KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 50. Pernikahan


__ADS_3

Pak Rendra menatap Andin lekat-lekat dan tersenyum kearahnya.


"Kenapa, Pak? Apa ada yang aneh di wajahku?" Tanya Andin yang merasa salting di tatap oleh Pak Rendra.


"Tidak! Hanya saja aku baru menyadari ternyata kamu sangat cantik," ucap Pak Rendra.


"Astaga, Anda gombal sekali Pak!" Seru Andin, meski begitu pipinya merah merona di gombali seperti itu.


"Honey,.. terima kasih, ya? Untuk semua perhatianmu kepada Hana. Entah bagaiman lagi aku berterima kasih pada mu. Anakku itu begitu menyukaimu, dia merasa nyaman saat bersamamu. Dia bahkan memintaku untuk menjadikan mu sebagai ibunya," tutur Pak Rendra.


Deg! Andin mematung di tempatnya mendengar kalimat Pak Indra, Honey, dan ibu untuk Hana.


"A-Apa yang bapak ucapkan tadi? Honey,.. ibu?" Tanya Andin gagap.


Pak Rendra mendekatkan tubuhnya hingga kini dia berhadapan dengan Andin. Kemudia dia menggenggam erat tangan Andin.


"Aku menyukaimu dan begitu juga kamu pasti menyukaiku juga. Aku ingin kita menjalin hubungan yang lebih serius lagi!" Ucap Pak Rendra Pede.


"Lalu, tadi Hana juga memintaku agar kamu menjadi Ibunya. Tapi aku tidak akan memaksamu , aku mengerti posisimu sekarang. Menerimaku dan menjadi ibu sambung untuk anak dari orang lain, itu berat. Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengucapkan ini. Aku tidak ingin membebani perasaan kamu," tutur Pak Rendra.


Andin sendiri lebih ke syok saja mendengar itu. Baginy ini memang terlalu cepat untuk memutuskan menjalin hubungan.


"I-iitu,... aku belum bisa memberikan jawabannya sekarang." Jawab Andin menunduk. Pak Rendra mengangkat dagu Andin dengan telunjuknya.


"Sudah ku bilang, aku tidak ingin membebani kamu. Sudah, lupakan saja! Anggap aku tidak pernah mengatakannya."


Mereka berdua bertatapan beberapa saat, kemudiam saling tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh pasangan Amel dan Samuel. Mereka tampak sudah bersiap, dengan terpaksa Mama Arum tidak dapat di hadirkan di dalam acara tersebut. Mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan seperti itu.


Tentu saja hati Samuel merasa sedih, tidak ada satu pun keluarganya yang hadir di hari pernikahannya itu. Dia benar-benar merasa sendirian, membawa Mama Arum je pesta pernikahannya hanya akan membuat suasana menjadi runyam. Bagaimana jika dia akan memanggil-manggil Andin, tentu saja Amel tidak mau hal itu terjadi.

__ADS_1


Amel bahkan sudah menyiapkan orang yang di bayar, khususnya untuk mengaku sebagai kerabat dekat Samuel. Orang itu di bayar untuk duduk di pelaminan nanti, Amel menginginkan semuanya berjalan sempurna. Tidak perduli walau dia harus merekayasa semuanya, dari pada dia menghadirkan Mama Arum yang penyakitan itu akan membuatnya malu.


Samuel berusaha keras menampilkan wajah bahagianya, dia tersenyum walaupun terkesan dipaksakan. Inilah keputusan akhir yang dia buat.


"Grogi ya, Mas?" Ucap orang yang meriasnya.


"Ya, begitulah." Jawabnya. Mencoba tersenyum walaupun terluhat canggung.


"Biasa itu, Mas. Orang kalau akan menikah selalu gugup dan grogi seperti ini," tutur MUA itu lagi. Samuel hanya tersenyum.


Amel juga tengah di rias di ruangan yang sama dengannya. Tiba-tiba Mama Amel masuk kedalam ruangan itu.


"Akhirnya, anakku menikah juga. Kamu terlihat cantik sekali sayang," ucapnya.


"Apa penghulunya sudah datang, Ma?" Tanya Amel.


