KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 37. Dukungan


__ADS_3

Samuel yang mencari keberadaan Amel karena tidak kunjung kembali dari toilet, tiba-tiba juga sampai di sana dan menghampiri keributan tersebut.


"Apa-apan ini, ada keributan seperti ini kenapa tidak di hentikan?" Tanya Samuel. Dia masih belum menyadari jika yang terlibat perkelahian itu adalah, Andin, Amel dan juga Sindi.


"Hentikan saja kalau kamu bisa," Ucap Angga. Samuel menoleh ke arah Angga.


"Ternyata kamu!" Pekik Samuel begitu mengetahui kalau orang yang berbicara dengannya adalah Angga. Dia tidak dapat melupakan wajah berengsek itu, yang tempo hari sempat dia terjang.


"Aah, rupanya itu kau, mantan Andin!" Balas Angga. Mendengar Angga menyebut mantan Andin, Pak Rendra langsung memandang ke arah Samuel.


"Apakah dia orangnya, mantan suami Andin?" Batinnya. Pak Rendra menatap Samuel sejenak, Samuel juga menatap Pak Rendra dan juga Darwis.


"Kamu juga ada sini? Dan pengacara ini juga? Lalu apakah yang sedang jambak-jambakan itu adalah Andin?" Tanya Samuel.


Samuel syok luar biasa, dia mendapatkan kejutan beruntun kali ini. Para pria yang pernah membuatnya hampir menggila itu ada di hadapannya. Laki-laki yang mengelilingi Andin, yang sempat membuat darahnya mendidih saat melihat Andin bersama mereka.


"Hei Bro, apa kamu mantannya Andin?" Tanya Pak Rendra memastikan.


"Kalau iya kenapa? Memangnya apa urusannya denganmu?" Jawab ketus Samuel. Dia bertanya-tanya dalam hati siapa lagi Laki-laki ini, kenapa dia bertanya seperti itu.


Kehebohan dari ketiga wanita itu memaksa petugas keamanan datang kesana. Mereka berusaha melerai mereka yang sedari tadi tidak kunjung selesai jambak-jambakannya.


"Ada apa ini? Apa mereka sedang berkelahi?" Tanya seorang petugas keamanan berpakaian serba hitam itu.


"Tidak, mereka sedang latihan. Yang satu latihan ngerap, satu lagi latihan berkelahi, dan yang satunya latihan menjambak." Celetuk Pak Rendra.


"Hah?" Petugas keamanan itu melongo mendengar jawaban Pak Rendra.


"Sudah tau mereka jambak-jambakan begitu. Kok masih nanya!" Seru Pak Rendra lagi. Petugas keamanan langsung diam, kena mental.

__ADS_1


Samuel maju mendekati mereka bertiga, dia bermaksud untuk melerai mereka. Pertama dia menarik tangan Andin agar melepaskan jambakan tangannya dari rambut Amel.


"Andin, lepasin tangan kamu. Semuanya sudah selesai kan? Jadi buat apa lagi berkelahi?" Tanya Samuel. Dia masih mengira Andin masih marah kepada Amel gara-gara perceraian mereka.


Mendengar suara Samuel, emosi Andin tiba-tiba meledak.


"Ini dia penghianatnya!" Ucap Andin. Dia melepaskan tangannya dari kepala Amel, lalu berpindah menjambak rambut Samuel.


"Aaa,...aduh, Andin! Kenapa jadi aku yang di jambak? Lepaskan tangan kamu, Ndin!" Teriak Samuel. Dia memegangi tangan Andin supaya menjauh dari kepalanya, sementara itu Andin merasa puas karena bisa menyalurkan kekesalannya.


Angga, Darwis dan juga Pak Rendra bukannya melerai malah menertawakannya. Petugas keamanan yang berdiri di sana juga bingung bagaimana cara mengatasinya.


"Hahahah,... kapok kamu! Rasain! Syukurin! Ayo, Ndin. Jambak rambutnya sampai rontok semua jangan di lepas sampai dia botak," teriak Angga.


"Terus, Ndin! Jambak sepuas hati kamu. Luapkan saja emosi mu yang selama ini tertahan pada laki-laki yang sudah menghianati kamu itu, dia pantas untuk mendapatkannya." Timpal Darwis.


"Bapak-bapak ini bagaimana, bukannya di lerai kenapa malah di dukung? Jadi tontonan gratis nih lama-lama," ucap salah satu petugas keamanan.


"Biarkan saja dulu, Pak. Kalau sudah capek nanti juga mereka akan berhenti sendiri." Ucap Pak Rendra kepada security.


Angga dan Darwis memandang ke arahnya.


"Apa? Kenapa kalian menatap saya seperti itu? Apa saya mengatakan sesuatu yang salah?" Tanya Pak Rendra pada mereka berdua.


"Ayo, Pak. Bantu kami menghentikan mereka," Pinta Security itu.


Sementara Andin seperti mendapat kesempatan meluapkan kekesalan nya kepada Samuel, dia menarik rambutnya sekuat tenaga yang dia punya saat ini.


"Stop, Ndin! Hentikan!" Teriak Samuel. Kali ini suaranya terdengar nyaring dan nenggelegar.

__ADS_1


Andin, Amel, dan juga Sindi menghentikan jambakan mereka. Pada saat itulah Darwis menarik tangan Sindi agar menjauh dari Amel, begitu juga dengan Angga yang menarik tangan Andin. Rambut dan penampilan mereka terlihat acak-acakan, apalagi rambut Amel sudah seperti rambut singa. Wajahnya memerah, dia sangat marah.


"Aku akan menuntut kalian kekantor polisi!" Ancam Amel dengan napas yang memburu.


Samuel mendekati Amel, dia berusaha meredakan amarah wanita yang kini menjadi kekasihnya itu.


"Sudahlah sayang, tidak usah di perpanjang," ucap Samuel.


"Kamu enggak lihat, mereka berdua mengeroyok aku?" Seru Amel.


"Kalian semua yang ada di sini menjadi saksinya, kalau mereka mengeroyok aku, kan?" Tanya Amel. Namun tidak ada yang menjawab.


"Anda, Pak Darwis. Bukankah Anda seorang pengacara? Kenapa Anda diam saja?" Pekik Amel.


Maaf, Bu. Bisa tidak ini di selesaikan di kantor saja? Lihatlah para pengunjung lain sudah mulai berkerumun," ucap petugas keamanan.


"Diam, kamu! Kamu juga membela mereka, ya?" Tuduh Amel.


Akhirnya beberapa Pria berbadan besar datang kesana, semua orang yang terlibat dalam keributan itu di giring menuju kantor pengelola tanpa terkecuali. Sepanjang perjalanan Amel marah-marah, Samuel sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Sementara Andin dan Sindi yang membuat onar, dan dalam kondisi setengah sadar karena masih dalam pengaruh alkohol malah cekikikan terus. Angga sampai membekap mulut Andin supaya diam, begitu juga dengan Darwis yang membekap mulut Sindi. Amel mengira mereka berdua tengah mentertawakan dirinya, sehingga marahnya semakin menjadi-jadi.


Pihak pengelola hiburan malam itu mencoba menjadi penengah diantara mereka. Darwis sudah meminta maaf kepada Amel mewakili Andin dan juga Sindi yang malam ini dalam kondisi mabuk.


*Jempolnya sepi gais, author sedih banget😓


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!

__ADS_1


__ADS_2