KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 27. Sia-sia


__ADS_3

Samuel yang saat ini tidak masuk kerja karena dia beralasan Mamanya sedang tidak enak badan. Dia seperti orang gila begitu menerima foto Andin dari temannya tersebut, sayang sekali gambar laki-laki di dalam foto itu tidak jelas karena foto di ambil ketika si pria sedang menoleh kebelakang.


Samuel langsung bertanya kepada temannya di hotel mana Andin saat ini. Setelah mendapatkan nama hotel tersebut, tanpa pikir panjang Samuel langsung lergi kesana.


Pantas saja Andin tidak membalas semua pesannya dan menjawab panggilan telponnya. Ternyata dia sedang enak-enakan di hotel. Memikirkan itu membuat darah Samuel mendidih, apa lagi tadi Andin juga seperti sengaja mengirimi foto. Sudah jelas tujuannya, apa lagi kalau bukan untuk membuat dirinya panas.


Kini Samuel telah tiba di hotel yang di beri tahu oleh temannya. Dia langsung bertanya kepada bagian informasi dan memperlihatkan foto Andin, tentu saja pihak hotel tidak sembarangan memberitahu Identitas dan Privacy tamunya kepada pihak luar. Menjaga Privacy tamu adalah tanggung jawab utama mereka.


"Selamat malam, Pak. Ada yang bisa kami bantu?" Sapa Resepsionis


"Maaf, Mbak. Apa orang ini ada menginap di sini?" Tanya Samuel sambil menyodorkan foto Andin.


"Maaf, Pak! Kami tidak melihatnya."


"Kalau begitu, apa ada Nama Andin Manopo yang check in di sini?" Tanya Samuel lagi.


"Mohon tunggu sebentar ya, Pak. Saya akan bantu cek."


Petugas itu mengetik nama Andin namun tidak muncul di kolom pencarian.


"Maaf, Pak. Tidak ada juga tamu atas nama Andin Manopo," ucap Resepsionis lagi.


Samuel seolah baru sadar, tidak mungkin juga Andin menginap di hotel menggunakan namanya sendiri.


"Coba atas nama Angga, Mbak!"


Setelah beberapa saat, petugas itu menjawab.


"Maaf, tidak ada juga, Pak!"


Samuel mengepalkan kedua tangannya.


"Terima kasih, Mbak. Apa ada masih kamar kosong?" Tanya Samuel dia berniat untuk menginap juga di hotel ini.


"Mohon di tunggu ya, Pak. Saya akan mengeceknya terlebih dahulu."


Beberapa saat kemudian pihak hotel mengabarinya.

__ADS_1


"Untuk sekarang kamar kosong yang tersisanya hanya yang 7 juta per malam, Pak. Bagaimana? Apa bapak mau check in? Kebetulan hotel kami dari kemarin sudah di booking untuk Seminar, jadi penuh semua." Jelas Resepsionis itu lagi.


"Iya deh, Mbak. Saya ambil," jawab Samuel tanpa pikir panjang. Dia kemudian mengeluarkan kartu debetnya. Samuel tidak perduli jika dia harus membayar mahal, dia hanya berpikir bagaimana cara bertemu Andin.


Setelah selesai mengurus pembayaran, Samuel di antar menuju kamarnya. Sampai di kamar dia mengamuk-ngamuk tidak jelas,


Untung saja dia tidak di komplain dari kamar sebelah.


Sementara Samuel mengamuk tidak jelas, Andin sudah pulang kerumahnya. Dia sudah tertidur pulas. Setelah menyerahkan surat perjanjian dan makan siang bersama Darwis, Andin memutuskan untuk segera pulang kerumah.


Samuel yang menunggu dari siang hingga malam hari di lobby hotel, tetapi tidak ada juga tanda-tanda kehadiran Andin. Dia sudah berkeliaran di hotel mencari andin. Samuel pun kembali ke kamarnya, dia berencana melanjutkan pencarian Andin besok pagi, dia membaringkan tubuhnya namun pikirannya tetap tidak bisa tenang. Bayangan Andin menggenggam tangan laki-laki lain menari-nari di kepalanya,


****


Pagi harinya, hujan deras mengguyur ibu kota. Hawanya yang dingin membuat tidur Andin seperti di jaga ibu peri. Andin bablas tidur sampai bangun kesiangan. Sementara Samuel sampai sekarang belum juga menemukan dimana keberadaan Andin. Dari pagi-pagi dia sudah menunggu di lobby hotel, lalu dia masuk ke resto hotel untuk sarapan namun di sana juga tidak terlihat penampakan Andin. Samuel semakin merasa frustasi, untung saja hari ini adalah hari sabtu, jadi dia libur kerja.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Amel menelponnya.


