KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 10. Sabar


__ADS_3

Kini Andin dan Tommy tengah di Cecar oleh Hakim secara bergantian.


Andin memang tidak mempunyai saksi yang melihat, tapi bukti CCTV yang dia serahkan pada Panitera sekiranya sudah cukup menjadi bukti kuat perselingkuhan suami nya. Dia membawa Perempuan lain masuk kedalam rumah saat dirinya tidak ada di tempat.


"Saudara Samuel, apa benar semua yang di ceritakan oleh saudari Andin Manopo?" Tanya Majelis Hakim.


Samuel yang saat itu duduk di kursi hanya menunduk tidak menjawab.


"Saudara Samuel! " Tegur Hakim


"I-iya yang Mulia ". Jawab Samuel


"Saya tanya sekali lagi, apa benar yang di katakan oleh saudari Andin Manopo sebagai Penggugat?


"Be-benar yang Mulia ". Jawab Samuel terbata - bata.


" Jawab yang lantang! Anda ini laki-laki " Tegur Hakim dengan suara meninggi.


"Iya yang Mulia". Ucap Samuel


"Jadi anda mengakui kalau ibu anda berulang kali menyuruh anda dan saudari Andin Manopo untuk bercerai ?


" Iya yang Mulia ".


" Lalu, Apa benar anda berselingkuh dari nya ? Tanya Hakim lagi.


Samuel lagi-lagi tidak menjawab sampai membuat Majelis Hakim kesal.


"Tolong Jawab! Kalau Anda berbelit-belit seperti ini kapan akan selesai nya?" Tegur Hakim lagi.


"Iya, Benar yang Mulia," Jawab Samuel.


"Apa anda menginginkan Perceraian ini?" Tanya Hakim.


Samuel terdiam lagi, Mama Arum padahL memelototi nya, begitu juga dengan Andin yang menatap nya dengan Tajam.


"Saya sebenarnya masih ingin mempertahankan Rumah Tangga saya, yang Mulia" Jawab Samuel.


Andin yang mendengar perkataan Samuel kesal nya bukan main, dia ingin sekali menggebrak meja dan memaki-maki Samuel saat itu juga. Padahal waktu itu Samuel sudah setuju untuk bercerai dari nya.

__ADS_1


"Apa maksud Anda, Saudara Samuel. Bukan kah Anda mengakui telah berselingkuh? Itu artinya Anda tidak mencintai Istri Anda. Jadi untuk apa Anda mempertahankan nya?" Tanya Hakim.


"Saya ingin memperbaiki semua nya, yang Mulia. Saya ingin Saudari Andin memberi saya kesempatan Kedua, "Jawab Samuel.


Andin bertambah Geram kepalanya terasa mengebul. Memberikan nya kesempatan kedua? Ohooo, Tidak akan pernah terjadi Ferguso!.


"Apa lagi yang ingin Anda sampaikan?" ' Tanya Hakim lagi.


" Saya tidak ingin bercerai yang Mulia. Saya Khilaf, dan ingin mempertahan kan Rumah Tangga ini dengan Isteri saya. Itu saja yang ingin saya sampaikan, Terima kasih" Tutur Samuel.


"Silahkan kembali ke tempat. Saudari Andin Manopo selaku Penggugat silahkan maju ke depan. "


Setelah Samuel kembali duduk ke kebelakang, Kini giliran Andin yang maju kedepan duduk di kursi Pesakitan.


"Saudari Andin Manopo, anda sudah mendengar nya tadi Tanggapan Saudara Samuel Hartanto selaku Tergugat. Bahwasanya Saudara Samuel tidak mau bercerai dengan Anda. Bagaimana Tanggapan Anda? " Tanya Hakim.


"Saya tetap pada keputusan saya, yang Mulia. Saya mantap bercerai dengan nya. Tidak ada alasan untuk saya bertahan, dia sudah menyakiti hati saya, begitu juga dengan perlakuan keluarga nya. Saya mantap untuk bercerai". Ucap Andin tegas


Di belakang tampak Arum sedang mengomeli Samuel walaupun dengan suara berbisik. Dia bahkan mencubit karena Samuel bersikeras untuk mempertahan kan nya.


"Dasar Anak Bodoh! Apa kau sudah tidak waras! Untuk apa kau mempertahan kan rumah tangga mu? Perempuan itu bahkan tidak bisa memberi mu anak! Buka mata mu baik-baik " Omel Arum.


"Plak"


"Anak Bandel, " Arum mengeplak kepala Samuel.


