KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 30. Rendra Dirgasatya


__ADS_3

Andin masih belum sadar, kalau ada seseorang di pintu tengah bersedekap sambil menyilangkan kakinya sedang memperhatikan dirinya, Orang itu adalah Rendra Dirgasatya. Andin masih dengan pedenya bernyanyi-nyanyi tidak jelas. Coba tadi Andin tidak memutar musik kencang-kencang, mungkin dia akan mendengar kalau Pak Rendra mau masuk kedalam kamarnya.


Lama kelamaan Andin merasakan sesuatu yang tidak enak, perasaannya mengatakan kalau seseorang sedang memperhatikan dirinya. Andin berusaha menepis perasaan itu, Bukankah Pak Tarno bilang kalau pemilik tempat ini ketika weekend begini tidak ada di tempat? Andin melirik ke sudut ruangan yang memang di pasang CCTV.


"Ah, CCTV itu yang mengawasiku," gumamnya.


Andin kemudian mematikan ponselnya yang saat ini sedang memutar musik. Dia terkejut ketika melihat ke arah pintu, seorang laki-laki berahang tegas, dengan sorot mata yang tajam tengah memandang ke arahnya.


"Anda siapa?" Seru Andin.


"Menurutmu, orang yang punya akses untuk masuk ketempat ini siapa?" Pak Rendra bertanya balik.


"Apa anda Pak Rendra?" Tanya Andin memastikan.


Pak Renda tersenyum, lalu berkata,


"Kalau bukan, bagaimana aku bisa masuk ke sini?"


Andin seketika memerah wajahnya, dia malu kedapatan bekerja sambil bernyanyi dan berjoget tidak jelas. Kalau suaranya mersu sih tidak apa-apa ini mirip kaleng rombeng.


"Ma-maaf, Pak. saya tadi,..."


"It's ok. Lakukan saja sesuka hati kamu, yang penting kerjaan beres." Ucap Pak Rendra. Dia kemudian masuk kedalam mengambil sesuatu di dalam berankas yang berada di tengah-tengah gantungan bajunya.


"Kamu beneran Andin, yang direkomendasiin olwh Pak Tarno, bukan?"


"I-iya, Pak!" Jawab Andin tergagap.


"Aku kira kamu sudah berumur. Soalnya yang sebelumnya Pak Tarno juga yang merekomendasikan untuk bekerja di sini, sudah ibu-ibu." Ujar Pak Rendra.


Tiba-tiba dia membuka bajunya, dan memilih baju kaos sebagai gantinya. Seketika Andin memejamkan matanya, lalu memutar tubuhnya. Namun terlambat, tadi dia tidak sengaja sudah melihat oerut sixpack Pak Rendra.


"Astaga, mati aku!" Ucap Andin dalam hati. Bos barunya ini apa tidak melihat kalau ada orang lain di sana, ganti baju seenaknya seolah-olah Andin di anggap tembok.


"Kamu kenapa menjadi Asisten rumah tangga? Kamu masih muda, masih banyak di luar sana pekerjaan bagus yang mau menerima kamu," ucap Pak Rendra lagi.


Dia menyemprotkan deodorant ketubuhnya, wanginya yang khas dan lembut menyita perhatian Andin.

__ADS_1


"Wangi," batin Andin menikmati. Dia sampai lupa kalau lupa kalau belum menjawab pertanyaan Pak Rendra tadi, Pak Rendra mendekatinya dan berdiri di hadapannya.


"Andin!" Tegurnya.


"Eh, iya, pak!" Jawab Andin spontan membuka matanya. Saat melihat Pak Rendra berdiri persis di depannya, Andin mundur beberapa langkah.


"Kamu malah melamun, aku tadi nanya, kenapa kamu mau bekerja sebagai asisten rumah tangga di usia mu yang masih muda begini? Tidak kah kamu merasa telah membuang masa mudamu?" Tanya Pak Rendra penasaran.


"I-tu Pak, saya tidak suka menganggur saja."


 Jawab Andin.


Pak Rendra mengerutkan dahinya.


"Keahlianmu apa?"


"Saya tidak punya keahlian apa-apa, Pak" jawab Andin sekenanya.


"Bisa masak?"


Andin menggeleng. Dia memang jarang masak selama ini, kalaupun memasak itu pun hanya di weekend saja.


