KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 34. Siapa yang benar


__ADS_3

"Kasih gue, Bro! Gue sebentar aja. Cuma Mau jemput pacar Gue," ucap Angga.


"Gue juga cuma sebentar, mantan pacar gue mabuk. Gue mau jemput dan nganterin dia pulang!" Jawab Pria itu, dia adalah Darwis.


"Ehm, terus gimana?"


"Ya udah, kamu ngalah aja, deh!" Perintah Darwis.


"Enggak bisa gitu dong! Kita suit aja gimana? Dia yang menang yang berhak atas tempat parkir ini!" Usul Angga.


Darwis diam, dia berpikir sebentar lalu menyetujui ide Angga.


"Oke, suit ya? Kertas batu gunting, yang menang dia yang parkir di sini," Jawab Darwis.


"Kertas batu gunting!" Ucap keduanya bersamaan, Darwis kertas dan Angga gunting jadi pemenangnya adalah Angga.


"Gue yang menang, Bro! Jadi tempat parkirnya buat gue. Bisa mundur sedikit gue mau masuk," ucap Angga. Meskipun kesal Darwis harus mengakui ketidak beruntungannya kali ini. Jadi dia mengalah kepada Angga dan memundurkan mobilnya lalu memberi kesempatan kepada Angga untu parkir.


"Thanks, Bro!" Ucap Angga.


Tidak berapa lama ada mobil yang keluar tepat di belakang mobil Darwis, jadi di tidak harus berputar mencari tempat parkir lagi. Dia langsung memarkir mobilnya tidak jauh dari Angga. Mereka berdua bahkan naik keatas bersama-sama.


"Kamu kerja di mana?" Tanya Darwis memulai pembicaraan lagi.


"Perusahaan keluarga," jawab Angga.


"Kamu sendiri, di Mana Bro?" Tanya Angga.


"Sama, di perusahaan kemuarga juga. Pasti kamu pernah ngalamin yang namanya di kerjain oleh orang tua sendiri pada awal-awal belajar bisnis?" Seru Darwis.


Angga tertawa, ternyata bukan hanya dia yang di kerjai oleh orang tuanya. Dia awalnya jadi anak magang terlebih dahulu, setelah di percaya dapat menyesaikan beberapa masalah baru kemudian naik level beneran. Mungkin orang diluar sana menilainya enak, tetaoi tidak ada yang tahu bekerja di perusahaan keluarga itu kejamny luar biasa.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di lantai atas, tepatnya di mana Club itu berada. Belum masuk saja, sudah di suguhi bunyi jedag jedug yang yang terdengar dari depan pintu.

__ADS_1


"Gue tinggal Bro, gue mau cari pacar gue dulu." Ucap Angga menepuk bahu Darwis, Mereka berdua berpencar. Darwis menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan itu, untuk mencari keberadaan Andin. Begitu juga dengan Angga.


"Di mana kamu, Ndin? Sorrry,...tolong buka jalan." Ucap Angga yang nekad mencari Andin di tengah kerumunan ramai manusia yang tengah asyik berjoget. Namun dia belum juga menemukan keberadaan Andin, kemudian dia melanjutkan berkeliling kembali berharap segera menemukan Andin.


Pak Rendra semakin terusik, dia merasa perlu mengkonfirmasi kalau perempuan yang di sana itu bukan Andin. Dia perlahan menuju meja Andin dan Sindi yang dari tadi belum selesai berdebat masalah lampu.


"Sin, ambilkan bintang itu untukku. Yang biru, yang sinarnya ping terang." Ucap Andin.


"Sstt,.. bulannya sedang tidur. Jangan berisik nanti dia terbangun dan menangis," seru Sindi menaruk telunjuknya di bibir Andin bermaksud menyuruhnya diam.


Pak Rendra kini sudah berdiri di samping meja mereka, dia menghela nafas dengan kasar.


"Astaga, Andin! Ternyata ini beneran kamu." Seru Pak Rendra. Dia mengetuk meja beberapa kali, berharap Andin melihat ke arahnya.


"Kenapa kamu, mabuk-mabukan seperti ini, Ndin?" Tanya Pak Rendra.


Andin mendongakkan kepala.


"Siapa ini? Kenapa beruang kutub ada di sini, kamu menghalangi pandangan ku saja! Hus, hus, pergi sana!" Usir Andin sambil mengibas-ngibas kan tangannya mengusir Pak Rendra.


