KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 11. Healing


__ADS_3

Samuel telah tiba di kantor, dia mendengar Rekan kerja nya sedang berkasak kusuk. Gosip perceraian antara diri nya sudah mulai menyebar, entah dari mana gosip itu bermula. Mereka menyebut alasan Andin keluar dari perusahaan karena Andin mengetahui kalau Samuel berselingkuh dengan teman satu kantor.


Satu-satu nya orang yang tahu Perselingkuhan Samuel dan Amel hanya Sindi. Namun Andin sudah berpesan pada Sindi agar tidak menyebarkan berita itu pada rekan kantor yang lain nya.


Tetapi mungkin saja oda rang yang tahu kalau mereka berdua berselingkuh, karena Samuel dan Amel mulai terang-terangan terlihat dekat. Amel yang sudah tidak sabar mempublikasikan hubungan mereka, padahal Samuel sudah memperingatkan nya untuk bersabar.


Kalau Amel tahu jika Samuel tidak mau menceraikan Andin, mungkin dia kan mengamuk karena merasa di bohongi.


Begitu sampai di ruangan nya, Samuel bergegas mengirim pesan pada Amel.


[Baby, Mulai sekarang Jaga sikap mu. Gosip mengenai hubungan kita sudah mulai menyebar, jangan sampai kita ketahuan. ] Tulis Samuel.


Amel langsung membalas Pesan itu.


[ Biar saja orang tahu. ]


[ Kamu mau aku di pecat ? ] Balas Samuel.


[ Ah, Menyebalkan! Bagaimana hasil sidang tadi? Kapan ketok palu nya? ] Tanya Amel Penasaran.


[ Tunggu minggu depan. ] Jawab Samuel singkat. Entah kenapa dia tidak suka setiap kali Amel bertanya kapan dia cerai, justru itulah yang membuat nya enggan menceraikan Andin.


[ Aku sudah tidak sabar menunggu status Duda mu, kita bisa Go Publik dan Menikah. ] Tulis Amel sambil menambah banyak emoticon Love warna merah. Samuel mengabaikan Pesan Amel.


Samuel pusing memikirkan keinginan Mama nya mengenai pembagian Harta Gono gini, padahal dia sudah merelakan Rumah dan Mobil untuk Andin. Dia merasa tidak berhak, Andin lah yang lebih berhak mendapatkan semua nya.


"Bagaimana aku tega mengambil itu dari Andin? Dia yang lebih berhak atas Rumah dan Mobil itu. "


Samuel mengacak-acak rambut nya. Beberapa rekan kerja memperhatikan diri nya. Mereka menatap aneh Samuel yang terlihat Kacau. Sejak Andin mengajukan Gugatan Cerai, wajah samuel memang kelihatan tidak bersemangat. Mama nya selalu membuat nya pusing, selama ini dia memang sangat patuh pada Mama nya. Sekarang dia menuai sendiri akibat menuruti semua kata mama nya.


****


Andin membawa mobilnya melaju kejalan Raya. Dia tidak memiliki arah dan tujuan, dia hanya mengikuti jalan yang ada di depan nya. Andin bahkan tidak sadar kalau dia membawa mobil nya sampai keluar kota.

__ADS_1


Kini Andin berada di Kota B. Dia melihat Alroji di pergelangan tangan nya, sudah lewat jam makan siang. Dia berencana untuk istirahat dan mengisi perut nya.


Di pinggir jalan Andin melihat ada Warung Tukang Bakso, dia kemudian singgah di warung itu lalu memesan Pesanan nya.


"Bang, Bakso Daging 1 sama Es Jeruk, ya" Pesan Andin.


"Oke, Neng!"


Abang bakso dengan sigap langsung meracik bakso Pesnanan Andin, tidak lama kemudian semangkuk bakso yang kuah nya masih panas tersaji di hadapan Andin. Dia menambah sambal 2 sendok, lalu menambah Kecap, saat-saat seperti ini memang paling bagus makan yang pedas-pedas biar Plong.


Dengan lahap Andin memakan bakso pesanan nya, hingga keringat nya keluar semua. Lega, itulah yang dia rasakan. Dia kemudian menyerumput Es jeruk yang menyegar kan, seketika dahaga nya terpuaskan. Setelah makan kuah pedas dan panas, di dinginkan dengan Es Jeruk.


