KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 6. Sidang Mediasi


__ADS_3

Hari ini Andin berencana untuk menjual atau menyewakan Rumah yang Di Tempati selama ini. Andin akan selalu terbayang perselingkuhan Samuel dan Amel, dia tidak bisa melupakan kenangan buruk itu dalam Rumah nya.


"Tolong bantu saya ya Pak?" Ucap Andin Melalui Ponselnya. Andin menghubungi Developer untuk meminta bantuan menjual Rumah nya.


" Baik Bu, Kami akan coba Tawarkan dan akan menghubungi Ibu kembali jika sudah ada yang berminat". Jawab Developer.


Setelah menghubungi Tim Developer Andin langsung menghubungi Samuel. Bagaimana pun Rumah yang pernah mereka Tempati ada Hak Samuel juga, Cicilan Bulanan di Tanggung oleh Samuel, Andin hanya membayar Uang muka sebesar harga beli Rumah mereka.


" Aku sudah menghubungi Tim Developer untuk membantu memasang kan Iklan Rumah, Untuk di Jual atau di Sewakan. Kalau sudah terjual aku akan menghubungi kamu lagi". Kata Andin


"Baiklah, Aku akan menemui mu nanti untuk membahas nya". Jawab Samuel di Ujung sana


"Aku tidak bisa. Kita bisa bertemu di Pengadilan Saja!" Andin langsung menutup Telpon nya. "Mau menemui ku? Dih, Ogah amat!" gumam Andin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah Sidang pertama Andin dan Samuel. Awalnya Samuel menolak Perceraian, dia menyesali perbuatan nya. Samuel mengaku Bahwa telah Khilaf karena Amel menggoda nya lebih dulu. Samuel mengatakan mencintai Andin, Dia berharap masih bisa Bersama lagi.


Mendengar pentuturan Samuel Seperti itu membuat Andin Meradang, Bisa-bisanya Samuel membuat pernyataan Sampah di hadapan Hakim seperti itu, Hanya akan membuat Lama nya persidangan.


" Mohon yang Mulia Hakim mempertimbangkan permohonan saya, Bukti perselingkuhan nya sudah saya Lampirkan. Perselingkuhan bukan karena Ke khilafan tapi karena Pilihan, di lakukan atas kesadaran Penuh ke dua Pihak. Dan juga jika di sebut sebuah Ke khilafan tidak akan di lakukan berulang kali. Mereka sudah melakukan nya ber kali-kali. Saya rasa itu bukan kehilafan tapi kesengajaan." ucap Andin dengan lantang


Samuel terdiam mendengar pernytaan Andin, dia juga tidak berani menatap kedepan karena di tatap Tajam oleh Hakim. Untuk sidang hari ini mereka belum mencapai Kesepakatan bersama, dann akan di lanjutkan Sidang selanjutnya.


"Dasar Brengsek! Kamu sudah berselingkuh dengan Perempuan lain. Dan sekarang kamu juga mempersulit persidangan m!. Apa mau kamu sebenar nya Mas? Tidak cukup kamu menyakiti ku dengan perselingkuhan mu? Atau Kamu mau aku melaporkan dan menuntut mu dengan pasal perzinahan. Kamu mau seperti itu?" Teriak Andin ketika mereka keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Andin aku benar-benar menyesal. Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi, aku janji akan berubah dan tidak akan mengulangi nya. " Mohon Samuel


"Apa! Memberi kamu kesempatan? itu tidak akan pernah terjadi. " kata Andin. Enak sekali jadi Samuel dia yang berselingkuh, dia yang ingin pernah bercerai, dan dia juga yang meminta kesempatan untuk kembali. Dasae Pria tidak Waras. Batin Andin


Sepulang dari Pengadilan Agama, Andin mampir ke Taman. sudah semunggu ini dia tentu arah karena tidak ada pekerjaan. Iseng iseng dia membuka Aplikasi Lowongan Pekerjaan yang ada di Ponsel nya, dia melihat lihat beberapa perusahaan yang memposting lowongan Pekeejaan. Andin memasukan beberapa Dokumen lamaran kerja ke beberapa Perusaahan yang sudah dia pilih. Kemudian Andin memutuskan untuk beranjak dari sana dan pulang kerumah.


