Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
ibu apa kau pantas


__ADS_3

*Skipp time..


Iris safir nya membulat lebar seakan akan keluar dari kelopak matanya, akira melangkah beberapa langkah ke belakang.


Esson dan baki serta karan membentuk barisan untuk melindungi akira, Nana yang saat itu di ambang kemarahan menodongkan pistol ke arah akira dengan gugup.


“ Kenapa?


Kenapa kau membunuh Nionio adik mu!


Kau adalah anak pembawa sial akira


Kau pembunuh yang tega membunuh sahabat serta adikmu sendiri!!" Triak nino frustasi ke arah akira yang terdiam, otak nya mengaris bawahi kata Penbawa sial. Sakit dada nya sakit keringat bercucuran dari seluruh tubuhnya.


“ Mama apa kamu pantas mengatakan itu?


Aku bersedia mendonorkan Jantung ku dan aku tak tau jika saat itu aku di culik hingga adik ku tak tertolong!!" Akira mendekat ke arah Nana yang masih begitu memandang penuh kebencian.


“ JANGAN BERCANDA AKIRA..."


“ Mama aku jujur!!"


“ AKU SUNGUH MENYESAL TELAH MELAHIRKAN ANAK TAK TAU DI UNTUNG SEPERTI MU AKIRAAAAA “


“ Berhenti triak mama!


Mama apa ingin membunuh akira lagi


Apa mama memang tak pernah sayang pada akira?" Tanya akira jujur dengan penuh harap akan sebuah jawaban jujur dari ibunya.


“ Akira cukup ayo kita pulang!!" Esson menarik tangan akira kuat, namun gadis itu menepis nya kasar dan memeluk ke arah Nana.


“ Akira awasss!!"


* DOR *

__ADS_1


Tembakan melesat ke arah langit, karan mendorong nana hingga terkatuh ke tanah


Akira meregangkan tangan nya saat ibunya terjatuh.


“ Mama jangan tinggalkan akira lagi


Kumohon mama!!" Ujar akira sedu.


“ Cukup akira apa dia pantas menjadi ibumu


Akira apa kau rela menganti nyawa untuk adikmu hanya karna kebencian ibumu ” Karan dingin.


“ Pantas ..."


“ Sadarlah akira...!'


* PLACK *


Tamparan baki mengenai pipi akira, karan dan esson terkejut saat dengan kuat baki menampar akira


Pipi gadis itu memerah dan bengkak rasa perih menyandarkan akira yang menangis sesegukan, baki memegang tangan nya melihat telapak tangan yang telah menyakiti gadis nya.


" Cukup baki borgia


Karan borgia


Dan esson fan!!" Akira mendadak berubah menjadi karakter lain.


“ Oh yah mama, bukan tapi tante Nana yang terhormat . . Apa anda yakin ingin melepaskan bank berjalan seperti ku?


Oh yah aku tak akan lupa saat jendela terbuka


Dorongan kasar menerjang batu lalu terdegar suara “ SPRASS " warna merah yang begitu menjijikkan bagimu!!" Akira berjongkok, memegang wajah nana yang masih shok akan dorongan karan kepada nya.


“ Aku selalu patuh dan jinak di depan mu

__ADS_1


Berharap kamu mengakuiku sebagai putrimu


Namun apa akhirnya kau menyuruhku untuk membunuh diriku sendiri “


“ Ada apa dengan nada suara mu itu akira...!"


“ Kenapa ini aku !!"


“ Cih, darah keluarga fan memang mengalir di tubuhmu” Nino meludah di depan akira.


Esson geram melihat pelecehan dari nana apalagi saking bencinya pada akira dan keluarga fan . . Sedangkan baki sudah siap dengan pistol di tangan nya sewaktu-waktu bisa melesat tanpa perintah.


“ Apa kau pantas menjadi ibuku? Saat aku sendirian dan kesepian apa kamu selalu menghampiri dan bertanya? Saat aku ingin berbicara apa kau selalu mendengarkan ku?


Mengabaikan ku, terus dan terus mama aku memang benci pada mu dari awal namun aku selalu menahan rasa sakit ini aku iri saat orang lain mendapat belaian kasih sayang ibunya . .


Kenapa mama tak bisa menerima ku?


Kenapa padahal aku juga anak mu darah dagingmu ! Kau selalu tega tak memberiku makan dan uang jajan kau acuh ntah itu aku bisa makan ataupun tidak kau tega padaku mama


Kau hanya peduli pada dirimu sendiri dari dulu hingga sekarang, status mu yang selalu kau bangaan dan uang yang selalu kau inginkan ntah itu aku atau nionio kami hanyalah alat untuk mu mendapatkan uang dan status sosial. . Tapi aku iri pada nionio yang dibterima oleh mu dengan segenap hati namun akhirnya kita sama-sama di buang akhirnya..." Cercaan pertanyaan akira terlontar begitu saja.


" Apa maksudmu akira?" Tanya nana penuh amarah.


Esson memegang bahu akira“ Oh yah orang yang menembak nionio adalah baki putra pewaris dari keluarga borgia" ujar pelan esson.


Akira dan Nana kaget mendengar nya, sedangkan baki menatap penuh kecemasan saat kebenaran terungkap. Karan sendiri berwajah datar ntah sejak kapan ia mengetahui itu.


Esson memukul tengkuk akira membuat gadis itu pingsan, sedangkan Nana memandang geram baki yang menatap penuh kelicikan dengan senyuman maut.


' Mengapa aku gagal melindungi mu seperti yang aku inginkan


Jelas jikaa aku tak ingin melihat mama terluka...'


' Kenapa aku tak bisa bergerak maju

__ADS_1


Aku pikir ini yang salah kita bergerak maju sedikit demi sedikit untuk mendapatkan apa yang di inginkan'


' Aku tidak ingin mengikuti takdiku yang seperti boneka dan selalu memberontak' Kelopak mata yang terpenjam kini mengalir air mata*.


__ADS_2