KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN

KARMA AKIBAT PERSELINGKUHAN
Bab 19. Benci


__ADS_3

Samuel menatap tajam ke arah pintu yang baru saj di tutup oleh Andin. Lagi-lagi dia melihat Andin di antar oleh seorang Pria yang sama. Apalagi waktu sudah menunjukkan tengah malam begini, amarah dan kecemburuan menyelimuti diri Samuel.


"Kamu habis jalan bareng dia lagi?" Tanye Samuel penuh selidik.


"Bukan urusan kamu, Mas!" Jawab Andin.


"Jadi benar kamu memang ada hubungan khusus dengan dia? Sejak kapan kalian berdua jalan bareng? Apakah sudah sejak lama? Apa kamu diam-diam selingkuh di belakang ku selama ini?" Tuduh Samuel bertubi-tubi.


"Mas!" Teriak Andin. Dia menjadi marah karena malah Andin yang di tuduh menjalin hubungan gelap dengan pria lain.


"Kalau tidak ada hubungan khusus, tidak mungkin kalian bersama terus. Apa kamu akan bilang ini ketidaksengajaan lagi?"


"Apa hak mu melarangku, Mas! Kamu setiap hari mendatangi Amel saja aku tidak protes. Kenapa kamu jadi kebakaran jenggot hanya dengan melihat ku di antar oleh Angga." Seru Andin.


"Oh, jadi Pria brengsek itu namanya Angga. Mesra sekali kamu menyebut namanya!" Ujar Samuel dengan suara meninggi. Andin bergegas masuk kedalam kamar, Samuel mengikutinya dari belakang.


"Jelaskan padaku , sudah berapa lama kamu mengenalnya?" Pekik Samuel.


Mama Arum yang tidur di depan televisi sampai terbangun gara-gara mendengar suara teriakan Samuel. Andin tidak menggubrisnya, dia mencari handuk dan bersiap untuk mandi tetapi Samuel menahan nya.


"Duduk dulu, mari kita bicara!" Pinta Samuel.


"Apalagi sih yang mau di bicarakan? Kenapa kamu jadi menggila begini sih, Mas? Kamu lupa, ya? Kalau kamu lupa, oke! Aku ingatkan lagi. Kamu berselingkuh dengan Amel dan kita dalam proses cerai. Apa hak kamu marah-marah melihatku dengan Pria lain?"


"Karena kamu masih sah menjadi istriku, dan aku tidak mau melihat kamu jalan dengan Pria lain!" Ujar Samuel.


"Ck, Dasar egois! Kamu boleh jalan dengan perempuan lain, Kamu boleh tidur sama perempuan lain. Sementara aku cuma jalan secara kebetulan saja kamu mencak-mencak seperti ini, waras kamu, Mas?"


Samuel menatap tajam kedua netra Andin.


"Itu karena aku masih mencintaimu, Ndin. Aku cemburu melihat kamu dengan pria lain!"


Andin tertawa mendengar ungkapan cinta yang keluar dari mulut Samuel.


"Cinta kamu bilang, Mas? Cinta yang seperti apa yang kamu maksud? Kamu berselingkuh dan juga bercinta dengan perempuan lain di hadapan ku. Itu yang kamu sebut Cinta, Mas! " Pekik Andin.

__ADS_1


Jleb!


Kata-kata Andin itu langsung menusuk relung hati Samuel. Andin menghempaskan tangan Samuel yang dari tadi mencengram lengan nya.


"Lepaskan, Aku mau mandi!" Tutur Andin.


Saat Andin hendak meraih ganggang pintu, Samuel menarik pinggang Andin, dan menciumnya dengan paksa. Andin berusaha mendorong tubuh Samuel agar melepaskan cengkraman tangannya pada tubuhnya. Tetapi Samuel malah mendorongnya ke dinding sehingga membuat posisi Andin terkunci, dia tidak dapat menggerakan tubuhnya.


"Lepaskan, aku Mas! Lepaskan!"


Sekuat tenaga Andin meronta, dia mendorong wajah Samuel agar menjauh dari wajahnya.


"Kenapa sekarang kamu begitu liar, Ndin! Kenapa kamu tidak menjadi penurut saja seperti hari-hari sebelum nya? Aku tidak akan melepaskan, kamu itu milikku!"


Bak orang kesetanan, Samuel mendadak berubah menjadi seperti orang lain. Dia menciumi Andin secara brutal, semakin Andin melawan Samuel semakin menggila. Andin tiba-tiba diam, dia tidak bereaksi apa-apa. Dia hanya menatap apa yang sedang Samuel lakukan padanya dengan penuh kebencian. Samuel sadar bahwa Andin tidak melakukan perlawanan sedikit pun, dia mendadak berhenti menciumi Andin. Samuel menatap wajah Andin yang penuh kebencian itu, saat Samuel lengah Andin menendang bagian ******** Samuel dengan kuat.