Sore nanti Andin berencana untuk pergi ber olahraga, dia akan pergi ke tempat Gym langganan nya. Sudah lama dia tidak pergi ke tempat gym, biasa nya setiap Minggu dia ber olahraga. kali ini dia akan melakukan apa pun untuk menyenangkan diri nya sendiri.


Sesampai di depan pintu Rumah, Mertuanya mama-Arum sudah menunggu di depan pintu. Muka nya terlihat sangat marah dia menatap Andin dengan tatapan ingin menerkam. Andin mendekati dan menyapa nya dengan Sopan. Walaupun, Mama Arum sering menyakiti Hati nya, tetapi Andin tetap menganggap nya sebagai orang tua yang patut di Hormati.


"Mama Arum" Sapa Andin. Dia mengulurkan tangan berniat untuk Menyalami Mertua nya.


"Dasar, Egois". Itu lah kata pertama yang keluar dari Mulut Mertua nya ketika melihat nya. " Anak ku juga berhak atas Rumah ini, kenapa kamu mengusir nya ? Teriak Arum dengan suara meninggi. Andin menjadi tidak enak hati, takut Para tetangga samping rumah nya mendengar teriakan mertua nya.


"Mama bisa sendiri". Ucap nya sambil Ngeloyor masuk dan langsung duduk.


"Jelasin, kenapa Samuel kamu usir dari rumah ini?.


Andin menghela nafasnya Sejenak.


" Mama Tahu atau Pura-pura tida tahu?" Tanya Andin


" Kurang ajar kamu ya. Di tanya baik-baik malah ngomong begitu?. Jawab Arum


"Apa Mas Samuel belum cerita ke mama, kalau Andin Menggugat Cerai di Pengadilan Agama?" kata Andin.

__ADS_1


" Apa ? Kamu yang Menggugai Cerai ? Berani sekali kamu" Jawab Arum tidak Percaya. Karena Selama ini jika Samuel ingin bercerai Andin selalu memohon agar tidak di ceraikan.


"Bukan nya selama ini mama mengharapakan kami segera Bercerai? Ke inginan mama sebentar lagi terkabul. " Kata Andin


"Bagus lah kalau kamu sadar diri. Jadi mama tidak perlu capek-capek menyuruh kalian segera bercerai. Tapi mama tidak setuju jika kamu yang mengambil Rumah ini. Samuel yang bayar Cicilan nya setiap bulan!. " Protes Arum


"Samuel Suami ku ma. Sudah sewajarnya dia yang membayar Cicilan Rumah dan menanggung kebutuhan Andin juga. Rumah ini Dp nya semua Andin yang bayar ma. Bahkan Dp nya setengah dari Harga Rumah ini." Andin menjawab. Dia tidak mau mengalah terus dengn Arum.


" Andin, Berani kamu ya ber teriak dengan mama, dasar Mantu Durhaka!. " Balas Arum


" Andin sudah cukup bersabar selama ini ma, dari sikap dan perlakuan mama ke Andin. Mama selalu ikut campur dalam masalah Rumah Tangga Andin dan Samuel. Sekarang, Andin menyesal tidak menandatangi Surat Cerai dari Dulu." Seru Andin.


Arun berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekati Andin lalu menampar nya.


Plak!


Andin memegangi Pipi yang di tampar oleh Mertua nya.


"Mama dari dulu sudah menahan diri untuk tidak menampar mu, karena Samuel melarang. Tapi sekarang mama sudah tidak perduli lagi." Teriak Arum dengan mata yang melotot.


Arum hendak melayang kan Tamparan untuk yang ke dua kali, Namun Andin segera menahan tangan Arum. Dia tidak akan membiarkan Mertua nya menampar diri nya lagi.


"Hentikan ma, Jika mama melewati batas. Andin tidak akan tinggal diam. Andin akan membalas mama". Andin tidak mau mengalah lagi, ini sudah masuk dalam kekerasan, Andin tidak mau di injak-injak lagi.


" Oh.. Pantesan kamu susah punya anak. Sama Orang Tua kamu saja berani. Dasar Durhaka!." Seru Arum

__ADS_1


__ADS_2