
Dari kejauhan Ibunya Hana melihat mereka berdua, dia akan mendatangi Andin. Namun di larang oleh pacar nya.
"Biar aja, sayang. Bukannya itu orang yang sama sewaktu dikebun strowberry itu? Dia sepertinya tidak ada maksud jahat ke Hana, anggap saja dia membantu kita mengawasi Hana. Ayo kita fokus bermain juga." Ucap pria itu.
"Baik lah kalau begitu, sayang." Jawab Ibu Hana pada pacar nya dengan manja.
Benar-benar pasangan tidak puny akhlak! Ketempat bermain bukannya menemani anak bermain, tetapi mereka malah asyik bermain sendiri.
Sementara itu, Hana kebingungan membawa boneka-boneka dari mesin capit. Andin mendapatkan nya dari hasil bermain di mesin capit, dia melakukan itu untuk Hana.
"Tante, ini gimana bawanya? Ini terlalu banyak. Hana satu aja cukup."
"Ehm, gimana ya? Hana tidak mau semua nya, kan? Kalau begitu bagaimana kalau kita bagikan saja?"
"Setuju, Tante!" Hana menyetujui usul Andin untuk membagikan boneka yang mereka dapatkan pada. Hana hanya mengambil 1 boneka warna pink, dan Andin Mengambil boneka panda.
"Mulai sekarang, ini akan menjadi boneka kesayangan, Hana." Ucap Hana sambil memeluk boneka itu. Andin tersenyum melihat Hana yang tersenyum bahagia, lalu dia mendadak sedih, jika dia memiliki anak dia pasti akan menjaga dan merawat nya dengan baik. Andin juga akan menyayangi nya dengan sepenuh hati, tidak ingin mengabaikan nya seperti yang ibu Hana lakukan.
"Tampak nya wahana ini sudah mau tutup, ayo Tante antar nemuin ibu, kamu." Ucap Andin.
"Yah, kita berpisah ya, Tante. Padahal Hana masih ingin main bersama, Tante. Sayang sekali Hana enggak di perbolehkan pegang hp, Hana ingin punya nomor telpon Tante." Tutur Hana sedih karena harus berpisah.
"Sebentar, Tante mau pinjam bolpoin ke penjaga itu."
Andin kemudian berlari ke arah Counter dan meminjam bolpoin, dia kemudian menuliskan nomor telpon nya dan memberikannya pada Hana.
"Nanti kalau kamu sudah besar dan sudah di izinin punya Handphone, terus kamu ingin main ke tempat seperti ini lagi, telpon Tante saja, ya?" Pesan Andin.
"Ok, Tante."
Hana kemudian menghapalkan sebentar nomor telpon Andin, lalu menyimpan kertas tersebut. Andin menggandeng tangan Hana, dia mengantarkan Hana kepada ibunya.
"Hana, kamu tunggu di sini saja, ya. Jangan kemana-mana, karena sebentar lagi mall akan tutup "
"Iya, Tante. Terima kasih boneka nya, ya." Ucap Hana sambil melambaikan tangan.
Setelah memastikan Hana aman bersama ibunya, Andin memutuskan untuk pulang kerumah. Sebelum itu dia mencari makan malam terlebih dahulu, bermain membuat perut nya menjadi lapar. Sebuah notifikasi muncul pada ponselnya.
__ADS_1
[ Andin, Strowberry kamu masih ada di rumah, ku! ] Tulis Angga.
[ Oh iya, astaga! Aku lupa, Ga. ] Balas Andin.
Dia lupa jika Strowberry yang dia petik di kebun pada hari itu, masih berada di rumah Angga. Awalnya Angga berniat untuk membantu membawakan kotak Strowberry itu masuk kedalam rumah Andin, tetapi pada saat itu Angga di terjang oleh Samuel tiba-tiba. Seketika Andin lupa tentang Strowberry nya sampai sekarang.
[ Mau di ambil kapan? ]
[ Sebentar lagi aku ambil, aku sedang berada di luar. Apa kamu sudah makan malam? ] Tanya Andin.
