
*Akira berlari memasuki kawasan hotel. Di sana telah ada sebuah taksi menungu, dengan sebuah tulisan bernama Akira.
Gadis itu berlari lalu mendekati orang supir dan memperkenalkan dirinya.
“ Aku akira, mari!!"
“ Oh, yah nona! Silahkan masuk saya bertugas mengantarkan nona ke gedung Yisheng."
“ Baiklah!"
Taksi melaju ke jalan.
Seorang berpakaian hitam dengan masker hitam menunjuk taksi yang baru saja melewati mobilnya.
“ Ferri cepat ikuti!"
" Baok bos" pria yang memakai kacamata hitam itu menganguk.
Mereka mengikuti mobil taksi, hingga smpai di kawasan gedung Yisheng yang merupakan pusat gedung terjauh dri kota yang berada di pesisir pantai.
“ Nona akira turun!"
“ Minggir dulu!"
*******
Dari kejauhan ada seorang wanita cantik tengah meneguk segelas wine.
“ yunma lihat siapa yang datang?"
“ Dia?!
Dia bukannya anak dari wanita bernama Nana
Orang yang waktu i_____+" ucapan yunma terpotong saat melihat akira mulai memasuki kawasan gedung.
“ Yunma ada apa?
Kita di sini untuk melempar satu batu dua burung mati!" Tegukan terakhir tandas
Mendelik ke arah yunma.
Beberapa orang telah berada di sana, ruangan sangat mewah dan diatur seperti pesta
Banyak tamu undangan dari kelas rendah smpai tingat tinggi berada di sana
Artis serta aktir terkenal sudah dari awal berpartisipasi di aula menyumbangkan keahlian masing-masing.
“ Hai, nona Lu lama tak jumpa?" Ichika mendekati nya.
“ Hai nyonya fan!"
“ Dimana nyonya Lu? Bukanya dia harus data menghadiri acara?" Tanya seorang wanita yang bersama ichika menghapiri.
“ Ibuku sedang sibuk aku mengwakili dia untuk datang" ramah akira.
“ Jadi kamu adalah anak nya, bagaimana jika minum segelas sirup karna kebanyakan keluarga Ly yak bisa minum alkohol!"
“ Tentu saja
Namun aku berbeda!" Serigaian akira saat mendegar nada mencibir teman sosialita ichika menghina keluarga lu.
Waita licik itu menyerahkan segelas wine ke arah akira, gdis itu cukup ragu namun dengan cepat meneguk winw tanpa peduli apapun lagi.
Kedua mata-mata baki terus mengawasi pergerakan akira dan mrlampirkan semuanya pada baki tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi informasi.
Akira merasa mual dan pusing, ia mminta ijin untuk ke toilet dengan tersengal-sengal
__ADS_1
Seorang pelayan membawa akira ke sebuah kamar VIP.
“ Tuan apa kita harus pergi dari sini?" Tanya seorang bodyguard ke arah Seorang pemuda berambut merah.
Mengelengkan kepala pelan dirinya masuk ke kamar VIP dan menurup pintu kasar.
“ Hei kamu siapa?" Akira terdudul lemas melihat seorang pemuda menghapiri nya.
' Aneh kenapa gadis ini di sini?" Tanya batin karan melihat penampilan akira yang acak-acakan.
“ Panas!
Tubuh ku panas... Kenapa kamu diam saja
Tolong aku?" Guman akira prihatin ke arah karan.
Karan mengusap pipi akira melihat gadis itu dalam pengaruh obat membuat nya bingung hrus berbuat apa.
' Gadis ini di racuni obat '
" Kenapa hanya diam!!"akira mengengam tangan karan meletakkan nmdi lehernya.
" Dingin!"
Karan terdiam melihat wajah akira yang begitu cantik walaupun dalam keadaan di bius.
******
Brak!!
Pintu terbuka kasar. Karan terlonjak kaget
Karan yang saat itu kebingungan hanya membiarkan akira mmbuka beberapa kancing bajunya.
Terlambat!
Akira langsung pingsan karna pukulan karan
“ Kakak apa yang kau lkukan bersama akira?" Tanya baki?
