KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 14. Dasar Gila


__ADS_3

Samuel menyadari saat dia kepergok sedang bercinta dengan Amel, itu bisa menjadi akhir dari hubungan nya dengan Andin. Awalnya Samuel merasa biasa saja karena dia tahu Andin sangat mencintai nya. Tetapi dia sungguh tidak menyangka Andin memiliki keberanian menggugat cerai diri nya terlebih dahulu.


Itulah mengapa sekarang Samuel menjadi labil, dia ingin terus bersama Andin. Oleh karena itu dia menolak untuk bercerai dan meminta kesempatan kedua. Namun kenyataan nya, Samuel harus mengubur dalam-dalam keinginan nya. Andin sudah menutup hati dan bertekad untuk bercerai dengan nya.


Hari ini, lagi-lagi Samuel menyadari bahwa Andin masih memiliki pesona yang luar biasa ketika berada di luar sana. Kumbang-kumbang masih mengerumbungi nya. Samuel sadar penyesalan selalu datang terlambat.


......................


Andin telah selesai mandi, dia pergi ke dapur mengambil air dingin lalu meminum nya. Dia melihat Samuel masih menunggu nya di ruang tengah sambil menonton acara TV.


"Apa yang ingin kamu katakan? Cepat katakan aku lelah, ingin istirahat. " ucap Andin yang duduk menjauh dari Samuel.


"Siapa laki-laki tadi? Mengapa kamu begitu akrab dengan nya? Kalian habis jalan-jalan kemana? Makan malam bersama? " Cecar Samuel dengan rentetan pertanyaan, seketika Andin melirik nya.


"Apa penting nya pertanyaan kamu itu, sekarang? Semua tidak ada hubungan nya dengan mu lagi. "Seru Andin.


"Jawab saja, atau aku ke pos Security untuk mengecek di mana tempat tinggal nya? "Ancam Samuel.


"Hentikan kelakuan kenak-kanakan mu itu, Mas! "Pekik Andin.


"Aku bersumpah akan membunuh nya kalau kamu tidak menjawab! "


Andin bertambah kesal dengan ancaman Samuel.


"Dia adalah teman ku, aku mengenal nya baru-baru ini. Kami memiliki kisah percintaan yang sama, di hianati oleh pasangan yang kami cintai. Aku merasa terpuruk ketika mengetahui perselingkuhan kamu dengan Amel! Dia adalah laki-laki yang datang untuk menyembuhkan luka ku! sedangkan kamu adalah laki-laki yang memberi ku luka. " teriak Andin penuh emosi. Dia sudah tidak tahan melihat Samuel bertindak semau nya, mendengar itu Samuel terdiam di tempat.


"Hari ini, mobil ku mogok karena kehabisan bensin di tengah jalan. Dia menolong ku, pulang kerja jauh-jauh dia naik ojek Online demi mengantarkan bensin kepadaku yang tengah kebingungan di pinggiran jalan sana. Mas! Persidangan tadi membuat kepala ku rasanya mau pecah, aku pergi tidak tentu arah seperti orang gila. Lalu kamu datang membentak ku, bahkan menerjang orang yang sudah menolong ku? Hanya karena aku kedapatan berduaan dengan nya. Memang nya aku kenapa sama dia, apa aku selingkuh dengan nya? Tidak, aku tidak sama seperti mu, Mas!"


Andin mengeluarkan semua kata-kata yang tertahan di dada nya, tanpa sadar air matanya keluar, Andin tidak tahan lagi.


Samuel memandang Andin untuk sesaat, dia kemudian berdiri dan bersimpuh di hadapan Andin.


"Maafkan aku, Ndin. Aku mengaku bersalah, aku hanya gelap mata. Aku tidak bisa melihat kamu bersama dengan Pria lain, "ucap Samuel.


"Kamu egois, Mas. Kamu mau nya menang sendiri! "


"Iya, Ndin. Aku ngaku salah, maki saja aku sepuasmu. Aku pantas mendapatkan nya, " Ucapnya sambil tertunduk.


"Sudah, Mas. Aku capek bertengkar terus, anggap saja jodoh kita memang cukup sampai di sini. " Tutur Andin.

__ADS_1


"Aku enggak bisa lepasin kamu, Ndin. Aku benar-benar baru menyadari semua kebodohan ku."


