
Andin mulai meninggalkan tempat yang letak nya di kaki pegunungan itu. Hawa dingin mulai menyeruak meyentuh kulit nya, dia bergeges turun. Biasanya sore begini bertepatan jam pulang kerja, jalanan akan macet. Benar saja, saat memasuki jalanan kemacetan mulai terjadi di mana-mana. Andin harus bersabar menempuh jalanan padat merayap.
"Bisa sampai malam nih kalau begini," gumam Andin sambil melihat antrean kendaraan di depan nya yang tidak ada habis nya. Di menyalakan musik di mobil nya untuk menemani perjalanan nya. Dia memutuskan lewat jalan tol saja, biar cepat sampai.
Akhirnya setelah mengantre lama, Andin terbebas juga dari kemacetan itu. Kini dia sudah berada di gerbang tol, dan bersiap meninggalkan Kota B.
Setelah menempuh beberapa waktu, akhirnya Andin keluar juga dari tol. Lagi-lagi dia terjebak macet, Andin melirik tanda gas di mobil nya sudah merah.
"Mampus aku, dimana ada pom bensin di sini? Bisa-bisa aku kehabisan bensin di jalan, nih! " gerutu nya sambil celingak celinguk mencari keberadaan pom bensin. Tidak lama kemudian, mobil nya mulai menunjukan kehabisan bensin. Andin bergegas menepikan mobil nya sebelum benar-benar mogok di jalan.
Biasanya, jika sedang mengalami hal seperti ini, dia akan menelpon Samuel. Dan Samuel akan menyusul nya sambil menenteng derigen berisi bensin. Sekarang di tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa.
Sebuah nama tiba-tiba terlintas di kepala nya.
"Apa aku hubungi Angga saja, ya? Tapi merepotkan enggak, ya? Jangan-jangan dia sibuk? " Andin menjadi Galau.
Andin bersiap memencet sebuah nomor, dan dia dia tidak sengaja menekan nya.
"Iya, Halo Ndin?" Jawab seorang Pria di ujung sana.
"Angga, kamu sibuk enggak? " Tanya Andin.
"Lagi siap-siap pulang kerja, ada apa, Ndin?" Jawab Angga.
"Ehm, gini. Duh gimana ya? Sebenar nya aku mau minta bantuan kamu, tapi aku ngerasa enggak mau ngomong nya. " ucap Andin ragu.
"Apa Ndin, kasih tau saja. Aku akan meluncur kesana. " Jawab Angga.
"Mobil ku mogok, aku kehabisan bensin. Tadi pagi aku lupa mengecek bahan bakar mobil ku. " Ucap Andin menceritakan keteledoran nya.
"Posisi kamu sekarang dimana? Aku kesana sekarang."
__ADS_1
"Aku share lokasi aja, ya?
"Ya udah. Aku tunggu. Kamu jangan kemana-mana, sampai aku datang! " Perintah Angga.
"Baiklah, maaf ya, Ga. Aku jadi merepotkan kamu," Sahut Andin.
Kedua nya memutus panggilan telpon mereka, Andin mengirim lokasi nya saat ini. Dia harus bersabar menunggu kedatangan Angga, kalau di tambah macet bisa sekitar satu jam lebih Angga baru sampai ke lokasi nya.
Untuk menghilangkan rasa bosan, Andin membuka galeri foto nya yang tadi di ambil sewaktu di kebun Strowberry. Dia tersenyum memandang wajah polos dan cantik Hana. Andin merasa kasihan, seperti nya Hana berasal dari keluarga Broken Home. Itu terlihat dari Hana yang memprotes ibu nya sewaktu ibu nya sedang Asyik bermesraan dengan Pria lain.
Andin menyayngkan sikap ibu Hana, bisa-bisanya ibunya berpacaran di depan anak nya begitu. Terbayang bagaimana perasaan gadis kecil itu, pasti hati nya terluka, pantas saja tdi Hana merengek ingin ikut Daddy nya saja. Andin menarik nafas dalam-dalam berharap jika kelak dia mempunyai anak bisa menyayangi dengan tulus dan tidak menyakiti hati nya.