"Belum, tadi di telpon katanya sedang dalam perjalanan kesini." Jawab Mamanya, sambil memeriksa riasan anaknya.


Mamanya Amel kemudian menatap Samuel yang duduk tidak jauh dari Amel, dia kemudian mendekatinya.


"I-iiya, Ma." Jawab Samuel Singkat padat dan jelas.


"Mama harap kalian akan bahagia, dan tidak akan saling menyesal nanti dengan pilihan kalian ini."


Setelah berkata seperti itu, mamanya Amel pergi meninggalkan ruangan rias tersebut. Samuel diam-diam melirik Amel, dia sedikit terusik dengan kata-kata mamanya tadi. Seperti sebuah peringatan agar dia tidak menyesali pilhannya untuk menikah dengan Amel.


Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Semua nya sekarang sudah terlanjur sepeeti ini, untuk mundur juga tidak mungkin. Samuel harus siap dengan segala konsikuensi yang akan dia hadapi nanti setelah menikah dengan Amel.


"Ya tuhan, aku pasrah!" Batin Samuel.


Kini penghulu sudah tiba, kedua mempelai pengantin menuju tempat acara. Samuel sempat tegang lalu dia mengatur napasnya agar tidak gugup.


"Ketika aku melewati pintu itu, semuanya tidak bisa di putar kebelakang kembali. Aku tidak bisa lari, pilihanku hanya satu yaitu menikahi Amel." Ucap Samuel dalam hati.

__ADS_1


Dia di tuntun menuju meja yang telah di persiapkan, semua berkas sudah lengkap, saksi sudah hadir, begitu pun dengan wali nikah. Akad nikah segera di lakukan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Ameliza Yeira Nadeela binti Alex Giandra dengan maskawin satu set perhiasan dan uang 2 milyar di bayar tunai" ucap Samuel dengan lantang.


Kini Amel dan Samuel resmi menjadi sepasang suami istri yang sah secara agama maupun negara. Amel tersenyum paksa, entah mengapa dia dahulu terlihat menggebu-gebu, kini setelah berhasil menikah dengan Samuel perasaannya malah datar dan biasa saja. Dia sudah tidak menggebu-gebu seperti waktu itu, kini semuanya menjadi datar dan hambar. Entahlah!


Acara langsung di sambung dengan resepsi, tamu undangan datang dari berbagai macam profesi. Untuk sore harinya tamu undangan di khususan untuk teman kerja dan seluruh karyawan di perusahaan keluarga besar Amel.


Sindi menjadi salah satu dari tamu undangan itu, tadinya dia enggan datang, namun tidak enak hati kalau tidak datang. Apalagi Samuel kini menjadi atasannya di kantor.


"Sin! Datang juga lo!" Sapa rekan kerjanya. Dia bertemu dengan beberapa rekannya dikantor.


"Eh, iya La. Enggak enak kalau nggak datang," sahut Sindi.


"Akhirnya ya, pasangan peselingkuh itu menikah juga!" Bisik Lara teman sekantornya.


"Hush, lo ini kalau ngomong suka bener! Tapi jangan keras-keras juga nanti ada keluarganya yang dengar bis berabe urusannya!" Sahut Sindi.


"Bodo amat. Memang benar kan awalnya mereka berselingkuh? Mau di tutupin gimana pun, itu tidak akan mengubah fakta bahwa Amel itu perusak rumah tangga orang dan si Samuel itu laki-laki berengsek!" Ucap Lara lagi.


"Bener sih omongan lo, La! Gue setuju!" Balas Sindi juga.


Mereka berdua kemudian tertawa, setelah itu mereka naik kepelaminan untuk memberikan selamat kepada mempelai dan juga keluarganya.


"Selamat ya, semoga kalian berdua berbahagia." Ucap Sindi sambil bersalaman dengan Amel. Walaupun Amel tidak begitu happy melihat wajah Sindi, namun dia tetao berpura-pura tersenyum manis.


"Terima kasih atas doanya. Kami pasti akan bahagia." Sahut Amel.


"Selamat ya!" Ucap Sindi kepada Samuel. Dia hanya mengucapkan kalimat sesimpel itu. Dia malas berbasa basi.


"Terima kasih!"


bersambung!

__ADS_1


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2