
Peluh membasahi sekujur tubuh Andin. tenaga nya mulai terkuras habis, Nafas nya naik turun tidak beraturan. Dia pun menghentikan Aktifitas nya, mengambil Air putih lalu meminum nya setelah itu dia meraih handuk untuk menyeka keringat nya.
"Huh, Capek sekali. Mungkin Karena aku sudah lama tidak datang ke tempat gym, dan juga aku terlalu memporsir tenaga ku sampai terkuras habis". Gumam Andin sambil menyeka keringat yang membanjiri wajah dan leher nya.
Andin menoleh ke samping, dia melihat seseorang yang tidak asing di mata nya.
"Angga". Panggil Andin.
Andin berjalan mendekati Angga.
"Hei, Pak Duda, Angga ! ". Panggil nya lagi
Mendengar nama nya di sebut, Angga meletak kan Deadlift dengan perlahan. Dan dia segera menoleh ke sumber suara yang memanggil nya.
" Eh, Kamu, Ndin. Kirain siapa yang panggil aku Pak Duda." Jawab Angga sambil tersenyum. Dia meraih Botol minum yang ada di samping kaki nya.
"Kamu dari tadi, Ga? ". Tanya Andin
"Sudah hampir 1 jam aku berada di sini, Ndin. Kamu udah lama?" Ucap Angga pada Andin.
"Loh, sama dong! Hampir 1 jam juga aku di sini, kok kita tidak menyadari nya ya?". Kata Andin.
"Karena kita terlalu fokus berlatih, Ndin. " jawab nya.
"Kayaknya aku sudah cukup olahraganya. Lihat nih baju ku basah semua. " Tutur Andin.
"Sama aku juga, Ndin, Mau pergi makan? " Tanya Angga
"Wah, Kebetulan sekali cacing di perut ku sudah mulai berontak, Pasta dan juga Beef Grill seperti nya enak. Bagaimana dengan mu?" Sahut Andin, Antusias.
"Beef Grill, Sepertiny Oke." Jawab Angga, sambil memikir kan menikmati makanan tersebut.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong itu wajah kamu sebelah kiri kenapa? Kok memerah? Seperti habis di Tampar seseorang. " Tanya Angga penasaran.
Andin bergeges menutupi Pipinya.
"Oh ini? enggak apa-apa, kok!" Jawab Andin singkat. Dia kemudian membuang muka ke samping.
"Cerita saja jika ada masalah, aku akan mendengar kan nya. " Ucap Angga sambil memegang kepala Andin.
Mendengar itu, Andin tersenyum.
"Terima kasih, Ga. Tapi ini beneran enggak apa-apa." Sahut nya.
" Baiklah. Mau pergi bareng? ". Tanya Angga.
"Aku bawa Mobil sendiri, lain kali saja kita pergi bareng . " jawab Andin.
Angga mengganguk. Keduanya pergi meninggalkan tempat Gym bersama-sama. Mereka pergi ke arah parkiran dan berpisah di mobil masing-masing lalu menuju Restaurant yang sudah di sepakati mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah semua siap, Andin bergeges pergi ke Kantor Pengadilan Agama, letaknya lumayan jauh dari rumah nya. Dia lebih baik datang lebih cepat dan menunggu di sana dari pada terlambat. Begitu sampai di sana Andin langsung mendaftarkan diri di meja informasi, setelah itu dia menunggu antrian sidang. Andin mengantri bersama yang lainnya di ruangan Khusus yang telah di sediakan.
Pukul 10 siang nanti, sidang keduanya nya akan berlangsung, kali ini Hakim akan melakukan penilaian, karena Mediasi tempo hari gagal. Materi gugatan Andin juga akan di bahas di persidangan kali ini, dengan seluruh Bukti-bukti yang telah dia lampirkan. Andin percaya jika Hakim akan berada di Pihaknya, dan putusan Cerai akan segera di keluarkan.
