Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Nino fan


__ADS_3

*Dua orang wanita cantik tengah duduk anggun di meja bundar ruang keluarga fan, kedua nyonya fan Saling berhadapan asik pada kegiatan mereka masing-masing. Nyoya pertama bernama Nino wanita blasteran asal Inggris-jerman yang menyandang nama belakang Luzen putri keluarga Luzen dan sosok perempuan berwajah cantik, hidung yang mancung, matanya biru dengan rambut panjang berwarna pirang.


Di pojok kanan tepatnya di kursi panjang sisi tembok sosok wanita cantik yang tak kalah anggun helaian hitamnya yang panjang membuat Nyoya kedua fan di puja-puja. Nama wanita itu adalah ichika fan seorang aktris yang terbelit pernikahan diplomatik keluarga fan. Wajah nya yang cantik, pipinya yang tirus, di tambah hidung yang mancung dan mata sayu berwarna biru yang sarat akan keserakahan.


" Ibunda?" Ucap seorang pemuda melangkah masuk kedalam ruangan.


" Esson!!" Pangilnya pelan" sayang kemarilah!" Ichika merengangkan kedua tangannya menyambut kedatangan putra semata-wayang yang bertahun-tahun tak ia temui.


“ Kalian berdua cukup drama nya," ujar nino merasa tak suka melihat adegan kasih sayang anak dan ibu karna dirinya sendiri tak mungkin memiliki seorang anak.


Eashon mengelengkan kepala, nino belum berubah sama sekali guman nya pelan.


" Nino jaga bicaramu...!!'


" Tapi tuan..." Ucap nino sedu.

__ADS_1


" Lupakan sejenak persaingan kalian! Hari ini aku meminta kalian datang karna ada urusan mendadak mengenai turunya saham perusahaan Fan!!" Eashon membuka topik pembicaraan secara tho the points.


" APA" ucap serentak ichika dan nino membuat eashon mengangkat sebelah alisnya.


" Ayah!


Apa mungkin ini ada hubungannya dengan peretas waktu itu?" Tanya eashon mengigat kejadian beberapa bulan lalu.


Eashon mengeleng" dalam beberapa jam 30% saham menurun dan itu atas namaku sedangkan milik nino dan ichika masih dalam tahap penyelidikan. . Peretas kali ini sunguh sulit di taklukkan karna ia begitu handal atau mungkin ada dendam pribadi?" Eashon berpikir pelan memikirkan konsekuensi yang lebih besar bagi perusahaan fan nanti kedepan nya.


" Tuan bisakah saham miliku di berikan pada esson saja?" Guman ichika pelan takut-takut eashon marah.


Ichika berjalan ke arah Nino melayang kan sebuah map ke arah nya, keringat dingin bercucuran saat dirinya membaca deretan kalimat di dalam nya sedangkan Ichika Tersenyum bangga.


" Tidak masalah kan kakak?" Pelan-pelan ichika mengumpulkan keberanian yang selama ini hilang untuk melawan nino.

__ADS_1


Esson menghembuskan nafas pelan sudah 10 tahun namun kedua ibunya sama sekali tidak akur, persaingan memperebutkan cinta dan kedudukan sebagai seorang istri namun semua sia-sia.


" Ibunda, ibu pertama tolong jangan berdebat ” esson melerai perdebatan itu.


" Huff . . . Baiklah" nino pasrah.


" Kamu hanya iri padaku? Karna kamu tak bisa memiliki anak yang bisa mempertahankan kedudukan mu di rumah ini Nino!?" Ichika melontar kan kalimat pedas. Wajah nino merah padam ia meregangkan tangannya lalu menampar pipi ichika.


" PLACK!!"


Semua pasang mata tertuju pada ichika yang meringis kesakitan


Nino meningalkan ruangan dengan amarah yang memuncak.


" Ibu kendalikan dirimu..." Esson menyetuh pipi ibunya.

__ADS_1


" *wanita ***** sialan itu!!"


“ Cukup Ichika kau bawa esson ke kamarnya kalian sudah lama tidak bersama!!" printah eashon***.


__ADS_2