Pak Rendra tertawa mendengar jawaban Andin.


"Kalau itu sih, anak SD juga bisa."


Andin hanya bisa menyengir karena di samain sama anak SD.


"Maaf, Pak. Bilang Pak Tarno saya tidak perlu pintar masak, karena kerjanya hanya bersih-bersih saja di sini." Jawab Andin menundukkan kepala.


"It's ok. Aku memang tidak mencari orang yang pintar masak, aku hanya bertanya, siapa tahu kamu pintar masak?"


"Iya, Pak. Maaf kalau saya tidak bisa masak," jawab Andin seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bisa membantuku menyiapkan barang-barang keperluanku? Aku harus lergi keluar kota selama 3 hari."


"Oh, bisa Pak. Bapak pergi untuk acara formal atau informal? Daerah pantai atau pegunungan? Apa perlu disiapkan baju renang?"

__ADS_1


Pak Rendra terperangah dengan pertanyaan cepat Andin. Dia seperti hapal barang apa saja yang perlu di siapkan untuk orang yang akan pergi keluar kota.


"Kamu sepertinya terampil, apa kamu pernah bekerja seperti ini sebelumnya?" Tanya Pak Rendra, kali ini dia yang penasaran dengan Andin.


"Saya belum pernah bekerja sebagai Asisten, Pak. Tetapi saya paham apa saja yang perlu di siapkan kalau ingin pergi dinas keluar." Jawab Andin.


Bagaimana dia tidak hapal, selama ini hampir setiap minggu Andin pergi keluar kota. Jadi dia paham apa yang harus di siapkan.


"Kamu sebelumnya kerja di mana?" Tanya Pak Rendra lagi.


"Di salah satu perusahaan di kota ini, Pak. Jadi Bapak akan pergi ke daerah mana ini, biar saya segera siapkan?" Tutur Andin mencoba mengalihkan pembicaraan biar tidak ditanya terus tentang pribadinya.


"Ke Bali."


Tanpa menunggu lagi, Andin kemudian mengambil koper, lalu menyiapkan keperluan Pak Rendra. Pak Rendra memperhatikan semua yang Andin lakukan, benar-benar gerak cepat dan tepat. Pak Rendra tersenyum puas.


"Apa ada lagi barang yang perlu di bawa, Pak?"


"Cukup, itu saja sudah cukup." Jawab Pak Rendra sambil memberikan jempolnya untuk Andin.


"Kalau begitu, saya permisi mau membersihkan ruang kerja dulu ya, Pak?" Sisa ruangan itu saja yang belum Andin bersihkan.


Sebenarnya Andin tidak kuat berada lama-lama dekat dengan Pak Rendra, dia merasa salah tingkah sendiri. Baru kali ini dia bekerja sebagai Asisten rumah tangga dan malah mendapat bos seperti Pak Rendra. Mahluk ganteng berkharisma yang membuat Andin salah tingkah dan merasa malu sendiri ketika berada satu ruangan dengannya.


Tanpa menunggu persetujuan dari Pak Rendra, Andin bergegas pergi. Itu demi menjaga kesehatan jangungnya yabg tiba-tiba saja berdebar tidak karuan dari tadi, Andin sendiri tidak tahu kapan dadanya berdebar-debar. Apakah sejak melihat perut Pak Rendra tadi?


"Ah, bodo amat. Lebih baik aku segera menyelesaikan semua pekerjaanku, jadi aku bisa segera pulang." Ucap Andin.


Hampir satu jam Andin membersihkan ruangan kerja itu, akhirnya pekerjaannya selesai juga.


"Mungkin Pak Rendra sudah pergi," Batin Andin. Dia langsung menuju kedapur. Alangkah terkejutnya Andin karena Pak Rendra sedang berada di sana. Dia pikir Pak Rendra tidak pernah menyentuh dapur, tetapi dia malah memasak sendiri.


"Apa yang harus aku lakukan? Memasak tidak ada dalam jobdesk yang di tulis. Tetapi peralatan yang kotor itu tetap harus aku bersihkan."


Andin akhirnya menggalau sendiri dan dia memberanikan diri menawarkan bantuannya.


Jempolnya yang kenceng dong, Bestie!! Kalau jempolnya banyak saya mau Up 2x sehari.

__ADS_1


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2