KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 16. Gosip


__ADS_3

Setelah Andin pergi dari rumah, Mama Arum langsung menelpon temannya, Dia langsung bercerita panjang kebar ketika telpon nya tersambung.


"Eh, Jeng. Terima kasih lho, saran nya kemarin itu. Bener katamu, lho! Menantu ku itu sekarang tidak betah di rumah." Ucap Mama Arum tertawa senang.


"Tuh, kan. Saya bilang juga apa! Sebentar lagi kamu dan anak kamu bisa menguasai rumah itu." Tutur teman nya di seberang sana.


"Bener banget, Jeng. Pokoknya aku judesin dia terus, tadi pagi dia keluar terus pulang sebentar habis itu sekarang pergi lagi. Biar saja begitu, enak saja dia mau tinggal sendirian di rumah ini, terus mengusir anak ku. Rumah ini di beli pada saat mereka menikah kok! Ehh, mau di tinggalin sendiri. Gak tau diri banget ya, Jeng!"


"Terus gimana, mereka jadi bercerai?"


"Jadi, dong! Saya sudah tidak mau punya menantu seperti dia, Jeng. Dia itu mandul! Lebih baik Samuel sama yang baru, selain Cantik, dia juga tajir loh, Jeng! Keluarganya adalah pemilik perusahaan Samuel bekerja. Aduh, saya sudah tidak sabar pengen punya mantu kaya. Ngapain saya pertahanin Andin, ya kan?"


"Wah, Jeng Arum bakal punya mantu Tajir. Nanti enggak lupa sama kita-kita, kan?"


"Jangan khawatir, Jeng. Nanti pas arisan aku yang traktir, deh!" Ucap Mama Arum


"Yang bener, Jeng? Kalau begitu nanti kita booking Restaurant yang baru buka itu ya, Jeng. Yang restaurant Jepang itu, lho! Traktir kita di sana, ya?" Rayu teman nya Mama Arum.


"Iya, Jeng. Tenang saja nanti saya yang bayar!"


Mereka berdua kemudian asyik mengobrol lagi, membahas keburukan teman satu circle nya yang lain yang sekarang jarang gabung sama mereka. Begitulah hari-hari mama Arum, sibuk bertelponan kesana kemari dengan teman-teman ghibah nya. Menceritakan keburukan menantu mereka masing-masing ataupun menceritakan kesuksesan anak-anak mereka.


"Sudah dulu ya, Jeng. Aku mau nelpon anak ku, mau minta beliin makan siang dulu." Tutur Mama Arum mengakhiri pembicaraan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kantor Samuel. Dia masih sibuk dengan pekerjaan nya, akhir bulan seperti ini membuat nya menjadi pusing. Karena dia harus membuat laporan ke uangan yang jelas dan akurat sebelum tutup bulan. Sejak Andin mengajukan Gugatan cerai, konsentrasinya jadi terganggu. Saat dia masih fokus dengan pekerjaan nya, Mama Arum menelpon.


"Samuel, Mama lapar belum makan siang." Ucap Mama Arum langsung ketika Samuel menjawab telpon nya.


"Mama pesan di aplikasi saja, Ma. Samuel sibuk, masih banyak kerjaan, Ma." Jawab Samuel.


"Cih, kalau tau begini Mama makan siang sama teman-teman Mama saja." Gerutu Mama Arum.

__ADS_1


"Ya sudah, Ma." Samuel mengakhiri panggilan dengan Mama Arum.


Tidak berselang lama, Amel datang sambil membawakan makan siang.


"Kenapa kamu datang kesini? Apa kamu tidak melihat tatapan mata mereka?" Ucap Samuel geram.


"Biarin, Mas. Memang nya kenapa?"


"Sudah aku bilang, jaga sikap.Jika kita berada di kantor. Kamu mau aku di pecat? Memangnya, kamu tidak mendengar rumor yang sudah beredar?" Seru Samuel.


"Biarin aja sih, Mas. Nanti juga lama-kelamaan rumornya hilang sendiri," Jawab Amel santai.


"Amel, Please!"


"Salah siapa kamu mengabaikan ku! Aku mengajak mu makan siang bersama tapi tidak di respon." Ucap Amel merajuk.


"Aku tidak mengabaikan, mu! Apa kamu tidak bisa melihat pekerjaan ku sangat banyak." Tegas Samuel sedikit kesal.


