
Hotel tempat di selenggarakannya ulang tahun Pak Aldo tampak ramai, tamu undangan juga sudah datang. Tempat parkiran terlihat penuh, Samuel bahkan harus berputar-putar untuk mencari tempat yang kosong.
Para tamu undangan duduk sesuai dengan nama mereka masing-masing yang sudah di letakkan pada meja. Sindi termasuk salah satu tamu undangan tersebut, nama dia di terpilih karena menurut HRD performa dia paling bagus di antara rekan kerjanya yang lain.
"Sin, kamu datang juga?" Sapa temannya dari depertement lain.
"Iya nih, padahal aku malas banget sebenarnya mau datang ke acara seperti ini." Tuturnya, menurut Sindi acara begini terlalu kaku dan tidak cocok dengan gayanya.
"Sayang banget ya sudah enggak ada, Andin. Coba saja ada dia," celetuk temannya.
"Iya, itu semua karena nenek sihir itu sialan itu! Makanya Andin memilih resign." Maki Sindi sambil menatap tajam Amel yang tampak terlihat sok cantik hari ini.
Acara ulang tahun Pak Aldo kali ini memang di selenggarakan sekaligus untuk memberi reward kepada beberapa karyawan yang terkenal rajin dan loyal. Selain itu akan di umumkan siapa karyawan yang beruntung untuk menduduki jabatan baru.
Amel datang lebih dahulu, tentu saja dia ikut bergabung bersama petinggi perusahaan serta Mamanya, dan juga Istri dari Pak Aldo yang tidak lain adalah Tantenya. Mereka semua berkumpul di meja yang berdekatan.
"Halo Tante, sudah datang dari tadi?" Sapa Amel sambil cipika cipiki dengan istri pak Aldo.
"Hai,.. sayang. Kamu tambah cantik saja., kapan kamu akan menikah?" Tanya Tantenya.
"Udah deh, Tan. Kenapa sih kalian selalu menanyakan itu terus," jawab Amel cemberut, sambil mengerucutkan bibirnya. Dia kemudian duduk di samping Mamanya.
"Biarkan saja dia, Lin. Biar jadi perawan tua," sahut Mama Amel yang sudah kesal dengan anaknya itu karena sampai sekarang tidak kunjung menikah juga.
"Mama, kok gitu ngomongnya! Nanti jadi beneran lho, Mama mau?" Ucap Amel merajuk.
"Apa mau Tante jodohin dengan anaknya teman Tante?"
"Enggak usah Tan, Amel masih bisa cari sendiri, kok!" Jawabnya.
Amel kemudian melirik Samuel yang baru saja datang.
__ADS_1
"Walaupun pilihanku adalah bekas orang lain, tetapi aku sangat bahagia ketika bersamanya. Entah ini cinta, obsesi, atau kebodohan, whatever lah orang menyebutnya apa. Yang penting aku bahagia bersama nya," batinnya.
Sementara itu, Samuel yang baru datang langsung nenuju kursinya dan bergambung bersama teman-temannya. Sindi dan yang lainnya berada di belakang meja Samuel, Sindi enggan datang tetapi dia di paksa dan di ancam oleh HRD nya. Walaupun sekedar datang hanya untuk menikmati makanan enak.
Acara segera mulai sesuai waktu yang di tentukan, memang acara seperti ini selalu di laksanakan secara ontime, semuanya sudah tersetruktur dengan rapi sesuai jadwal. MC membuka acara dengan membacakan runtutan jalannya acara, di awali dengan sambutan-sambutan, acara inti pemotongan kue, pemberian penghargaan pada karyawan.
"Inilah acara yang kita tunggu-tunggu, malam ini kita akan mengumumkan karyawan berprestasi dari masing-masing departemen. Selamat kepada Bapak Rahadian dari tim perencanaan, Bapak Samuel dari departement keuangan, dan juga Saudari Sindi dari departement marketing. Silahkan maju bagi namanya yang tadi di sebut," seru MC.
Samuel begitu senang ketika namanya di sebut mewakili departemennya. Dia langsung maju kedepan untuk mendapatkan piagam , medali beserta uang tunai. Begitu juga dengan Sindi, dia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan itu. Pantas saja HRD memaksanya untuk hadir, dia berdiri di samping Samuel dan menerima piagam, medaki dan juga uang tunai yang sama dengan yang Samuel dapatkan.
