
Andin yang tadi ingin membatalkan niat nya untuk pergi ber Olahraga, akhirnya memutuskan untuk tetap pergi. Dia akan Setress jika lama-lama di dalam Rumah.
"Aku aka melampiaskan Kesedihan sekaligus kemarahan ku dengan ber olahraga, aku akan pergi ke tempat Gym". Ucap nya.
Andin berganti baju, kemudian dia keluar rumah dan pergi mengendarai mobil. Di sana dia mencoba semua fasilitas yang ada di gym. Dia mencoba Sepeda Statis, lalu dia mengayuh nya tanpa henti. Puas bersepeda dia berpindah ke Threadmill, dia sengaja menyeting nya dengan kecepatan penuh. Dia tidak perduli orang lain memperhatikan diri nya. Dia terus berlari seolah ingin melampias kan semua amarah yang membara di tubuh nya.
Belum puas berlari, kini dia mencoba Rowing Machine, dia memegang Handel dan menarik nya dengan kuat, lalu dia melurus kan kedua lutut nya Perlahan. orang-orang kembali memperhati kan Andin. Apalagi ada satu orang lagi yang menarik perhatian seperti Andin. Mereka berdua berhasil menjadi pusat perhatian di tempat Gym. karena mereka terlihat seperti sedang berlomba. Andin dan orang itu sama-sama tidak menyadari satu sama lainnya.
******
Samuel dan Amel sedang asyik bermesraan di rumah mewah Amel. Setelah di usir Andin, Samuel menumpang di sana.
" Kenapa, baby? Apa Andin tidak mengangkat telpon kamu?" Tanya Amel sambil memainkan bulu dada Samuel yang terbuka.
"Seperti nya dia masih kesal kepadaku sewaktu mediasi tempo hari. Jadi dia tidak mau mengangkat telpon ku". Jawab Samuel sekedar nya.
"Kira-kira kapan ketok palunya, Sayang?" Tanya Amel bergelayut manja.
Mendengar itu, Samuel melepaskan tangan Amel yang memeluk leher nya. Dia kemudian bangkit dan memakai bajunya. Dia kemudian menelpon Andin, dia tidak tenang mendengar mamanya telpon sambil menangis-nangis. Dia harus mendengar penjelasan dari Andin
, sehingga tidak mendengar cerita dari satu sisi saja.
"Angkat, Andin! Angkat telponnya". Ucap nya.
Samuel berusaha menelpon Andin kembali. Karena merasa di abaikan, Samuel mengiriminya Pesan.
{Angkat, atau aku datang ke Rumah dan membuat keributan di sana!}. Tulis Samuel
Andin akhirnya tidak mempunyai pilihan lain. Begitu Samuel menelpon nya kembali, mau tidak mau di mengangkat nya.
" Ada apa lagi, sih? Tidak ada yang perlu di bicarakan!". Jawab Andin sinis.
"Apa yang sebenarnya terjadi Antara kamu dan mama? Kenapa mama telpon sambil nangis-nangis begitu? Tanya Samuel Langsung.
"Memang nya mama cerita apa sampai nangis-nangis gitu?" Tanya Andin
"Kata nya, kamu ngatain mama, kamu kasar, bentak-bentak dia, dan berani ngelawan." Jawab Samuel
__ADS_1
"Itu saja yang mama kamu Ceritain ? tidak ada yang lain lagi?" Balas Andin.
"Iya. Makanya aku telpon kamu. Apa yang sebenarnya terjadi antara kalian berdua ?" sahut Samuel lagi.
"Aku pikir mama kesini karena kamu yang nyuruh datang! ". Kata Andin
"Tidak. Aku tidak pernah menyuruh mama untuk datang. Aku hanya bilang kalau aku sudah tidak tinggal bersamamu lagi, aku keluar dari Rumah.
" Jawab Samuel cepat
Cih, Bukan nya kamu ngadu kalau aku usir dari rumah? ". Cecar Andin
"Aku cuma bilang, kalau baju-bajuku kamu masukin ke koper dan menyuruh ku keluar". Jelas Samuel.
"Terus, Apa kamu juga yang menyuruh mama untuk meminta ku menanda tangani surat Perjanjian ? Dan apa kamu juga yang menyuruh mama untuk mengusir ku keluar dari rumah? ". Cecar Andin.
"Tidak. Tidak. Aku tidak menyuruh
Mama begitu. Memang nya mama menyuruh kamu pergi? Tanya Samuel. Dia berusaha menjelaskan bahwa tidak pernah menyuruh Andin keluar dari rumah itu.