"Mas, katanya mau datang pagi ini, kok enggak datang juga?" Ucap Amel di seberang sana.


"Justru karena hujan, aku jadi merindukan kamu! Lekaslah datang, sebelum aku yang datang ke sana."


"Iya, sayang. 30 menit lagi deh aku kesana. Tunggu ya?"


"Ya sudah jangan lama-lama."


Amel memutus sambungan telponnya, begitu sambungan telponnya terputus, Samuel langsung mengumpat.


"Sial,..sial!" Makinya. Beberapa orang di lobby menoleh kearahnya, Samuel menyerah sekarang. Dia harus datang kerumah Amel walaupun hujan, badai, banjir, gunung meletus harus dia terjang. Karena hari ini adalah hari yang spesial menurutnya, nanti malam adalah ulang tahun Pemilik perusahaan tempatnya bekerja, tidak lain adalah Paman Amel. Pada pesta ulang tahunnya kali ini dia akan mengumumkan tentang posisi manager keuangan yang baru.


Samuel tidak boleh kehilangan momen ini, karena dia termasuk dalam kandidat yang terpilih. Amel lah yang memperjuangkan dia di hadaoan bos besarnya tersebut, oleh karena itu Samuel menuruti semua kemauan Amel.


Dengan berat hati Samuel pergi meninggalkan hotel tersebut, dia tidak bisa melanjutkan pencariannya untuk mencari Andin. Masa depan pekerjaannya saat ini lebih penting dari pada apapun juga, dia tidak mau kehilangan posisi manager keuangan itu. Dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di kediaman Amel, dia tidak ingin membuat Amel marah karena terlambat datang.


Walaupun hatinya sedang panas karena tidak bisa menemukan Andin yang saat ini sedang menginap dengan pria. Perjuangan Samuel sia-sia hari ini, dia sudah gagal mendapatkan Andin hari ini jadi dia tidak boleh gagal dalam hal pekerjaan. Masa depannya ada di tangan Amel saat ini.


"Apa kamu sudah lama menungguku, Beb!" Ujar Samuel ketika tiba di rumah Amel.

__ADS_1


"Iya, aku kedinginan dan kesepian. Aku butuh kehangatan," tutur Amel.


Samuel mengerti apa yang di inginkan oleh Amel, di kemudian mengangkat tubuhnya dan menghempaskan di kasur.


......................


Malam ini Samuel dan Amel berdandan dengan menawan, pesta ulang tahun Pak Aldo di selenggarakan di hotel mewah yang memang sengaja di sewa untuk acara tersebut. Tidak semua karyawan di undang ke acara itu, hanya karyawan dengan level tertentu serta perwakilan masing-masing depertemen yang mendapat undangan ke sana. Juga ada beberapa perwakilan dari beberapa cabang yang tersebar di berbagai daerah yang mendapat undangan khusus untuk menghadiri acara Pak Aldo.


Amel merapikan kemeja dan dasi Samuel. Malam ini Samuel tampil begitu mempesona. Seolah dia adalah bintangnya.


"Nanti di sana tolong kita jaga jarak dulu ya, sayang? Kita harus menjaga omongan orang. Banyak keluarga besarku nanti berkumpul di sana," ucap Amel.


"Iya, aku mengerti," jawab Samuel.


"Selama tidak ada berita fatal, percayalah jabatan itu akan jatuh ketangan kamu. Jadi kamu tidak usah khawatir, mengerti?" Tutur Amel.


"Iya, sayang" Jawab Samuel sambil menyisir rambutnya.


"Sebaiknya kita juga, datang sendiri-sendiri saja. Kamu pakai saja mobil yang beberapa hari lalu aku beli itu, aku akan pergi dengan mobil merah," jelas Amel lagi.


"Ya," jawab Samuel singkat.


"Jangan lupa setelah selesai pesta, kita merayakan pesta kita sendiri. Mengerti? Bisik Amel di telinga Samuel.


"Apa kita melakukan pestanya sekarang saja? Ucap Samuel sambil menarik pinggang Amel kedalam pelukannya.


"Lepaskan aku, kita akan ketinggalan pesta jika melakukannya sekarang," bisik Amel dengan manja.


Samuel kemudian melepaskan pinggang Amel yang terlihat menggairahkan karena memakai dress tanpa lengan dengan belahan dada rendah.


"Ayo, kita berangkat sekarang." Ajak Amel


Keduanya kemudian menuju garasi mobil, mereka pergi menggunakan mobil sendiri-sendiri. Hari ini Samuel menggantungkan harapannya kepada Amel, dia tidak ingin posisi itu terlepas dari tangannya.


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!

__ADS_1


__ADS_2