"Semua sudah terlambat, Mas. Memaafkan kamu mungkin aku bisa. Tapi untuk kembali lagi dengan mu, maaf mas, aku tidak bisa. Aku sudah hilang rasa dengan mu," Tegas Andin.


"Tidak, Ndin. Jangan lakukan itu!"


"Hidup bahagialah dengan Amel, aku akan memilih jalan ku sendiri." Ucap Andin


"Aku hanya akan hidup bahagia jika bersama mu, Andin! "


"Omong kosong! " teriam Andin cepat.


Andin kemudian berdiri dari tempat duduk nya, dia hendak menuju kamar nya.


"Tunggu, Ndin! " cegah Samuel.


"Apa lagi? Aku lelah ingin istirahat."


"Tentang rumah ini, aku tidak ingin menjual nya."


"Kalau begitu, kembalikan DPnya pada ku," ucap Andin.


"Hah, dasar gila! " Teriak Andin.


Andin melempar bantal sofa ke arah Samuel, dia kemudian masuk ke kamar nya dan membanting pintu nya kuat-kuat.


Brak!


Samuel sampai terkejut, baru kali ini Andin terlihat sangat kasar seperti itu.


"Aku terima kemarahan kamu, Ndin. Malam ini aku akan tidur di sini. "ucap Samuel.


Begitu masuk ke kamar Andin uring-uringan sendiri. Keinginan Samuel semakin tidak jelas, dia memutuskan semua sesuka hatinya.


"Tinggal bersama kata nya? Aku tidak sudi! Lama-lama aku bisa gila meladeni kemauan dia. " Teriak Andin sambil meremas rambut nya.


Andin meraih remote AC, dia menurunkan lagi suhunya supaya kamar yang di tempati nya cepat dingin. Otak dan hati nya saat ini sedang panas, dia sedang berusaha untuk menenangkan diri nya. Andin menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya pelan-pelan, dia mencoba nya berulang kali sampai merasa lebih tenang.


Setelah dia bisa mengontrol emosi nya, ponsel nya berdering. Panggilan masuk dari Angga.

__ADS_1


"Halo, Ndin. Apa kamu baik-baik saja? "


"Aku baik-baik saja, Ga. Thanks sudah menghawatirkan aku! " ucap Andin.


"Aku tidak percaya! Kenapa nada suara mu berubah ? Kamu tidak sedang membohongi ku kan? " tanya Angga Khawatir.


"Jangan Khawatir, Ga. Aku bisa menangani nya kok. " Jawab Andin.


"Apapun yang kamu hadapi saat ini, kamu harus kuat! Jika kamu butuh bantuan ku segera hubungi aku, jangan sungkan. " ucap nya.


"Terima kasih, Ga. Ya sudah, kamu istirahat."


"Oke, kamu juga. See you," Sahut angga.


Kedua nya mengakhiri panggilan seluler itu, Andin menarik selimut nya dia bersiap untuk tidur. Andin mencoba melepas semua urusan hari ini yang panjang dan melelahkan.


Sementara Andin mencoba untuk memejam kan matanya, Samuel benar-benar tidak pergi. Dia tiduran di ruang tengah sambil menonton TV.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Andin sengaja bangun terlambat, dia bermalas-malasan di kasur. Andin merasa kelelahan karena kamarin hampir seharian menyetir mobil sendirian.


Apa lagi saat ini Andin belum bekerja, jadi dia bisa bangun seenaknya dan sesuka hatinya. Dari dalam kamar nya terdengar sayup-sayup suara gaduh di luar kamar.


"Bukan kah itu suara mama Arum? Apa dia di sini juga? Untuk apa coba dia di sini pagi-pagi," Gumam nya.


Andin menajam kan pendengaran nya, kemudian dia beranjak dari tempat tidur nya.


"Ah benar, itu mereka!" Ucap Andin.


Andin membuka pintu kamar, dia daoat melihat Samuel dan Mama Arum yang saat ini sedang ribut di dapur. Samuel memasak, sementara mama Arum di belakang mengomeli nya. Begitu suara pintu terbuka, mama Arum menoleh.


"Aduh, Tuan Putri sudah bangun." Sindir Mama Arum begitu melihat wajah Andin muncul di balik pintu.


"Mama mau menyebut ku, Tuan putri, Cinderella, Bahkan Ratu sekali pun aku enggak perduli lagi. " Jawab Andin Cuek.


...Bersambung...


Mohon dukungan nya untuk karya ku~

__ADS_1


Like, komen, dan share juga ya.


__ADS_2