Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Bermain


__ADS_3

*Hari ini adalah hari pertama musim semi dimana bunga akan saling bermekaran di separat jalan


Bunga berwarna pink pun saling bermekaran di halaman rumah keluarga fan.


Menikmati semilir angin di barengi dengan bau harum bunga sakura menambah kesan tenang di pagi itu.


Esson duduk diayunan pagi ini saat matanya terbuka hal ertama yang ia ingat adalah sakura.


“ Sakura tahun ini begitu indah;" ujar esson.


“ Sakura sama saja sakura yang masuk spesies bunga!" Balas nino.


“ Ibunda pertama!” esson beranjak dari duduknya.


Bukan sebuah jawaban yang di terima esson melainkan delikan tajam serta tatapan jijik dari nino.


“ Maafkan aku ibunda!” esson menunduk pelan, nini pergi dari sana tanpa Selecap apapun kata dari mulutnya.


“ Ibu pertama mu sungguh belum berubah!” eashon datang menghampiri berpose ala aktor di depan esson.


“ Ayah kau sangat norak!” balas esson.


“ HA-HA-HA! Maaf, kenapa kau tak pergi ke area pacu kuda katanya orang itu ada di sana," jelas eashon.


“ Aku akan pergi!"

__ADS_1


Esson menyahut pertanyaan ayahnya memang apa yang di katakan ayahnya masuk akal!


Melajukan mobilnya esson hendak mrnjemput akira, ia menatap secerik kertas alamat akira berada senyum tak lepas di bibirnya.


Tak butuh waktu lama kini esson sudah berada di sebuah villa sederhana, kawasan villa itu begitu bersih di separat jalan banyak di tumbuhi bunga lily dan aster.


Matanya menangkap sosok imut yang tengah berkutik dengan gunting di tanganya memotong dahan bunga mawar dengan pelan.


“ Akira!?"


“ Hmmm?"


Akira menoleh mendapati kedatangan esson menaruh gunting kasar akira langsung mendekati esson.


“ Hmmm?"


“ Kakak kenapa kesini?" Tanya akira mengunakan nafa imut. Mendengar itu esson menyemburkan darah.


Next time.


Setiap tahun keluarga fan akan mendonasikan yang untuk acara pacuan kuda. Disana selalu banyak di ikuti banyak orang tak jarang banyak kuda-kuda cantik dan unik di ikut sertakan dalam kontes.


Kini akira memandang takjub melihat arena balapan yang begitu luas tak kalah dengan sirkuit. Matanya tertuju pada seekor kuda putih bersih mirip Unicorn di dalam dongeng. Menyered esson kasar akira menghapiri tempat kuda barusan.


Akira menarik tangan esson ke arah salah satu kudu“ Aku Ingin naik!!" Tunjuk akira ke arah kuda barusan esson terkekeh pelan melihat tingkah akira.

__ADS_1


“ Baiklah ! Tolong sewa kuda ini!!" Ujar esson.


“ Maaf tuan! Kuda ini milik pewaris keluarga kolong merak tak bisa di sewa..." Ucap pengurus kuda itu.


Akira kecewa menarik tangan esson yang hampir meledak marah. Tak jauh dari sana sosok tampan menatap kejadian barusan menarik tali kekang kuda sosok itu membututi kedua orang yang langsung menoleh ke arah belakang “ Baki" tanya akira sedangkan esson mulai kesal melihat kedatangan baki.


“ Yo" sapanya.


Esson mengengam tangan akira kuat, menyembunyikan dirinya di balik tubuh besar esson.


“ Tuan muda fan! Nona kecil Inggin menungangi kuda cantik ini,” Baki mengusap kuda putih. Sedangkan akira diam merasakan aura membunuh dari esson akira memutar itak mencari sebuah alasan yang tepat seketika lampu bohlam terang di atas kepalanya.


“ Maaf bukanya kuda itu milik anak miliader. .


Aku sudah di tolak dan tak suka menginginkan sesuatu yang sudah basi,” ujar akira.


“ Anak pintar,” esson mengacak rambut akira gemas.


Geram baki mengertak kan rahangnya kuat kehilangan skor 1:0.


“ Narsis!"


Baki oetgi dari sana dengan wajah kesal


Esson kembali membawa akira berkeliling di sekitar sana tana di sadari bahwa hari mulai menjelang sore essinterpaksa meninggalkan akira karna urusan mendesak sedangkan akira menjadi kebih murung seteky kepergian esson*.

__ADS_1


__ADS_2