


ber-3 akan mati.


“Apa kamu meremehkanku Raja? Merelakan Blue Crystal,


aku adalah seorang elected bagaimana bisa engkau berbicara seperti itu!” Aku


menjadi semakin geram, karna Raja tersebut. “Maaf bila ini mengecewakan. Namun


Deolinda tidak akan pernah menikahi puteramu!” Benar apa yang dikatakan Davide,


aku tidak akan pernah menikah dengan seseorang yang berperan sebagai antagonis.


“LENXO! Kamu adalah Putera Mahkota negri Caara,


bagaimana bisa kamu berada dipihak orang lain!?” Raja juga kesal karna Putera


Mahkotanya berada dipihak kami. “Aku tidak akan berada dipihak kalian yang


telah membunuh ibuku!” Saat itu aku sangat terkejut ternyata yang membunuh


seorang permaisuri adalah suaminya sendiri yaitu sang Raja.


“Rupanya kakak sudah menyadarinya ya. Ibumu bukanlah


bukanlah hal yang luar biasa. “SIALAN! KAMU BOLEH MENGEJEKKU SESUKA HATI ASAL


JANGA PERNAH SEBUT IBUKU DENGAN MULUT KOTORMU!” Putera Mahkota sudah sangat


geram. Ia tidak bisa mengendalikan amaranya lagi dan memulai penyerangan.


Dan seketika terjadilah pertempuran, namun hanya para


pria yang bertarung dan menjadi pertempuran 2 lawan 2. Dengan kesempatan kali


ini aku bisa mencoba untuk mengambil Blue Crystal. Sayangnya saat aku berjalan


menuju altar, ‘dia’ datang. Datanglah yang dari kemarin digosipkan, yaitu


Lauren.


Baru saja bertemu aku sudah bisa merasakan kekuatan


yang sangat besar. “Para pria sedang berkelahi tuh 2 lawan 2, bagaimana bila


kita juga ikut jadi 3 lawan 3, atau mau 1 lawan 1” Lauren menawarkan untuk


bertarung, aku tidak menjawab hanya menatapnya. “Jangan menatapku seperti itu


aku merasa aneh. Baiklah bagaimana bila 1 lawan 1?” Lalu Lauren mendekatiku,


aku hanya diam saja dan melihat apa yang akan dia lakukan. Dia mendekat


kewajahku dan membisikan sesuatu.

__ADS_1


“Puteri Deolinda dari Negri Kristal, kamu hanya perlu


bersandiwara untuk bertarung denganku, karna akhir sandiwara ini adalah kamu


berhasil menguasai Blue Crystal” Aku terkejut dengan perkataanya, dia hanya


ingin bersandiwara dengan pertempuran ini, tapi siapa yang tahu apa yang sebenarnya


direncanakan. Lauren mulai menyeran, namun dia hanya meggunakan kekuatan fisik


yang sangat rendah dan memakai sihir untuk berpura-pura kami sedang bertempur.


Entah mengapa aku mengikuti jalan sandiwara tersebut,


dan pada akhirnya Lauren yang kalah dalam ‘pertempuran’. Aku segera pergi


menuju altar Blue Crystal, lalu membacakan mantra. “Blue Crystal, atas


perintahku yang disetujui oleh Langit tunduklah padaku dan berikanlah


kekuatanmu!” Blue Crystal nampak bersinar terang dan berputar dialtarnya. Lalu terbang


menghampiri ku dan aku sudah menjadi tuanya.


Aku berbalik dan melihat semua orang terkejut


begitupula Luc dan Sang Raja, namun saat ku menengok kearah Lauren dia malah


tersenyum. “Sialan... sudah lebih dari 1 minggu aku berusaha, namun kamu kurang


dari 1 jam!” Luc sangat marah dengan aku yang sudah menerima kekuatan Blue


Crystal. “Ingatlah Luc, bahwa kamu tidak diberi karunia” Ucap Davide dengan


seringai diwajahnya.


“Luc, kita tidak akan bisa mengalahkanya, ayo pergi”


Ucap Sang Raja, setelah itu mereka pergi layaknya debu begitu juga dengan


Lauren.  Davide melihat kearahku dan


tersenyum “Kerja bagus!” ucapnya menyemangati. “Aku malas menangkap mereka, ayo


kita pergi saja. Ngomong-ngomong Deolinda kamu sangat kuat bisa mengalahkan


Lauren. Bagaimana caranya?” ucap Putera Mahkota.


Aku menghela nafas panjang dan menceritakanya tentang


kelakuan Lauren. “Aku berfikir bahwa dia orang baik, namun kenapa bersama Luc


ya?” Munculah pertanyaan baru dikehidupan ini. Dan Lauren mulai digosipkan


kembali oleh kedua pria yang ada didepanku. Aku terlintas pemikiran yang cukup


masuk akal.


Bila Lauren membodohi mereka, dan mereka percaya lalu


menempatkan Lauren untuk berada didekat Blue Crystal. Akankah Lauren dimarahi


saat ini? Dan apa mungkin dia hanya ingin kembali menjadi trabem dan berusaha


menghilangkan tanda tenebris?

__ADS_1



__ADS_2