Meski begitu, Andin merasa Deg-degan, karena baru ini dia menjalani sidang perceraian. Dia membayangkan, mungkin sidang nya akan sama seperti saat dirinya sidang skripsi dulu. Tetapi waktu itu dia juga gemeteran, Tangan dan kaki nya berubah menjadi Dingin semua.
"Tanang, Ndin. Tarik nafas, Hembuskan, santai saja, kuat kan dirimu. Kamu pasti bisa melewati hari ini. Semangat! " Ucap Andin memberi semangat pada diri nya sendiri.
Kegugupan Andin berkurang ketika dia melihat banyak orang yang bernasib sama dengan nya, sedang mengantre seperti diri nya. Rata-rata mereka terlihat masih muda seusia nya.
"Nah, kamu lihat, Andin! Kamu gak sendiri, di luar sana banyak yang seperti mu, jadi jangan takut menyandang Status Janda di usia muda. " Batin Andi memberi semangat
__ADS_1
Andin menunggu di ruang tunggu khusus yang telah di sediakan dengan perasaan Gugup dan Cemas. Dia memandangi sekeliling untuk mencari Samuel, tetapi tidak terlihat batang hidung nya. Waktu sudah hampir mendekatu pukul 10 pagi.
"Kenapa Mas Samuel belum datang, apa dia sengaja tidak datang? " Lirih Andin.
Tidak lama kemudian, orang yang di tunggu-tunggu datang juga. Samuel datang bersama mama nya dan juga seorang pengacara. Samuel menyapa dengan baik seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Tetapi berbanding terbalik dengan sikap mamanya. Mama mertua terlihat memandang sinis ke arah dirinya.
"Sudah dari tadi, Ndin? Aku tidak terlambat kan?" Tanya Samuel.
"Tidak". Jawab Andin singkat. Dia sebenarnya sudah malas berbicara dengan samuel. Tapi sebagai orang Indonesia yang mengerti adab, Andin menjawab nya.
"Kamu Lihat sendiri 'kan, dia tidak mau menyapa mama. "Ucap Arum pada Samuel, matanya menyindir Andin yang tidak mau menyapa nya.
"Udah, Ma. Tidak usah di besar-besarin." Jawab samuel pada Mama nya.
Dia takut terjadi keributan di tempat ini antara Mama nya dan Andin. Dia akan merasa malu jika Mama nya sampai emosi di tempat ini.
Nama Andin dan Samuel di panggil melalui pengeras suara. Mereka di minta untuk memasuki ruang Sidang, Andin masuk lebih dulu kemudian di susul oleh Samuel, Mama Arum dan pengacara nya.
Hakim sudah duduk di tempat nya, Panitera mengabsen terlebih dahulu, apakah penggugat dan pihak tergugat sudah hadir di sana, supaya persidangan bisa di mulai.
"Apakah Nyonya Andin Manopo sudah Hadir?" Ucap Panitera.
"Hadir, yang mulia". Jawab Andin
"Apakah Bapak Samuel Hartanto juga sudah hadir di ruang sidang?" Tanya Panitera lagi.
"Hadir, yang mulia! " Sahut Samuel.
"Baiklah, karena ke dua belah pihak sudah hadir, kita akan mulai sidang nya." Ucap Paniteri itu lagi.
Sidang pun segera di mulai, Andin terlihat gugup padahal dari tadi dia sudah mencoba untuk Rileks dan menenangkan diri. Namun tetap saja dia merasa Gugup.
__ADS_1
Hakim mulai mencecar Andin dan Samuel dengan berbagai pertanyaan secara bergantian. Andin menceritakan semu yang di alami nya selama menjalani rumah tangga denga Samuel. Bagaimana perlakuan Samuel, dan Mama mertua nya yang selalu mencampuri urusan Rumah tangga nya. Bagaimana Mertua nya memojokkan nya karena belum mempunyai momongan, dan bahkan meminta Samuel mencerai kan diri nya. Dan yang terakhir Andin juga menceritan perselingkuhan Samuel dengan Rekan kerja kantor nya.
*Bantu Like, komen dan share ya teman-teman.