Tepuk tangan gemuruh di berikan kepada mereka bertiga.
Setelah itu mereka di minta kembali duduk ke tempat masing-masing. Samuel mendapat ucapan selamat dari rekan-rekan kerjanya.
"Selamat ya, Sam! Bisa kali teraktir kita-kita nih." Ucap rekannya.
"Oh, pasti dong! Tenang saja," jawab Samuel sambil memamerkan senyum kebahagiannya.
"Selamat ya, Sin. Enggak sia-sia sering lembur, akhirnya dapat penghargaan juga." Puji temannya.
"Iya nih, akhirnya dapat penghargaan juga. Btw, thanks ya!" Balas Sindi.
"Ini baru namany kerja keras, tidak hasil dari jilat sini jilat sana!" Sindir temannya Sindi yang sengaja ngomong keras agar di dengar oleh Samuel.
"Hush, mulut itu kalau ngomong suka bener, deh!" Sahut Sindi.
Acara selanjutnya adalah makan malam yang diiringi dengan performance dari artis tanah air, sambil menikmati sajian makan malam mereka semua di hibur oleh artis-artis tersebut.
"Okey, hadirin semuanya. Karena perut kita sudah kenyang semua inilah saat yang mendebarkan sesungguhnya," Ucap MC.
Hal yang Samuel tunggu akhirnya tiba, Pak Aldo akan mengumumkan sendiri orang-orang yang akan menempati posisi baru.
__ADS_1
"Silahkan Bapak Aldo maju kedepan, untuk mengumukan sendiri siapa saja yang mendapat posisi baru itu?"
Pak Aldo kemudian maju kedepan, dia meraih catatan kecil darii balik saku bajunya.
"Baik, terima kasih semuanya. Berikut nama-nama yang akan menduduki jabatan baru per tanggal 1 besok. Bapak Samuel Hertanto yang sekarang akan menjabat sebagai manager keuangan, Bapak Hendra sebagai manager di cabang terbaru kita di ujung kulon. Bapak Risman sebagai kepala Inventory!" Pak Aldo terus menyebut orang-orang yang menempati posisi baru. Mereka yang namanya di sebut maju kedepan untuk menerima pin baru nama mereka. Senyum terus mengembang dari sudut bibir Samuel.
Sesuai yang Amel janjikan, nama Samuel di sebut sebagai Manager keuangan yang baru. Amel tersenyum sumringah di mejanya.
Di bagian belakang ada yang berkasak kusuk tentang pencapaian Samuel ini, itu karena Samuel tiba-tiba nyelonong begitu saja mengalahkan pegawai lama yabg terkenal loyal kepada perusahaan. Mereka menduga karena Samuel memiliki hubungan khusus dengan Amel, makanya dia cepat mendapatkan jabatan itu.
"Manager baru guys! Hasil jilat sana sini dong tentunya." Sindir salah satu orang dengan pedas.
Samuel yang mendengar itu tidak perduli dengan rumor yang beredar. Yang penting dia sudah mendapatkan posisi itu.
"Perduli iblis dengan kalian semua. Yang penting jabatanku naik, gajiku naik berkali kali lipat dari gaji kalian!" Ucap Samuel dalam hati sambil melirik orang-orang yang menggunjingnya.
Saat pesta sudah usai, Amel segera memberi kode oada Samuel. Dia langsung menagih pesta perayaan yang akan mereka rayakan berdua saja, tentu saja dengan senang hati Samuel akan memberikannya.
[ Jangan lupa sayang ] tulis Amel.
Samuel langsung menjawab chat tersebut.
[ Tentu saja, aku akan memanjakan kamu sepanjang malam. ]
[ Aku tidak sabar menantikannya. ]
Selanjutnya mereka saling berbalas pesan yang menyerempet dengan aktivitas ranjang.
Note! Tolong tinggalkan Jempol kalian. Please!!
Saya sebagai Author yang masih miskin dari Novel "Karma Akibat Perselingkuhan". Memohon kepada kalian para readers Sultan untuk memberikan, Like, Komen, Hadiah dan Vote beserta Follow😁😓. Dengan Kalian memberikan Like dan komen saya juga sudah senang banget guys! Tapi jika kalian mau memberikan hadiah dan Vote seikhlas nya juga Alhamdullilah. Masya allah!
__ADS_1