Empat laki-laki bertampang garang memasuki ruangan dan menghormati ke arah karan
Dengan erasaan campur aduk.
Karan menghapiri baki lalu tersenyum kecut
Jarinya memainkan helaian biru milik akira yang kini tengah terbaring di atas ranjang.
“ Kakak jangan mengangu nga!
Dia adalah milik ku!" Baki mendekat selangkah.
" Baki apa dia gadis mu?
Apa kalian cocok?" Tanya karan melalui tulisan di kertas.
Baki menatap akira yang tengah tertidur pulas“ Kalian keluar!!" Printah baki.
Kran di ikuti beberapa bodyguard meningalkan ruangan kini hanya ada baki dan juga akira
Yang mulai tersadar dari pingsan nya.
Akira memegang tangan baki meletakkan di dada nya mmbuat vaki merinding.
Gluk!
Ia meneguk ludahnya saat benda kenyal dan lembut di senyuhnya.
__ADS_1
“ Kenapa hanya diam!!"
“ Akira kau tau aku siapa?" Tanya baki.
“ Siapa kamu tak penting aku kepanasan kumohon tolong aku!!" Ujar akira dengan nada kesakitan.
Baki menganguk dan sudah melepaskan jas hitamnya namun sebuah pukulan mengenai wajahnya tio berdiri dengan wajah garang menatap baki seperti ingin mencabik-cabik.
Tio menghempas tubuh bki hingga terhuyung kebelakang.
“ Apa yang kau lakukan pada nona Lu?" Tanya tio dingin.
“ Tak penting dia sekarang di bius!"
“ Percundang!
Jika kau mencintai nya jangan pernah berpikir merusak nya ..." Jelas tio.
Tio tak mempedulikan lagi baki. Dia kebih iba pada nona nya jika berada terlalu lama di sana maka nona nya akan terancam.
Mobil tio melesat cepat menuju ke rumah haru
Dalam waktu lima menit mereka sudaj sampai,
Sesampainya di sana tio langsung mendobrak pintu membiat hru tersedak makanan karna saking kagetnya.
“ Apa yang terjadi oada akira?" Tanya haru oanik.
“ Tenanglah!
Apa ada kolam renang?" Tanya tio.
“ Ikut aku!"
“ Baiklah"
Tio mngjikuti haru hingga sampai di sisi kolam renang tanoa rasa simoato lagi ia melempar kan akira ke kolam.
BYURRR
Akira terbatuk-batuk langsung sadar
Tio mengeyitkan dahinya pelan
Sedangkan haru membawa handuk dan menaruhnya di samping kolam renang.
“ Ikut aku!" Tio megajak haru meningalkan akira yang masih dalam keadaan belum sadar sepenuhnya.
Kenapa bisa gagal, celaka aku!!
Ichika terus mengawasi sekitar sambil berlari menuju parkiran. Mencari mobilnya, mobil merah yang sudah terpangkir sedari tadi.dengan takut ia masuk kedalammobil merogoh tasnya mencari kunci mobil. Tangan nya bergetar hebat
Keringat membasahi sekujur tubuhnya.
Silan Akira Bedeb"h sipa kamu sebenarnya? Kenaoa kau sellu membuat ku dalam ketakutan seperti ini? Sialan, bagaimana aku hrus menghindari kejaran orang bawah tanah itu?.
Wanita itu menganduk-nganduk isi tas nya mencari kunci mobil
" Apa anda mencari ini nyonya fan?"
Dua orang berambut merah menunjukan kunci kepada ichika, wajah wanita itu oucat basi
Ichika meneyap kuncinga oenuh lluberbalik memperhatikan kedua orang berkacamata hitam. Matanya menyiratkan ketakutan.
Siapa sebenarnya mereka yang ia kenal hnylah orang yang kini mememgang kunci mobilnya dia adalah Tsubaki borgia.
Ichika terpaku di depan mobil.
__ADS_1
“ Nyonya bersiaplah untuk menyingkir!"
Ichika terdiam ketakutan melihat dua irang yang bagaikan iblis tengaj siap memangsa daging serya darah miliknya*.