KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 32. Have fun


__ADS_3

Samuel menghampiri Andin, mereka saling bertatap muka.


"Semoga setelah ini kamu tidak mengejar aku lagi, Mas. Lepaskan aku dan lupakan aku, mari kita sama-sama hidup bahagia dengan jalan yang kita ambil masing-masing." Harap Andin.


"Aku tidak akan menyerah, Ndin. Aku yakin suatu saat kamu akan kembali kepadaku, untuk saat ini mari kita berpisah dengan cara seperti ini. Aku hanya mengambil satu langkah mundur, tetapi kelak aku akan maju untuk mendapatkan kamu lagi." Tutur Samuel.


Darwis yang mendengar itu menjadi meradang karena kesal.


"Ahm! sebaiknya Anda melupakan keinginan bodoh itu, selama saya masih hidup, saya tidak akan menbiarkan Anda menyentuh Andin lagi!" Ancam Darwis.


"Kita lihat saja nanti!" Ucap Samuel sambil menyeringai.


Mereka semua akhirnya meninggalkan ruang sidang Pengadilan Agama tersebut.


"Kalau dia masih mengganggu kamu hubungi saja aku, Ndin!" Ucap Darwis.


"Tenang saja, Mas. Aku rasa untuk sekarang dia tidak akan berani menggangguku lagi."


"Oke, sekarang kita mau kemana merayakan status baru kamu, ini?" Tanya Darwis.


"Bagaimana kalau nanti malam saja, Mas?"


"Apa kita akan Dinner romantis?"


"Lihat saja nanti malam ya, Mas?" Jawab Andin yang membuat Darwis penasaran.


"Kenapa sekarang kamu jadi penuh teka-teki begini, Ndin?"


"Ah, itu perasaan kamu saja, Mas." Tutur Andin.


"Baiklah, aku tunggu kabar darimu nanti malam, ya?"


"Ok, Mas!" Jawab Andin.


Dengan langkah tegap, Andin menyusuri koridor pengadilan agama itu, dia menuju ketempat parkir. Dia menghampiri mobilnya lalu pergi dari sana.


"Aku akhirnya terbebas juga dari Suami penghianat dan Mertua resek seperti Mama Arum. Bye bye kalian berdua!" Ucapnya penuh tekad, perasaannya sekarang benar-benar lega.


"Siapa dulu yang akan aku kabari tentang berita ini ya? Andin menjadi bingung sendiri. Apakah Angga atau Sindi? Atau PAk Rendra?


Ah, buat apa Pak Rendra tahu.


Di tengah kebimbingan itu Andin membawa mobil nya pulang kerumah, Andin memutuskan untuk akan memberitahu Angga lebih dahulu. Angga saat ini adalah orang yang terdekat dengannya, terlebih lagi dia masih menumoang dirumah Angga.


Dengan bersenandung ria, Andin pulang kerumah dia sudah tidak sabar ingin memberi tahu Angga tentang berita ini.


Begitu Andin membuka pintu, Angg memberinya kejutan.


"Surprise!"

__ADS_1


Dia meniup terompet dan meledakkan balon di hadapan Andin. Tanpa Andin beritahu Angga pun sudah yakin bahwa keputusan itu pasti akan berpihak kepada Andin. Angga bahkan yakin 100% kalau Andin yang akan memenangkan kasus ini, dan pengajuan penggugatannyabakan di kabulkan.


"Astaga, Angga! Kamu membuatku terkejut," teriak Andin.


"Kamu memenangkan kasus itu, bukan?"


"Menurut lo?" Tanya Andin.


"Kalau di lihat-lihat dari raut wajah kamu yang berseri-seri nampak bahagia seperti ini berarti itu tandanya kamu menang!" Ucap Angga penuh keyakinan.


Andin tersenyum.


"Yes, I am Divorce! Aku resmi menjanda!" Ucap Andin bahagia. Bagi sebagian orang status janda membuatnya sedih, tapi bagi Andin, status itu memang yang di tunggu-tunggu.


"Selamat ya, Ndin! Selamat membuka lembaran baru. Mari kita isi hidup kita dengan hal-hal yang berarti dan membahagiakan," Ucap Angga.


"Tentu, Dong. Mari kita hidup bahagia."


Keduanya pun tersenyum.


Andin meraih ponselnya, dia kemudian menulis pesan kepada Sindi.


[ Kasih aku selamat dong, Bestie! ] tulis Andin.


[ Apa keputusannya sudah keluar? ] Balas Sindi.


[ Yes, aku resmi menjanda! ]


[ Oke, mari kita menggila bersama. ] balas Andin tidak pakai lama.