"Saudari Andin, Anda sudah mendengar sendiri bahwa suami Anda Saudara Samuel tidak mau bercerai dari Anda. Apa Anda benar-benar tidak akan memberi nya kesempatan kedua ? " Tanya Hakim lagi.


"Tidak, yang Mulia. Tidak ada kesempatan kedua, ketiga dan seterus nya. Hati saya sudah tertutup untuk nya," Tegas Andin.


Majelis Hakim tampak sedang berdiskusi terkait keputusan maslah ini. Setelah itu dia berbicara lagi pada Andin.


"Baiklah, minggu depan kami akan bacakan Keputusannya. Silahkan nanti datang sesuai Jadwal yang akan di berikan oleh Panitera," Ucap Hakim.


"Baik, yang Mulia. Terima kasih, "Jawab Andin.


"Tunggu, yang Mulia. Apa boleh kami memasukan pembagian harta Gono-gini ?" Tanya Mama Samuel.


"Pembagian harta Gono-gini bisa di selesaikan dengan baik oleh Pihak Tergugat dan Penggugat. Mereka berdua tidak memasuk kan Perkara tersebut dalam Persidangn ini, " Ucap Hakim.

__ADS_1


"Tapi anak saya Samuel juga berhak mendapatkan sebagian dari Rumah yang di tinggali oleh Andin, Pak Hakim. " Protes Arum tidak tahu malu.


"Ma, sudah Ma. Jangan bikin malu, masalah Harta Gono-gini biar Pengacara yang urus, Ma. " Tutur Samuel, namun Arum tidak menggubris nya.


"Tunggu saja keputusan minggu depan, Ya? Sidang saya Tutup. Terima kasih! " Pimpinan sidang mengetuk Palu tanda sidang selesai. Mau tidak mau Arum diam, walaupun Hati nya Gondok.


Karena Persidangan sudah selesai, Andin tidak perduli lagi dia langsung bergegas meninggalkan ruangan sidang. Samuel berusaha untuk mengejar dia.


"Andin, Tunggu! "


Andin hanya menoleh sebentar , setelah itu dia langsung bergegas pergi meninggalkan Ruang sidang, Samuel dan Mama Arum. Hati nya masih kesal dengan Samuel yang Plinplan. Sekarang malah Samuel yang bersikukuh untuk tidak mau bercerai.


"Dasar Laki-laki sialan! " Umpatnya sambil melangkah kan kai dengan Cepat.


Samuel hanya bisa menatap punggung Andin sampai tubuh menghilang dari pandangan nya, Mama Arum sudah berdiri di samping nya sambil menepuk Bahu Samuel dengan keras.


Bug!


"Aw, sakit. Ma! " Pekik Samuel


"Kamu tadi kenapa bertindak bodoh! Kalau sudah mengakui semua, ya sudah. Tinggal bercerai apa susah nya sih? Kenapa kamu malah mau mempertahankan Rumah Tangga mu? Apa sih yang kamu pikirkan, gemes Mama dari tadi sama kamu, tuh!"


"Aku hanya ingin memperbaiki semua nya, Ma ". Jawab Samuel


"Kamu pikir gampang ? Sudah lah, percaya sama Mama. Lebih baik Amel dari pada Andin, masa depan nya Amel lebih terjamin, dia berasal dari keluarga kaya. Hidup mu pasti akan lebih bahagia dengan nya." Tutur Mama Arum.


Samuel memandangi Mama nya untuk sesaat, kemudian dia menghembuskan nafas dengan Kasar.


Arum kemudian berbicara pada pengacara yang Samuel percaya untuk membantu kasus nya.


"Pak Pengacara, tolong masuk kan harta gono gini Rumah dan juga Mobil. Minggu depan masuk kan materi itu dalam persidangan, sebelum Hasil keputusan keluar. Samuel juga harus mendapat kan Hak nya," Ucap Mama Arum.


"Baik, Bu."


Pengacara Samuel tidak banyak mengambil tindakan, dia hanya memantau pihak tergugat dan Penggugat saja.


Mereka bertiga kemudian pergi meninggalkan Kantor Pengadilan Agama itu, Samuel kembali ke Kantor.


Andin sudah berada di mobilnya, Dia tidak tahu jika Mobil nya juga di incar oleh Mama mertua nya. Sebagai harga gono gini yang harus di bagi 2 dengan Samuel. Sungguh malang nasib Andin Memiliki Mertua yang keterlaluan seperti Mama Arum.

__ADS_1


__ADS_2