KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 20. Andin Vs Mama Arum


__ADS_3

Pagi ini Andin bangun lebih awal, dia berniat untuk pergi berolahraga. Dari pada melihat drama pagi-pagi di drumah nya, lebih baik dia pergi dari rumah dan berolahraga. Begitu lapar dia Mampir di Coffe Shop untuk meminum Kopi dan menikmati sepotong sandwich, mulai hari ini Andin memutuskan untuk hidup bahagia dan fokus pada dirinya sendiri.


Andin menikmati sarapan paginya itu, di sela-sela itu dia mengirimkan pesan kepada Angga.


[ Ga, aku minta izin nanti mau naruh koper di tempat mu, ya? ] Tulis Andin.


Tidak beberapa lama Angga membalas pesan nya.


[ Ok. Mau tinggal di sana juga enggak apa-apa. Ini pasword pintu nya. ] Angga kemudian mengirimkan Voice note yang berisi Pasword rumah nya.


[ Terima kasih, Ga. Aku hanya nitip barang ku saja, kok! Aku tidak ingin membuatmu berada dalam masalah, karena suami ku sepertinya sangat cemburu kepadamu. Aku takut dia ngpa-ngapain kamu lagi. ]


[ Jangan Khawatir, aku akan membalasnya jika dia memukul ku lagi! ] balas Angga.


Andin tersenyum membaca Chat dari Angga.


Setelah selesai sarapan dia kembali berlari berkeliling kompleks rumahnya. Rupanya Samuel diam-diam mengikutinya, dari jauh dia memperhatikan apa saja yang Andin lakukan. Dia berniat menangkap basah Andin bila kedapatan janjian bertemu dengan pria lain, nyatanya Dia Zonk. Karena dari tadi Andin sarapan sendiri dan jogging sendiri. Samuel akhirnya memutuskan pergi dari sana dan pulang kerumah karena dia harus bersiap pergi bekerja. Mama Arum mengomel terus-menerus karena dia terus menjaga pintu rumah.


"Minta Andin untuk memberitahu paswordnya, kalau tidak mau mama omeli dia. Mama capek di rumah terus tidak bisa kemana-mana gara-gara nungguin pintu!" Kesal Mama Arum.


"Iya, nanti aku minta." Jawab Samuel singkat.


Dia kemudian bersiap untuk pergi ke kantor.


Sementara Andin masih sibuk mengelilingi kompleks, setelah itu dia pulang. Nanti siang Andin berencana mencari pengacara untuk membantu kasus nya. Dia sudah tidak bisa lagi menangani Samuel yang semakin seenaknya. Andin ingin meminimalisasi kontak langsung fengan Samuel.


Andin juga memutuskan untuk keluar dari rumah, dia tidak bisa satu atap dengan Mama Arum. Beruntungnya dia tadi malam Angga menawari nya untuk tinggal dirumah nya. Dia sudah meminta izin untuk menitipkan beberapa koper pakaian di tempat Angga. Hari ini juga Andin ingin mencari kontrakan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Setelah keluar dari rumah itu Andin ingin menata hidup barunya.


......................


Andin masuk kedalam kamarnya, setelah keringatnya mengering dia kemudian pergi mandi. Dia melewati Mama Arum yang saat ini sedang menatap nya.

__ADS_1


"Kamu ini pengangguran, kenapa kesibukan mu melebihi orang yang bekerja?" Sindir Mama Arum.


Andin diam saja, dia mengambil air putih dingin dari dalam kulkas kemudian menenggaknya.


"Lihatlah, rumah ini tidak kamu urus. Debu di mana-mana. Kamu kira mama itu pembantu, jadi mama yang harus membersihkannya?" Cerocos mama Arum.


Tadinya Andin tidak mau menggubrisnya, tetapi mama Arum nyerocos terus membuat telinganya panas saja.


"Ma, tidak ada yang menyuruh mama untuk membersihkannya. Tidak ada juga yang menyuruh mama datang kesini. Mama saja yang selalu cari masalah." Tutur Andin.


Rupanya mama Arum sudah memendam kemarahannya sejak kemarin, dia berjalan mendekati Andin lalu meraih rambut Andin. Mama Arum nenjambat rambut Andin.