Kedua sahabat ini sepertinya sudah menyiapkan hal yang gila.


...----------------...


Sindi hari ini meminta izin untuk pulang lebih awal, dia beralasan kalau malam ini memiliki urusan yang sangat penting. Begitu meninggalkan tempat kerja dia berteriak senang, Dia menelpon Andin kemudian.


"Halo, Ndin! Jadi kan malam ini kita Have Fun?" Tanya Sindi.


"Jadi dong, Bestie! Kita makan enak lebih dahulu habis itu kita ke clubbing! Kita party sampai pagi, merayakan hari kebahagian ku," seru Andin.


"Pokoknya kita Happy-happy sampai pagi, Oke?"


"Tentu saja, ayo kita hempaskan masalah kita malam ini. Kita harus bersenang-senang!" Ucap Andin.


"Oke, aku pulang dulu lalu mandi dan bersiap-siap. Dresscode nya apa malam ini?"


"Merah!" Jawab Andin.


"Ok!" Sindi memutus panggilan telpon.

__ADS_1


Sementara itu Andin kini sedang bersiap-siap. Dia ingin berdandan cantik malam ini, memakan dress berwarna maroon yang di beli waktu itu beserta dengan sepatu heels berwarna senada yang membuatnya terlihat sexy dan glamor. Andin ingin tampil total dan maksimal malam ini, dia juga bermakeup bold supaya lebih menantang dan terkesan mahal. Andin berdiri di hadapan cermin, dia mengagumi dirinya sendiri.


"See, aku begitu cantik dan mempesona. Mulai sekarang aku tidak akan menyia-nyiakan pesona yang ku miliki ini," Ucapnya.


Andin meraih tas kecil untuk menyempurnakan penampilannya. Setelah di rasa semuanya sudah siap, Dia kemudian mengirimkan pesan kepada Sindi.


[ Sin, kita makan malam di tempat yang biasa, ya? Aku otw kesana. ]


Tidak beberapa lama kemudian Sindi membalas pesan tersebut.


[ Ok, aku langsung meluncur kesana sekarang juga. ]


Kedua sahabat itu kemudian meluncur kesebuah restoran yang ada di sebuah hotel. Mereka berdua menikmati makan malam di sana.


"Lihatlah perceraian membuatmu semakin cantik! Aku yakin Samuel bakalan menyesal sampai mati!" Puji Sindi.


"Bukankah aku cantik dari dulu," ucap Andin narsis.


Keduanya kemudian tertawa mengangkat gelas wine mereka lalu bersulang.


"Bersulang untuk status baru kamu!" Tutur Sindi.


"Bersulang!"


Senang rasanya bisa menghabiskan waktu bersama dengan sahabat dekat kita, bercerita ngalor-ngindul tidak jelas di selingi dengan tawa. Itu yang kini Andin rasakan.


"Sin, kamu ingat enggak sama Darwis, yang dulu pernah aku ceritakan?"


"Darwis siapa?"


"Itu lho, mantan cinta pertamaku waktu zaman sekolah dulu. Dia adalah orang yang membantu proses perceraianku, gila enggak? Aduh, sempit banget dunia!" Ucap Andin.


"Hah, beneran serius?"


"Iya beneran, Sin. Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa bertemu dengan dia kembali dalam keadaan seperti ini, mungkin sudah jalannya saat aku mencari pengacara langkah kakiku tiba-tiba menuntunku kesana. Dia yang membantu proses perceraianku semuanya. Sebenarnya aku mengundang dia untuk makan malam bersama kita, tetapi sayangnya dia ada pekerjaan penting yang tidak bisandi tinggalkan. Jadi dia tidak bisa bergabung bersama kita, tapi katanya dia akan menyusul kita party di atas. Nanti aku kenalin dia sama kamu." Jelas Andin panjang lebar.


"Aku jadi enggak sabar untuk bertemu dengannya. Siapa tahu dia bisa membantuku untuk menuntut nenek lampir itu karena sudah menggunakan wewenangnya kelewat batas," tutur Sindi.


Andin melirik Alroji di pergelangan tangannya.


"Sin, sudah waktunya nih! Ayo kita party!"


"Lets go!" Teriak Sindi.


Setelah membayar tagihannya mereka langsung pergi keatas menuju diskotik, tempat itu sudah mulai ramai dari pintu saja sudah terdengar suara jedag jedug.


JEmpol mana jempol! jempol dong Bestie!! Kalau jempolnya banyak Up 2x sehari.


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!

__ADS_1


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2