Saat Andin sedang asyik memainkan Smartphone milik nya, kaca mobil nya di ketuk dari luar. Andin sempat kaget, karena wajah orang itu terhalang lampu sehingga wajah nya gelap.
"Andin, buka pintunya!"
Andin menurunkan kaca mobil nya.
Andin merasa lega, rupanya Angga yang datang. Dia bergegas membuka pintu dan keluar dari mobil nya.
"Aku pikir siapa, habis nya wajah mu tertutup begitu. Takutnya rampok," ucap Andin.
"Astaga, aku sampai lupa melepas helm ku. "
Angga melepas Helmnya dan menghampiri Gojek online yang dia pesan tadi. Angga sengaja memesan gojek Motor, agar cepat sampai dan terhindar dari macet panjang. Entah kenapa, dia tidak tega melihat Andin di sana sendirian dan menunggu terlalu lama.
Angga memindahkan bensin yang ada di gerigen dan memasuk kan kedalam tangki mobil. Andin memperhatikan semua gerak gerik Angga, mulai sekarang dia harus bisa melakukan semua nya sendiri. Dia tidak mau bergantung dan merepotkan orang lain lagi.
"Untuk sementara mobil ini akan aman dalam jarak beberapa kilometer. Namun alangkah baik nya demi kebaikan bersama setelah ini mencari pom bensin terdekat, supaya enggak mogok lagi karena kehabisan bensin. "Ujar Angga.
"Maaf ya, Ga. Aku ngerepotin kamu, sampai kamu harus jauh-jauh datang ke sini." Ucap Andin sambil mengatup kan kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"Enggak apa-apa, Ndin. Santai aja," Jawab Angga
"Ya udah, ayo kita pulang. Kamu duduk aja yang manis, biar aku yang nyetir," Perintah Angga.
Andin mengangguk, dia kemudian menuju ketempat duduk nya. Mereka berdua mulai menjalankan mobil dan meninggalkan lokasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andin dan Angga sudah tiba di kediaman mereka. Angga memarkir mobil Andin di halaman rumah Andin.
Samuel datang kerumah. Dia berniat bertemu dengan Andin untuk membicarakan masalah mereka berdua terkait Harta Gono gini, karena Mama Arum yang mendesak terus agar harta gono gini nya di bagi 2. Padahal Samuel sudah menjelaskan ke Mama nya bahwa Rumah itu di beli dengan DP dari Andin, begitu juga dengan Mobil yang sekarang Andin pakai.
Mama Arum tidak mau tahu, pokok nya Samuel harus mendapat kan Hak yang sama. Samuel menunggu kedatangan Andin, dia menekan Bel berkali-kali tetapi tidak juga di buka kan pintu. Samuel juga mencoba menelpon Andin, namun ponselnya bahkan tidak tersambung.
Samuel duduk di lantai bersandar pada pintu, dia menunggu kedatangan Andin. Sambil menunggu, Samuel sampai menghabiskan berbatang-batang rokok tetapi yang di tunggu juga tidak kunjung datang. Samuel semakin gelisah, hari sudah semakin malam tetapi Andin belum juga pulang.
"Kamu di mana, Ndin!" Gumam nya Khawatir
Tidak berapa lama kemudian Samuel tersenyum begitu melihat mobil Andin memasuki halaman, Samuel berdiri dia hendak menghampiri mobil Andin. Namun saat mobil itu berhenti, Samuel mendadak kesal. Ada Pria lain yang saat ini sedang duduk di samping Andin dan menyetir mobilnya.
Mereka berdua terlihat akrab, tersenyum dan tertawa bersama seolah sudah kenal sejak lama. Darah Samuel rasanya mendidik, nafas nya terasa berat.
Dari mana Andin mengenal Pria itu? Apa Andin selama ini diam-diam jalan dengan pria lain di belakang nya? Tapi itu tidak mungkin, Aku hapal semua jadwal Andin" Gumam samuel.
Samuel penasaran dengan orang yang duduk di samping Andin.
Bersambung
Mohon dukungan nya untuk karyaku ya~
Like, Komen, dan Share Teman-teman
__ADS_1
dukung Author ya supaya Semangat Up nya😍