KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 23. Solusi Amel


__ADS_3

Samuel dan Amel menyusul datang keruangan VIP yang dipesan oleh Darwis. Beberapa pelayan juga datang membawa pesanan Darwis dan Andin, makanan Samuel dan Amel juga di pindahkan keruangan tersebut.


"Ok, kita makan siang terlebih dahulu. Kalau perut kenyang, membahas sesuatu akan lebih nyambung dari pada saat perut lapar ya, kan?" Seru Darwis.


Walaupun tidak ada dari mereka yang menyahut ucapannya, Darwis tidak peduli. Dia kemudian memotong Steak wagyu pesanannya. Setelah memotongnya lalu dia memberikan steak yang sudah terpotong itu kepada Andin, perlakuan manis Darwis tidak lepas dari pandangan mata Samuel. Dia menatap Darwis dengan tatapan tidak suka.


"Dimakan, Ndin! Ini enak banget," Ucap Darwis.


"Makasih, Mas!" Jawab Andin dengan perasaan Canggung. Dia memakan daging itu, suapan demi suapan masuk kedalam mulutnya.


"Mau nyicipin ini juga? Ini Lembut banget cobain, deh!"


Darwis menyuapkan Tenderloin miliknya kepada Andin, garpunya sudah persis didepan mulutnya. Jika menolak Darwis pasti akan merasa malu dan kecewa.


"Aaa,..." ucap Darwis mempergakan seorang ayah sedang menyuapi anaknya. Mau tidak mau Andin menerima suapan dari Darwis, dia melihat Samuel dan Amel sedang mencibirnya.


"Kalian ini mau pamer kemesraan kepada kami? Dasar Norak!" Ucap Amel yang merasa kesal dengan pemandangan di hadapannya.


"Baru begini saja sudah kepanasan! Bagaimana perasaan Andin ketika mengetahui perselingkuhan kalian di depan matanya sendiri?" Serang Darwis.


"Oke, kita langsung ke poinnya saja, tidak usah bahas yang lain!" Sahut Samuel tiba-tiba. Dia benar-benar kesal melihat Darwis yang sengaja bersikap sok mesra di hadapannya, samuel tahu jika Darwis melakukan itu untuk memancing cemburu dan emosinya.


"Sabar dong, Bro! Buru-buru amat."


Samuel menenggak air putih dingin dihadapannya.


"Baiklah, sekarang kita bahas permasalahan kalian berdua. Saya disini selaku pengacara dari Andin. Sebelumnya saya akan menanyakan beberapa hal pada Mbak Amel juga." Tutur Darwis.


"Cepat katakan!" Desak Amel.


"Apa Mbak Amel tahu jika Mas Samuel ini tidak mau menceraikan Istrinya?"


Jleb!

__ADS_1


Samuel tidak menyangka, Darwis akan mengajukan pertanyaan itu kepada Amel. Tentu saja Amel langsung menatap tajam Samuel seolah meminta penjelasan, sementara Samuel menatap Darwis dengan rahang mengeras.


"Wow, wow! Santai Bro! Aku tidak berniat mengadu domba kalian berdua. Hanya saja, kenapa Anda sebagai laki-laki begitu plinplan? Dari awal sudah sepakat untuk bercerai kenapa akhir-akhir ini malah meminta Rujuk? Kenapa? Apa Mas Samuel ini tidak bisa melupakan Andin? Apa Anda masih mencintainya?" Cecar Darwis.


"Cukup! Langsung ke intinya saja!" Protes Samuel.


"Sebenarnya ini adalah inti permasalahan kalian, tentunya Anda sudah memberitahu Mbak Amel perihal Anda menginap di Rumah bersama Andin."


Lagi-lagi Amel memandang ke arah Samuel, berkali-kali dia dibohongi oleh Samuel.


"Jangan asal bicara! Itu masih rumah saya juga. Ibu saya tinggal di sana, dia tidak enak badan makanya saya menemaninya," Jawab samuel memberi alasan.


Andin hanya bisa tersenyum mendengar segala pembelaan Samuel.


"Ok, Soal rumah. Kenapa anda tidak mengembalikan uang klien saya yang dipakai buat membayar DP rumah kalian? Apa Anda tidak malu, sebagai laki-laki makan duit perempuan!" Seru Darwis dengan kata-katanya yang pedas.


"Tutup mulut Anda! Jangan sembarangan berbicara!" Teriak Samuel.


