KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 21. Bertemu Mantan


__ADS_3

Andin bergegas mandi lalu bersiap-siap untuk mencari seorang pengacara, yang akan membantunya menyelesaikan masalahnya dengan Samuel. Kali ini dia sengaja berdandan cantik, dia ingin menunjukkan pada Mama Arum yang tadi membandingkan dirinya dengan Amel, bahwa dirinya masih sangat cantik dan menarik.


Andin sengaja wara-wiri dihadapan di depan Mama Arum, sambil berganti-ganti memakai baju yang dia sesuaikan dengan Make up nya. Tentu saja Mama Arum kesal melihatnya, harus Mama megai akui mau memakai baju apapun Andin terlihat cantik dan menarik. Karena akan bertemu pengacara, jadi Andin sengaja bergaya modis begitu.


Andin merasa puas, hari ini dia sudah berani membela dirinya sendiri dari Mertuanya.


"Bagus Andin! Kedepannya harus begitu. jika ada yang menyakitimu, balas dengan perlakuan yang sama!"


Andin bergegas menuju mobilnya. Begitu masuk kedalam mobil, dia menoleh ke belakang. Hasil belanjaanya kemarin belum di turunkan, seketika dia merasa bersyukur belum mengeluarkan barang belanjaanya tersebut. Kalau tidak dia akan kerepotan lagi untuk membereskan barang-barang itu. Nanti sore dia akan mulai mengemasi barang-barangnya untuk di titipkan di Rumah Angga.


Andin mulai meninggalkan rumahnya, dia menuju sebuah alamat yang dia dapatkan kemarin hasil dari berselancar didunia maya.


Andin menuju kompleks sebuah ruko, dia berputar-putar mencari alamat kantor Advokat itu.


"Ah, sepertinya di situ tempatnya!"


Andin dapat melihat papan nama besar yang terpampang di sana. Setelah memarkirkan mobilnya Andin bergegas masuk, dia di sambug perempuan cantik yang menyambutnya dengan ramah.


"Selamat siang, Ibu. Ada yang bisa kami bantu?" Resepsionis.


"Selamat siang, Mbak. Saya ingin berkonsultasi, apakah bisa?"


"Bisa, Ibu. Untuk detailnya Ibu akan berkonsultasi terkait apa?" Tanya Resepsionis itu lagi.


"Ahm, begini, Mbak. Saya butuh seorang pengacara untuk membantu menyelesaikan kasus perceraian saya."


"Baik, Terkait perceraian ya, Ibu. Mari saya antarkan keruangan Pak Darwis lebih dulu."


Resepsionis itu membawa Andin menuju kesebuah ruangan.


"Tunggu sebentar ya, Bu. Kebetulan Pak Darwis nya sedang dalam perjalanan, beliau terjebak macet. Mohon ibu untuk mengisi formulir ini dulu." Ucap Resepsionis sambil menyerahkan selembar kertas untuk Andin isi. Andin pun langsung mengisi data dirinya dan pernyataan bahwa dia menggunakan jasa Advocate untuk membantunya mengatasi kasus perceraian. Dia kembali menyerahkan kembali kertas itu.


"Ini, Mbak. Terima kasih!"


Andin mendadak deg-degan, ini pertama kalinya dia berurusan dengan pengacara. Semua ini gara-gara Samuel dan Mama Arum yang ribet, kalau saja mereka berdua tidak bersikukuh tentang Harta gono-gini dan tidak memaksa untuk tinggal bersama di rumah. Andin tidak perlu repot menyewa pengacara untuk membantunya.


Tidak lama kemudian, pintu mendadak dibuka. Andin menoleh kearah orang yang baru saja masuk.


"Mas Darwis!" Gumamnya.

__ADS_1


"Andin? Panggil pria yang Andin kenali bernama Darwiz itu.


"Andin, ini beneran kamu? Lama sekali kita tidak bertemu," Ucapnya seraya memeluk Andin.


Andin yang mematung di tempatnya sampai tidak sadar kalau Darwis saat ini sedang memeluknya.


"M-mas Darwis?"


"Bagaimana kabarmu, Ndin? Kamu baik-baik saja kan?"


"Aku sedang tidak baik-baik saja Mas! Oleh karena itu aku mendatangi kantor advokat." Tutur Andin begitu saja. Baik sekarang atau pun dulu dia selalu blak-blakan kalau di hadapan Darwis. Dia adalah cinta pertama Andin dulu, saat masih duduk di bangku SMA. Mereka berpisah karena Darwis melanjutkan kuliah di luar negeri.


"Andin, kamu semakin dewasa semakin bertambah cantik saja," Puji Darwis.