[ kebetulan belum. ]
[ Mau nasi goreng Seafood? Aku akan membungkuskan nya untuk mu. ] Tawar Andin.
[ Tidak usah, itu merepotkan. ]
[ Tidak apa-apa. Aku bungkus 2 ini, nanti makan di tempatmu. Tungguin, ya! ] Tulis Andin.
[ Ya sudah kalau begitu ] Balas Angga.
Setelah pesanan nya selesai di buatkan, dia buru-buru pulang. Jam di pergelangan nya menunjukkan pukul 11.30 malam, hampir pukul 12 malam. Tidak terasa di keluyuran seharian, bisa di bayangkan bagaimana tatapan Mama Mega saat tahu diri nya keluyuran dari siang dan pulang hampir tengah malam.
Andin sudah berada di depan pintu rumah Angga, dia menekan bell tidak beberapa lama Angga membuka kan pintu.
"Masuk, Ndin!"
Andin masuk sambil mententeng 2 nasi goreng Seafood yang tadi di beli nya.
"Beneran di belikan?"
"Hum, sekalian nemenin aku makan," Tutur Andin.
Angga segera mengambilkan piring, sendok dan juga menyiapkan gelas serta air putih di atas meja makan. Mereka berdua kemudian makan bersama.
"Tahu enggak, aku ini seperti anak bandel saja. Pergi dari siang tengah malam baru pulang," tutur Andin di sela-sela makan mereka.
"Kenapa memang nya, kok begitu?"
__ADS_1
"Di rumah ku saat ini, mungkin masih ada Mertua dan Anaknya. Aku malas ketemu mereka makanya sengaja menghindar," Jawab Andin.
"Oh, pantas saja! tadi aku melihat suami, kamu."
"Oh ya? Aku sendiri juga tidak tahu kalau dia tidur di rumah, tadi malam aku biarkan saja dia di depan Televisi. Aku kunci kamarku, pagi-pagi sudah berisik ibu dan anaknya di rumahku. Aku tidak tahan tinggal bareng mereka lagi, aku akan mengalah dan pergi."
Angga mendengarkan semua curhatan Andin sambil memakan makanan nya.
"Aku juga kemungkinan cari rumah kontrakan di sekitar sini, aku tidak tahan kalau terus tinggal bareng mereka lagi, bisa gila, aku!"
"Terus malam ini kamu tidur di mana?" Tanya Angga.
"Ya terpaksa pulang kerumah, sebelum aku dapat rumah kontrakan baru." Jawab Andin.
"Kalau begitu, Tinggal saja di sini, Ndin!" Ucap Angga.
"Eh, kamu jangan sembarangan, ya?"
Angga malah tersenyum menatap Andin.
"Besok Aku akan pergi ke luar kota untuk beberapa bulan kedepan, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sana dan juga aku ingin melupakan semua masalah yang aku hadapi di sini untuk sejenak. Berhubung Strowberry kamu masih ada di sini, makanya aku minta kamu untuk mengambil nya." Jelas Angga.
"Kalau kamu tidak punya tempat untuk di tuju, itu kamar tamu masih kosong, kok! Kamu tinggal saja di sini."
"Aku enggak enak samu kamu, ah!" Jawab Andin.
"Kalau malam ini kamu mau tidur di sini juga enggak apa-apa, aku bisa tidur di Apartment. Jadi santai saja, kamu jangan sungkan, Ok?"
Tetap saja Andin tidak enak hati menerima kebaikan Angga seperti ini.
Setelah menghabiskan nasi goreng Seafood itu, Andin pulang kerumah nya, Angga mengantar nya sampai di depan pintu rumah Andin.
"Terima kasih, Ga. Kamu baik-baik di sana, ya. Sampai jumpa lagi, Ga!" ucap Andin.
Angga pamit pulang. Tidak Andin duga ketika dia membuka pintu ternyata Samuel menunggu nya. Samuel sempat melihat Angga mengantar Andin pulang.
"Mas Samuel!"
__ADS_1
Note!
Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!