"Aw, sakit Ndin!" Teriak Samuel sambil memegangi adik kecilnya.


"Kamu pikir menciumi ku dengan paksa itu tidak sakit? Aku membencimu, Mas!" Pekik Andin.


Andin sudah tidak tahan lagi dengan sikap Samuel, dia pergi keluar kamar menuju kamar mandi. Mama Arum yang menguping di depan kamar menjadi kaget, saat tiba-tiba Andin keluar kamar. Andin membanting pintu kamar mandi kuat-kuat.


Mama Arum kemudian masuk ke dalam kamar untuk melihat Samuel.


"Samuel, Kamu tidak apa-apa?"


Samuel tidak menjawab, dia masih memegangi adik kecilnya yang masih sakit karena di tendang oleh Andin. Dia hanya memberi kode kepada Mama Arum untuk tidak bertanya dan melakukan apa pun.


Di dalam kamar mandi Andin menyalakan Shower, dia membasahi tubuhnya beserta baju yang dia kenakan saat ini. Tanpa terasa air matanya mengalir deras bersamaan dengan derasnya guyuran Shower.


Dia muak melihat Samuel yang masih saja tidak mau melepaskan nya. Bahkan sekarang dengan gampang nya Samuel mengtakan masih mencintainya! Otak nya benar-benar tidak waras. Lama sekali Andin berada di bawah guyuran Shower, badannya mulai dingin semua. Jari jemarinya mulai berkerut karena terlalu lama terkena air. Andin mematikan Shower dan bergegas kembali kemar nya.


Mama Arum menatap Andin dengan Heran.


"Dasar menantu, Sinting!" Ucapnya.

__ADS_1


Rupanya mama Arum kesal mengingat apa yang tadi Andin lakukan kepada Samuel. Bisa-bisanya harta berharga Samuel di tendang, kalau sampai pecah bagaimana? Bisa-bisa Samuel tidak memberinya Cucu.


Samuel masih saja berada di kamar, dia tidak mau pergi dari sana.


"Aku mau ganti baju, Tolong keluar!" Ucap Andin datar.


"Tidak, aku tidak mau keluar. Lagi pula aku sudah kerap melihat semuanya," Jawab Samuel mencoba mencairkan suasana.


Aninda kemudian memakai baju tidurnya, tidak perduli Samuel meperhatikan diri nya dari tadi.


"Apa kamu masih mau di situ terus? Aku mau istirahat, tubuhku capek!"


"Tidur lah, jangan hiraukan aku."


"Ok, kalau kamu tidak mau keluar dari kamar ini. Aku yang akan keluar dari rumah ini malam ini juga!" Ancam Andin.


"Memangnya kamu mau pergi kemana?"


"Kemana saja, yang penting disana tidak ada kamu!" Sahut Andin sinis.


Andin dan Samuel saling bertatapan untuk beberapa saat. Samuel akhirnya mengalah, sudah tengah malam begini, tidak mungkin dia membiarkan Andin pergi apa lagi tidak jelas tujuan nya. Dia perlahan keluar dari kamar Andin, begitu Samuel keluar Andin dengan cepat mengunci pintu kamar nya. Dia langsung naik ke atas ranjang, menarik selimut dan tidur.


Mama Arum kembali bertanya kepada Samuel.


"Kamu kenapa jadi bodoh begini, sekarang? Mama heran sama kamu. Kenapa kamu sudah tidak mau di kasih tau lagi?"


"Aku masih mencintai Andin, Ma. Aku seperti orang gila di buatnya. bahkan tadi aku sudah tidur dengan Amel, tapi aku malah kabur kesini. Aku berbohong padanya dengan mengatakan kalau mama sedang sakit, aku harus bagaimana, Ma?" Ucap Samuel mulai menangis di Pangkuan Mama nya.


"Sudah lah, kamu mantapkan saja pilihan kamu pada Amel. Lupakan Andin, dia tidak mungkin bisa hidup bahagia bersamamu. Mama lebih setuju kamu bersama Amel dan bercerai dengan Andin."


"Tapi aku mencintai Andin, Ma! Hanya dia yang aku cintai."


"Ya sudah, kalau begitu terserah kamu! Kalau kamu sudah tidak bisa mama kasih tahu lagi. Mama sudah tidak mau ngurusin kamu lagi!" Seru Mama Arum.


Samuel kemudian berpindah ke atas, dia meringkuk di sofa, dia menyesali semua yang terjadi dalam hidup nya. Andai dia bisa mengembalikan waktu, mungkin dia tidak akan mengambil jalan ini.

__ADS_1


Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!


Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!


__ADS_2