"Aduh, Ma! Lepasin rambutku! Lepasin, Ma!" Teriak Andin, dia memegangi tangan mertuanya itu, supaya melepas jambakannya.


"Kamu ini ya, di diamin malah ngelunjak. Kamu harus diberi pelajaran!" Ucap mama Arum sambil masih menjambak rambut Andin.


"Ma, kalau mama tidak melepasnya aku akan membalasnya! Aku serius, Ma!" Ancam Andin.


Andin membuktikan ucapannya, dia menjambak balik Mama Arum. Andin sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengalah dan menerima saja ketika orang lain menyakitinya.


"Aduh,.. sakit! Kamu benaran berani melawan mama sekarang, ya? Menantu durhaka!" Seru Mama Arum sambil menarik rambut Andin lagi.


"Mama juga Mertua Durhaka! Andin tidak akan mengalah terus sama, Mama! Bukan kah Andin sudah bilang supaya Mama lepasin tangan Mama, tapi Mama tidak mau mendengarnya. Jadi jangan salah kan aku, kalau membalasnya!"


Andin semakin kuat menarik rambut Mama Arum sehingga beberapa rambut Mama Arum ikut tercabut karena tertarik terlalu kuat.


"Astaga, kamu menganiaya Mama. Menantu durhaka!"


"Mama Mertua durhaka yang menganiaya Menantunya! Salah Mama sendiri tidak mau melepaskan lebih dulu!"


"Andin,... gila! Lepaskan!"

__ADS_1


"Tidak! Kalau Mama juga tidak mau melepaskan!"


"Ok, Mama lepaskan. Tapi kamu yang lepaskan terlebih dahulu, cepat!" Teriak Mama Arum.


"Hitungan ke 3 lepaskan bareng-bareng!"


"1,..2,..3,...!"


Andin melepaskan jambakan nya, begitu juga dengan Mama Arum yang meringis kesakitan karena beberapa helai rambutnya ikut tercabut. Dia lalu menatap sengit Andin, sambil menata kembali rambutnya yang acak-acakan. Mama Arum meringis menahan sakit, kulit kepalanya panas karena bekas jambakan Andin tadi.


"Menantu durhaka! Orang tua di aniaya!" Seru Mama Arum.


"Mertua Durhaka! Menantu dianiaya!" Balas Andin tidak mau kalah.


"Cih, kamu itu yang Durhaka sama mertua!"


"Mantan, Ma! Mantan mertua! Enggak usah drama, Mama sendiri yang memulai pertikaian ini, kok! Tadi kan udah aku ingetin jangan menjambakku. Sudah cukup selama ini Mama membully fisik dan mental ku. Kali ini aku tidak akan tinggal diam dan mengalah saja. Siapa pun yang menyakiti aku, akan aku lawan balik. Mending Mama urusin anak Mama itu, supaya lekas ceraiin Andin. Aku sudah tidak sudi lagi kembali padanya!" Seru Andin.


"Cih, kamu ini kayak yang paling cantik sendiri saja. Di bandingkan Amel, dia lebih segalanya di bandingkan, kamu! Lebih cantik dan lebih kaya!" Teriak Mama Arum, dia tidak mau kalah.


"Nah, kasih tau begitu ke anak Mama, dong! Jadi Mas Samuel tidak ngejar-ngejar aku lagi. Semua orang yang dekat dengan ku di cemburuin!" Seru Andin kesal mengingat kejadian semalam.


Mama Arum terdiam, kata-kata Andin benar adanya. Samuel mengakui bahwa di masih mencintai Andin. Melihat Mama Arum yang terdiam Andin meninggalka nya.


"Sial, sakit sekali jambakannya!" Maki Andin dikamar mandi. Tadi di hadapan Mama Arum Andin bersikap sok kuat. Jika tidak, Mama Arum pasti akan menyorakinya. Andin mengelus-elus bekas jambakan tadi, kulit kepalanya terasa panas.


"Tidak apa-apa sakit. Yang penting sudah ku balas, biar dia juga merasakan kalau di jambak itu sakit. Selama ini dia suka seenaknya saa menjambak dan menamparku."


Andin pun sadar kalau Mama Arum itu sudah tua, sudah seharusnya di hormati. Tetapi mengingat kelakuan nya yang Super Wow seperti itu, membuatnya kehilangan rasa hormatnya.


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!

__ADS_1


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2