"Andin, aku berani bersumpah tidak pernah menyuruh mama begitu ". Jelas Samuel
"Aku tidak masalah jika harus keluar dari rumah ini, yang penting kamu balikin uang DP rumah ini waktu itu. " Teriak Andin
Andin tidak perduli jika Samuel menyebut nya perhitungan, dia hanya meminta Hak nya. Perkara cicilan Rumah saja di ungkit sama mama Samuel. Andin yang ikut menanggung dan mengeluarkan biaya bulanan mereka selama berumah tangga saja tidak berkoar-koar, karena Andin sadar jika berumah tangga memang seperti itu. Ini malah mertua nya yang mengatur, membuat Andin bertambah kesal saja. Apalagi jika Samuel tidak ada menyuruh sama sekali, ternyata benar dugaan Andin, semua ini Inisiatif Mama Mertua nya.
"Maaf kan mama, Ndin. " Ucap Samuel
" Jadi sekarang kamu sudah tahu, kan? Kenapa aku bilang kalau mama terlalu ikut campur urusan Rumah Tangga kita! . Oh ya, apa mama kamu cerita kalau tadi dia menampar aku? " kata Andin.
"Tidak, Ndin. Mama tidak cerita mengenai itu. " Jawab Samuel melemah.
"Memang ya, dari dulu mama kamu tidak berubah. Sekarang kamu sudah tahu yang sebenar nya, kan? Terserah kamu mau percaya aku atau tidak. Aku sudah capek meladeni kalian berdua. Jangan lupa besok datang di persidangan biar lekas ketok palu. " Pekik Andin yang langsung mematikan sambungan telepon.
Andin langsung menenggak air dingin yang di ambil dari kulkas, dia bahkan mengunyah es batu hingga mengeluarkan suara Gemeletak saat beradu dengan gigi nya. Seluruh tubuh nya menjadi gerah. Mama mertua nya sungguh keterlaluan, dia melakukan itu atas dasar keinginan nya sendiri. Andin tidak habis pikir jika mama mertua nya bisa bertindak sejauh itu.
Di kamar Amel, Samuel memukul-mukul dinding dengan tangan nya. Dia merasa campur tangan mama nya kali ini begitu keterlaluan. Tidak mungkin Samuel mengambil Rumah itu yang DP nya di bayar menggunakan uang tabungan Andin. Saat itu DP nya sengaja minta di perbesar sehingga cicilan bulanannya Ringan.
__ADS_1
Samuel sebenar nya malu, karena saat itu Uang tabungan nya belum banyak. Kina mama nya tiba-tiba mengusir Andin. Samuel pusing sendiri, selama ini dia selalu menurut kepada mama nya. Dia berprinsip akan terus melakukan itu sepanjang dia bisa. Namun kali ini mama nya kelewatan.
Amel datang, Memeluknya dari belakang dan berusaha menenangkan Samuel.
" Jangan menyakiti tangan mu sendiri dengan memukul tembok yang tidak bersalah. Tangan mu bisa terluka ". Tutur Amel
"Aku pusing mikirin mama. Kali ini mama sudah kelewatan". Ucap Samuel
" Mau ku bantu untuk menyelesai kan nya?" Tanya Amel Sambil membalik kan tubuh Samuel. Kini mereka berdua saling berhadapan.
"Tidak Perlu, Baby. Ini masalah keluarga ku". Jawab Samuel
"Bukan kah kamu bilang Andin ingin menjual rumah itu? Biar aku saja yang membeli nya. jadi masalah di antara kalian cepat beres." Ucap Amel.
" Jangan lakukan itu. Itu membuat Andin akan bertambah sakit sakit kalau tahu kamu yang membeli nya." Jelas Samuel.
"Kamu masih mencintai nya? Kenapa kamu perduli pada perasaan nya? ". Tanya Amel cemberut
"Bukan seperti itu. Aku sudah menyakiti hatinya, daj aku hanya tidak mau menambah nya." Ungkap Samuel
"Aku hanya ingin masalahmu dengan nya cepat selesai. Dan kita bisa Go publik secepatnya? ". Sahut Amel lagi.
" Tolong bersabar dan tahan dirimu, terutama di kantor. Kalau sampai Gosip nya menyebar kita juga yang Rugi". Tutur Samuel
"Aku hanya ingin secepat nya bersama mu". Rengek Amel dengan Manja.
"Bersabarlah. Baby! ". Ucap Samuel lagi.
Samuel mengangkat tubuh Amel dan menghempaskan nya di atas ranjang. Hati nya sedang kesal, dia butuh Pelampiasan.
Haiiii,
tolong Beri masukan dan komentar yang positif ya🤗. Aku akan segera membalas komentar kamu~
Maaf jika ada kesamaan dalam alur cerita, nama tokoh, tempat dll. Cerita fiksi ini hanya semata untuk Hiburan.
Happy reading guys
__ADS_1