"Padahal aku membawa kabar baik untuk kamu, Paman ku sebentar lagi akan mengangkat manager keuangan yang baru. Ada beberapa nama kandidat yang masuk, dan nama mu ada di dalam list tersebut." Ucap Amel pelan, dia setengah berbisik takut terdengar orang lain.


"Benar, Mas. Untuk apa aku berbohong pada, mu!" Jawab Amel manja.


"Ok, kita bicara nanti setelah pulang kerja."


"Baiklah, sayang!" Jawab Amel.


Setelah berkata begitu, Amel pergi meninggalkan ruangan Samuel. Beberapa orang yang tidak makan siang di luar, mulai bergosip tentang Amel yang mendatangi Samuel.


"Seperti nya rumor itu benar, Pak Samuel berselingkuh dengan, Bu Amel! Kasian Andin, padahal kerjaan dia bagus tapi harus di pecat," ujar salah satu staff di Departement Finance.


"Hush, Andin bukan di pecat. Dia Resign sendiri dari kantor ini! Jangan salah info gitu, Ah." Tegur yang satu nya.


Dari dalam ruangan nya, Samuel melihat dua orang tersebut tengah bergosip. Merasa Empu yang di gosipin melihat ke arah nya, Kedua orang tersebut kemudian membubarkan diri.

__ADS_1


...----------------...


Sementara itu, Andin yang awalnya tidak punya tujuan akhirny memutuskan untuk Me Time ke mall sendirian.


Andin baru menyadari, banyak hal yang dulu dia sering lakukan terhenti sejak dia menikah. Bahkan untuk pergi ke salon saja Andin berpikir berulang kali, dia tidak enak hati dengan pandangan Mama Arum. Mertuanya pasti nyinyir mengatakan kalau dia membuang-buang uang Samuel, padahal faktanya dia juga bekerja dan punya penghasilan sendiri. Kalau hanya untuk pergi ke salon tidak akan membuat kantong nya jebol, namun demi menghindari omelan Mertua nya Andin memilih tidak melakukan nya.


Inilah waktunya, Andin akan memanfaatkan waktunya untuk memanjakan dan mempercantik diri nya. Pokok nya dia harus tetap kelihatan cantik dan menarik saat menyandang status Janda. Andin menuju ke bagian tas-tas, dia memilih tas yang dia suka kemudian membayar nya. Setelah itu dia berpindah kebagian sepatu, di ambilnya sepatu Heels berwarna merah. Belum cukup rasanya lalu dia singgah ke bagian Baju kemudian mencoba nya, dia sengaja mengambil baju berwarna senada dengan heels yang barusan dia beli. Setelah di pikir nya sudah cukup, dia menuju kasir untuk menghitung biaya yang harus dia bayar.


Setelah puas berbelanja, Andin memutuskan untuk mampir ke salon langganan nya yang dulu sering dia kunjungi. Andin benar-benar memanjakan diri nya, dia mengambil paket Head to toe dari Creambath, Facial, Totok wajah, Lulur, Massage, Spa, Menicure pedicure semua perawatan di ambil.


Andin merasa senang sekali hari ini, sejenak dia melupakan semua permasalahan hidup nya. Dia melirik arlorji di pergelangan tangan nya, tidak terasa hari sudah mulai gelap. Dia menghabiskan waktu di salon selama beberapa jam.


"Ehm, kemana lagi ya, setelah ini? Kalau aku pulang sekarang, pasti Samuel jam sigini sudah di rumah begitu juga dengan Mama Arum." Andin memutar otak kemana lagi dia akan pergi, dia ogah jika harus pulang sekarang.


"Oh iya, Sindi! Pasti jam segini dia sudah pulang kerja."


Andin mengambil ponsel nya dan menelpon Sindi teman nya.


"Sin, Sudah pulang?"


"Belum, huhuhu. Nenek sihir itu memberiku banyak pekerjaan! Kenapa, Ndin?" Tanya Sindi.


"Tadi nya sih, mau ngajakin kamu nongkrong di tempat biasa."


"Mauuu, tapi masalah nya Nenek sihir itu menyiksaku! Lain kali saja ya, Ndin." Jawab Sindi lemah, Dia ingin sekali ikut nongkrong bersama Andin, tapi Amel memberinya pekerjaan yang harus dia selesaikan.


"Yang sabar, ya"


"Maaf, ya. Aku enggak bis nemenin, kamu." Ucap Sindi.


"It's ok. Semangat lemburnya ya? Bye!"


Andin mengakhiri panggilan telponnya.

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karyaku~


Like, Komen, Share dan juga Follow!


__ADS_2