"Ah, Nikmatnya! " Ucap nya tanpa Sadar.


Andin melepas penat sejenak di sana.


"Bang, tempat wisata di sini dimana ya? " Tanya Andin pada penjual Bakso.


"Oh, Lurus saja, Neng. Nanti ketemu perempatan belok kanan, tidak jauh dari sana ada kebun Strowberry dan Wisata Air Terjun. " Jelas abang penjual Bakso.


Andin melanjutkan perjalanan nya, tadi dia memang tidak punya tujuan, tapi sepertinya pergi ke kebun strowberry lumayan juga. Siapa tahu setelah ini, kekesalan menghilang. Dia ingin melupakan sidang yang dia jalani hari ini. Andin tidak ingin menangisi ataupun menyesali yang sudah terjadi.


"Untuk apa aku menangisi perceraian ini? Justru aku senang dengan bercerai dengan Mas Samuel, aku tidak perlu lagi menahan sakit hati ku. Suami dan Mama mertua sama-sama Toxic," Umpat Andin.


Andin menemukan perempatan yang di sebut oleh abang bakso, lalu mencari petunjuk tentang Strowberry yang juga satu jalur dengan Wisata air mancur.


Seketika Andin merasa Plong, Alam sekitar yang teduh mendamaikan hatinya. Di tambah udaranya yang segar, jauh dari Polusi.


"Apa aku pindah ke sini saja ya " Batin nya.


Tidak jauh di depan nya, ada petunjuk ke kebun strowberry. Andin mengikuti arah petunjuk begitu dia sampai di kebun Strowberry, tempat parkir mobil terlihat penuh. Andin bergegas mencari Spot kosong, beruntung dia mendapatkan nya. Lalu memarkir mobil nya.


"Mohon tas nya di simpan di loker, ya kak? Barang berharga nya di pindahkan kesni. " Ucap karyawan yang bertugas sambil menyerahkan Totebag transparan dan keranjang tempat Strowberry.

__ADS_1


"Ok, Terima kasih"


Hamparan tanaman Strowberry membentang luas di hadapan nya. Pengelola menanam nya secara bertingkat, warna yang merah menyala dan bergelantungan sungguh memanjakan Mata.


"Wah, gila sih, ini! Harusnya aku tahu dari dulu tempat ini " seru andin


Seorang gadis kecil dari tadi memperhatikan Andin yang menikmati buah Strowberry. Gadis kecil itu ingin juga memakan Strowberry tetapi dia sedikit ragu, di keranjang kecilnya ada beberapa buah Strowberry. tetapi dia tidak berani memakan nya. Andin menjadi salah tingkah sendiri di tatap gadis cilik itu.


"Adik mau Strowberry juga? Kalau mau Cicipin aja, ini Manis kok. " ucap Andin.


"Tante Bohong! Punya Hana kok rasa nya Asem, " Jawab gadis Cilik itu bernama Hana.


"Masa sih, Nih cobain punya Tante. " Andin memberikan Strowberry yang tadi dia petik.


"Beneran Manis, Tante? "


"Kamu coba saja, tadi punya Tante manis kok. " Jawab Andin.


Hana akhirnya menggigit ujung Strowberry yang di berikan Andin.


"Ehm, iya. Punya Tante Manis, kenapa punya Hana Asem ya? "Tutur gadis Cilik itu.


Saat sedang Asyik bercengkrama, datang seorang perempuan menarik Hana dengan kasar.


"Kamu ya, sudah mommy Peringatkan untuk tidak berbicara sama orang asing, kok enggak mau dengar sih? " tutur Perempuan itu.


"Maaf, Bu. Saya tidak ada maksud jahat. Saya cuma berbagi Strowberry saja,"Jelas Andin.


"Iya, Mommy. Tante ini baik, dia memberikan Strowberry nya yang manis kepada Hana. "Jelas Hana.


"Kamu itu, ya. Bandel banget kalau di kasih tau! "Ujar Ibu Hana.


"Mommy gak perduli sama Hana! Mommy sibuk pacaran sama Om. Hana mau ikut Daddy saja, Hana lebih suka tinggal sama Daddy.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Hana Tantrum, dia menangis sejadi jadi nya. Andin menjadi tidak enak hati melihat Hana menangis, tetapi dia tidak punya hak untuk ikut campur.


Tolong Like, komen dan Share ya teman-teman.


__ADS_2