Andin kemudian melepaskan diri dari pelukan Darwis, dia merasa canggung sudah hampir 8 tahun mereka tidak bertemu setelah perpisahan itu.


"Kamu sampai datang kesini ada urusan apa? Kamu sedang tersandung masalah hukum? Aku akan membantumu sebisa mungkin." Jelas Darwis.


"Ehm, itu,..."


Andin menjadi salah tingkah sendiri. bagaimana ini, sekian lama dia bertemu mantan pacarnya, begitu bertemu dia datang dengan masalah tentang rumah tangganya. Andin tentu saja merasa malu, karena hidupnya terlihat buruk di depan mantannya itu.


"Pak Darwis, ini berkas perkara milik Ibu Andin."


Darwis membuka berkas tersebut, kemudian dia membelalakan matanya saat melihat perkara yang Andin hadapi saat ini.


"Perceraian? Kamu sudah menikah, Ndin?" Tanya Darwis tidak percaya, Andin hanya mengangguk.


"Lalu apa ini? Bercerai? Apa yang sudah suamimu lakukan? Apa di melakukan KDRT? Tidak menafkahimu? Atau dia selingkuh?" Cecar Darwis.


Andin menundukkan kepalanya, dia merasa malu pada Darwis. Tetapi dia harus menjelaskan tentang kondisi dan situasi yang dia hadapi.


"Dia berselingkuh!"


"Selingkuh? Bajingan mana yang tega menyakitimu? Kurang aja sekali dia sudah berani berselingkuh darimu! Coba saja nanti aku bertemu dengannya, aku akan menghajar nya!" Teriak Darwis, emosinya mendadak meledak ketik mengetahui Andin di sakiti suaminya.


Andin benar-benar terkejut melihat reaksi Darwis yang marah seperti itu. Mereka berdua saat ini statusnya hanyalah mantan pacar, itupun kejadiannya sudah lama sekali.


"Mungkin sudah takdir ku begini, Mas!" Pasrah Andin.

__ADS_1


"Tidak, kamu jangan menyerah kepada takdir. Ceritakan kepadaku detailnya, aku akan membuat laki-laki itu menyesal!" Seru Darwis, dia mengepal tangannya.


Andin kemudian menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Dia menceritakan bagaimana suaminya berselingkuh dengan rekan kerjanya di kantor, bagaimana hari-harinya ketika berumah tangga. Tentang perlakuan suaminya dan juga Mama Mertuanya yang selalu ikut campur dalam rumah tangganya. Kini setelah mengajukan gugatan cerai, Mama mertuanya mengusik rumah yang Andin tinggali bahkan sekarang mereka berdua memaksa tinggal di sana.


Darwis terlihat sedih mendengar cerita Andin, namun dia salut bahwa Andin sekarang mulai berani melawan balik.


"Aku berjanji akan membantumu, Ndin!"


"Iya, Mas. Padahal minggu besok tinggal putusan saja. Tapi jadi melebar ke Harta Gono-gini, padahal aku dan dia sudah sepakat untuk menjual rumah itu, dan membagi 2 hasilnya. Atau kalau dia mau mengambil rumah itu, aku hanya meminta kembali Uang DP ku pada saat membeli rumah itu. Mertuaku ngeyel, aku pusing menghadapi mereka."


"Oke, Ndin. Nanti aku bantu. Kamu bilang saja sama calon mantan suami kamu itu, untuk menghubungi aku apapun yang menyangkut denganmu," Tutur Darwis.


"Iya, Mas. Terima kasih!".


Darwis melirik Alroji di dipergelangan tangannya, tidak terasa jam sudah menunjukkan jam makan siang.


"Ayo kita makan siang dulu, sudah lama sekali kita tidak makan siang bareng," Ajak Darwis.


"Apa enggak apa-apa kamu pergi pada saat jam kerja?" Tanya Andin.


"Hm, dari mana kamu mendapat info kantor ini?"


"Dari Browsing internet," Jawab Andin polos.


"Pantas saja, aku pikir dari rekomendasi seseorang. Coba kamu lihat nama kantor ini apa? Santosa And Partner Law Firm. Itu artinya apa?" Tanya Darwis.


"Santosa,.... itukan nama belakang kamu. Apa kantor ini milik keluarga kamu?"


"Ya, begitulah!" Jawab Darwis sambik menaikan bahunya.


"Aa, pantas saja kamu kerja seenaknya, ya?" Tutur Andin.


"Ya sudah, ayo ku traktir makan siang."


"Oke, ayo!" Jawab Andin semangat, karena memang perut nya juga sudah lapar.


Mereka berdua kemudian pergi dari kantornya Darwis untuk mencari makan siang.


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!

__ADS_1


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2