KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 17. Bertemu Hana


__ADS_3

Amel sedang menyiapkan diri menyambut kedatangan Sang kekasih pujaan hatinya. Dia menyemprot kamar nya dengan minyak wangi, dia juga sudah mandi dan memakai lingerie warna Hitam kesukaan Samuel.


Sebentar lagi Samuel akan datang kerumah nya, beberapa hari ini Samuel beralasan tidur di rumah mama nya. Rupanya Samuel berbohong pada Amel, padahal Samuel bermalam di rumah bersama Andin. Kalau Amel tahu pasti dia akan marah besar melihat Samuel kembali kerumah itu.


Amel menyemprotkan minyak wangi ke beberapa titik di tubuh nya. Parfum Vanilla kesukaan Samuel, dari kamar nya Amel mendengar suara mobil datang.


"Ah, Dia sudah datang," Gumam nya. Dengan cepat dia menyiapkan dirinya.


Samuel sudah datang, dia langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamar. Begitu membuka pintu, Amel sudah menunggu nya di depan pintu.


Dengan cepat Samuel menuntaskan hasrat nya, dia tampak terengah-engah setelah berhasil menembakan jutaan kecebong dari sarangnya. Nafasnya tersengal, peluh membasahi tubuhnya. Amel tampaknya belum puas karena Samuel mengakhirinya dengan cepat, biasanya durasi permainan Samuel lama. Namun sekarang Samuel sudah terkapar di samping Amel.


"Aku mau mandi dulu," Ucap Samuel begitu napas nya sudah kembali teratur. Amel meliriknya dengan kesal, dia pikir hari ini akan terjadi pergumulan panjang dan melelahkan setelah beberapa hari mereka tidak bertemu. Dia pikir hari ini akan Istimewa melebihi hari-hari sebelumnya. Namun ternyata Amel salah besar, dia tidak lebih hanya di gunakan sebagai pelarian Samuel.


"Menyebalkan!" Seru Amel yang di tinggalkan sendirian di atas ranjang.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Samuel yang sudah selesai mandi sambil mendekat ke arah Amel, dia tidak merasa bersalah sama sekali.


Sementara itu, Amel hanya melirik nya. Dia kesal pada pria yang ada di sampingnya, benar-benar tidak peka.


"Enggak apa-apa!" Jawab Amel singkat.


"Mau lagi?"


"Enggak!" Tolak Amel dengan cepat.


"Terus kenapa wajah mu cemberut, gitu?"


Amel tidak menjawab, dia membuang muka ke arah lain.

__ADS_1


"Apa karena kejadian barusan? Maafkan aku, itu karena aku sudah tidak tahan lagi, sayang." Ucap Samuel memberikan alasannya, dia mengelus dan mencium punggung Amel yang masih polos tanpa tertutup apa pun.


"Lepasin aku!" Ucap Amel langsung beranjak ke kamar mandi.


Samuel menghela napas panjang dan menatap punggung Amel yang kemudian menghilang di balik pintu. Samuel kemudian menyadari bahwa Amel sedang kesal padanya, tetapi Samuel adalah pria licik. Dia pintar mengambil hati Amel, Samuel mengubah tampilan kamar menjadi remang-remang dan menyiapkan sebotol Wine dan dua gelas di atas tempat tidur. Amel yang baru saja keluar dari kamar mandi selalu saja luluh jika Samuel berbuat manis padanya.


"Kemarilah sayang. Hukum aku!" Ucap Samuel seolah memasrahkan dirinya, sambil matanya berusaha menggoda.


Amel langsung mendekat lalu duduk di pangkuan Samuel, sambil mengambil segelas Wine yang sudah Samuel siapkan. Mereka menyesap manisnya wine bersama-sama sambil sesekali berciuman. Amel sudah melupakan kekesalannya tadi, segampang itu dia memafkan Samuel.


"Sayang, tdi kamu bilang paman kamu sudah punya daftar baru untuk posisi manager keuangan. Sebesar apa peluang ku untuk terpilih?" Bisik Samuel.


"Kamu kenapa begitu tidak sabaran, sih? Besok malam minggu adalah hari ulang tahun pamanku. Pestanya akan di adakan di ballroom hotel milik kakek ku. Usahakan kamu datang hari itu, untuk mendapatkan kejutan menyenangkan dari nya." Jawab Amel.


"Kamu yakin aku yang terpilih nanti sebagai manager keuangan yang baru?" Tanya Samuel.


Mendengar itu, Samuel langsung membungkam bibir Amel dengan mulutnya. Tentu saja dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang menghampirinya. Dia akan mengambil peluang ini sebaik mungkin dan akan memuaskan Amel dengan cara apapun. Posisi manager keuangan di perusahaan nya termasuk banyak yang mengincar jabatan itu, biasa nya hanya akan di tempati oleh keluarga atau kerabat pemilik perusahaan. Ini kesempatan Samuel naik jabatan tanp harus menunggu masa kerja berpuluh-puluh tahun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Samuel sibuk membuat bahagia Amel demi mendapatkan jabatan Manager keuangan dikantornya. Andin masih bingung mau pergi kemana lagi, Sindi masih lembur sementara itu dia masih belum mau pulang ke rumah nya.


"Ah, pergi ketempat bermain saja, deh!"


Andin bergegas menuju time zone tempat permainan anak-anak yang berada di dalam mall. Andin membeli kartu dan mengisi saldonya, setelah mendapatkan dia mulai bermain permainan yang masih bisa di lakukan oleh nya seperti, Balapan motor, balapan Mobil, bombom car dan sebagainya.


Andin meliuk-liuk seolah sedang balapan sungguhan, dia bahkan berteriak kesal ketika mobil balap nya keluar dari trek permainan.


"Tante Cantik!" Sapa gadis cilik.

__ADS_1


Andin yang sedang asyik bermain tidak menghiraukan panggilan itu. Hingga akhirnya gadis cilik itu menepuk lengan nya dan memanggilnya sekali lagi.


"Tante Cantik!"


Andin langsung menoleh, seketika dia mengenali wajah gadis cilik itu.


"Hana? Kamu sendirian di sini? Mana ibu kamu?" Tanya Andin celinguk-celinguk mencari keberadaan ibu Hana.


Hana terlihat murung, tangan nya menunjuk ke sebuah tempat di mana ibunya malah sedang asyik bermain dengan Pacarnya.


"Astaga ibu macam apa yang malah enak-enakan pacaran dan anaknya di telantarkan sendirian begini?" Andin terlihat kesal dengan kelakuan ibu Hana.


"Mau tante anterin buat nyusul kesana?"


"Enggak mau, Tan. Nanti Mommy bilang Hana ganggu," Jawab gadis cilik itu dengan polos.


Andin benar-benar tidak habis pikir, ada seorang ibu yang tega meninggalkan anaknya lalu dia bersenang-senang sendiri.


"Memang nya Hana mau main apa? Mau tante temenin?" Tanya Andin.


"Saldo Hana sudah habis, Tante."


"Mana kartu bermain nya biar tante isiin."


Hana menyerahkan kartu permainan miliknya, lalu Andin pergi ke Counter dan Top Up kartu milik Hana. Setelah selesai dia menyerahkan kartu itu kepadanya lagi.


Mohon dukungannya untuk karyaku ya~


Like, Komen, Share dan juga Follow!

__ADS_1


__ADS_2