Pak Rendra kemudian memegang lengan Andin, dia bermaksud untuk mengantar Andin dan temannya pulang. Tidak jauh dari sana Angga melihat Andin yang lengannya sedang di pegang oleh seorang laki-laki asing, langsung bergegas menghampiri. Angga menduga Andin tengah di goda oleh pengunjung yang tidak jelas.


Angga menghampiri meja tempat di mana Andin duduk, dan secepat kilat dia menarik tangan Andin serta menepis tangan Pak Rendra dengan kasar.


"Singkirkan tangan Anda dari pacar saya!" Ucap Angga dengan tatapan tajam.


Pak Rendra langsung menarik tangannya dan memperhatikan Angga. Darwis yang melihat ada keributan langsung datang menghampiri.


"Sorry, saya tidak ada maksud jahat. Saya mengenalnya, dia bekerja di tempat saya." Ucap Pak Rendra.


"Jangan bohong, Anda! Pacar saya sudah resign dari pekerjaannya. dia saat ini sedang tidak bekerja," jawan Angga lagi.


"Kamu juga pasti ngaku-ngaku, Andin tidak punya pacar. Dia baru saja bercerai dari suaminya," Seru Pak Rendra tidak mau kalah. Karena dia merasa telah mengenal Andin dan kini ada laki-laki yang mengaku pacarnya. Dimata Pak Rendra, jelas Angga bukan laki-laki yang baik karena mengaku-ngaku sebagai pacarnya.

__ADS_1


"Stop kalian berdua!" Darwis berusaha menengahi.


"Dia adalah Andin Manopo, saya mengenalnya. Karena saya adalah pengacaranya,..."


"Jangan ngaku-ngaku!" Ucap Pak Rendra dan Angga secara bersamaan. Mereka semua mengenal Andin, dan mereka punya cerita versi mereka masing-masing. Tidak ada yang berbohong, hanya saja dimata mereka bertiga. Masing-masing dari mereka tidak ada yang dapat di percaya.


"Ndin, mereka siapa? Kenapa berisik sekali! Mereka nenghalangi bulanku, pergi kalian semua!" Usir Sindi.


Andin kemudian memandangi mereka bertiga secara bergantian, dia beranjak dari tempat duduknya. Saat ini Angga, Darwis dan juga Pak Rendra menatap ke arahnya. Andin malah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


"Andin!" Teriak mereka bertiga secara bersamaan.


"Sin,... mereka siapa? Mereka memanggil namaku? Mereka semua mengenal Andin yang menyedihkan ini!" Seru Andin lagi, dia malah bertanya kepda Sindi siapa para laki-laki itu.


"Andin, ayo pulang! Kamu kenapa malah mabuk-mabukan seperti ini." Ajak Angga sambil memegang tangan Andin.


"Hei, kamu yang ngaku-ngaku sebagai pacarnya. Singkirkan tangan mu itu dari nya!" Tegas Pak Rendra.


"Tunggu, tunggu. Kalian berdua sebaiknya pergi dari sini, saya pengacaranya. Tadi Andin memberitahu jika dia ada di sini, saya dan dia ada janji untuk dinner bersama. Karena saya ada urusan maka,...."


"Ssst,... berhenti omong kosong! Kamu adalah pengacara gadungan yang ngaku-ngaku kan?" Tuduh Angga.


"Jaga mulutmu ya! Saya ini benar-benar pengacaranya. Oke, sekarang begini, apa kalian tahu siapa mantan suami dia?"


"Samuel!" Jawab Pak Rendra dan Angga bersamaan. Darwis terkejut karena jawaban mereka tepat, mungkin saja mereka memang benar mengenal Andin. Tetapi dia tidak yakin terhadap Angga karena dia mengaku sebagai pacar Andin.


"Kalian bertiga mengenal Samuel si brengsek itu? Hebat sekali!" Mendengar nama Samuel di sebut Andin meracau lagi, dia kemudian duduk karena kepalanya terasa berat lalu menyandarkan kepalanya di atas meja.


"Kamu kenapa ngaku-ngaku sebagai pacarnya? Tanya Darwis kepada Angga.


Bersambung!


JEmpol mana jempol! jempol dong Bestie!!

__ADS_1


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2