"Lalu bagaimana dengan mobil klien saya, apa Anda juga akan menyita mobilnya? Padahal Anda sendiri sudah tahu dari mana uang untuk membeli mobil itu berasal. Bukan kah itu semua itu memakai uang klien saya. Memang benar rumah dan mobil di dapat ketika kalian sudah menikah, tetapi harusnya malu dong, masa meminta yang bukan haknya!" Sindir Darwis lagi.


"Tidak, saya tidak akan menjawabnya. Nanti biar pengacara saya saja yang akan menangani." Tolak Samuel.


Darwis tertawa terbahak-bahak. Dia kemudian menoleh kesamping.


"Harusnya kamu bercerai dengannya sejak setahun yang lalu, Ndin! Tidak, yang benar adalah harusnya kamu tidak pernah menikah dengannya!" Seru Darwis, kali ini dia benar-benar marah. Setelah melihat sendiri bagaimana suami Andin, Darwis rasanya ingin menghajarnya.


"Cukup aku muak mendengar kalian berdua meributkan rumah kalian itu. Andin, apa uang yang waktu itu belum cukup?" Tanya Amel.


"Berhenti ikut campur masalah kami! Rumah dan mobil itu, ada uangku di sana. Itu lain ceritanya, aku berhak memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi milikku!" Pekik Andin sambil menatap Amel.


"Uang apa yang sedang kalian berdua bicarakan?" Tanya Samuel yang tidak tahu apa-apa.


"Oh, jadi Amel tidak memberitahumu kalau dia mengemis-ngemis dan memintaku untuk melepaskanmu dengan imbalan uang?" Seru Andin.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, Ndin? Amel, kamu tidak pernah bercerita denganku mengenai uang itu?" Tanya Samuel kebingungan.


"Nanti saja aku ceritakan dirumah! Yang penting sekarang aku punya solusi untuk rumah yang kalian ributkan itu. Aku akan membeli rumah itu, uang DP rumah kamu akan kembali. Dan mama kamu Mas, bisa tinggal di sana. Selesai bukan?" Tutur Amel, dia memandang Samuel dan Andin bergantian.


"Solusi Anda sangat bagus! Tetapi sepertinya saudara Samuel keberatan, dia sengaja mempersulit dan mengulur perceraian ini. Bukan begitu saudara Samuel?" Sahut Darwis.


Samuel semakin geram, rasanya ingin sekali dia merobek mulut Darwis yang selalu memojokkan nya.


"Jaga ucapan Anda! Jangan asal bicara!" Jawab Samuel sinis.


"Aku tidak perduli rumah itu di beli oleh siapapun juga. Yang penting aku bisa keluar dari sana dan mendapatkan uangku kembali. Terserah kalian mau menganggap aku mata duitan tau apalah itu." Tegas Andin.


"Sebaiknya penuhi keinginan klien saya karena jika tidak, saya akan mengajukan tuntutan pidana kepada Anda pasal perzinahan. Klien saya memiliki bukti-bukti yang sangat akurat!" Ancam Darwis.


Samuel mulai terlihat tidak percaya diri, dia mulai menggoyangkan kakinya tanda tidak nyaman. Sementara Amel meliriknya kesal.


"Begini, sebaiknya Anda menghubungi pengacara saya saja. Semuanya pasti akan cepat selesai, tidak akan berlarut-larut seperti ini." Pinta Amel pada Darwis.


"Pecat saja pengacara kamu yang kemarin! Tidak becus!" Perintah Amel kepada Samuel.


"Beb,..."


"Kenapa? Apa benar yang di katakan kalau kamu sengaja mengulur-ulur karena tidak mau menceraikan Andin?" Selidik Amel.


"Bukan begitu, hanya saja aku,..."


"Cukup, Mas! Aku rasa pembicaraan kita sudah selesai, ya? Aku pastikan tidak ada drama lagi. Pak Darwis nanti silahkan berkoordinasi dengan Tim lawyer kami." Seru Amel.


Darwis tersenyum penuh kemenangan, memang seperti ini caranya Samuel tidak akan bisa berkutik jika dia melakukan ini di hadapan Amel. Terlihat bahwa Amel yang lebih mendominasi, motif perselingkuhan Samuel pasti karena Amel adalah anak keluarga pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


"Baiklah, Karena waktu makan siang sudah lewat, kami akan kembali kekantor. Sampai ketemu lagi dengan status kamu yang baru, Andin Manopo!" Ucap Amel. Dia langsung berdiri dan pergi dari sana, kemudian susul oleh Samuel.


Andin nenarik napas dalam-dalam. Dia merasa lega, setidaknya dia tidak perlu tinggal seatap lagi dengan Mama Arum dan Samuel.

__ADS_1


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2