Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Bekerja


__ADS_3

*KE ESOKAN PAGINYA.


Tio sudah bangun terlebih dahulu dan beranjak menyilabkan selimut yang menutupi badanya,


Segera berjalan ke arah toilet untuk membasuh wajah nya.


Tio menyingkir kan helaian rambut yang menghalangi mata kanan yang sudah lama tak berfungsi menghembuskan nafas pelan Tio berjalan ke arah ruangan olahraga.


Tio memang sudah sejak dulu menyukai olahraga bahkan ia membuat ruangan gym pribadi, setiap pagi sebelum kerja Tio selalu menyempatkan diri berolahraga membuat otot-otot dada serta perut nya bertambah sixpack


Setalah hampir Gym setengah jam Tio memutuskan untuk mandi membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya


Tak berselang lama Tio keluar dari kamar mandi dengan menyampingkan handuk kecil di lehernya.


Membuka baju lemari ukuran besar menimbang-nimbang apa yang harus ia pakai


Cukup lama memilih Tio akhirnya sudah siap dengan stelan kerjanya bersiap untuk menjemput Akira di villa yasi.


Kembali lagi pada tokoh utama kini Akira masih belum beranjak dari kasur empuk miliknya, para pelayan sudah beberapa kali membangunkan akira namun nihil nona manis nya malah mengiyakan lalu berbaring kembali.


Suara langkah kaki beradu dengan lantai


Membuat suara yang yaring akira mengabaikan suara yang mulai mendekat ke arah nya menarik selimut hingga membukus tubuhnya.


“ Bangun!


Bangun cepat!” Ucap Tio menarik selimut kasar membuang nya kesebarang arah.

__ADS_1


“ Tio ini masih pagi!!" Balas akira pelan.


“ Mandi cepat. Hari ini kau harus mengadakan pemotretan untuk iklan baju terbaru keluaran Channel!!" Ucap Tio tegas.


Akira beranjak menuju kedalam kamar mandi


Menempatkan dirinya di bawah air shower yang mulai membasahi tubuhnya.


Mata akira terpaku pada sebuah gaun biru di atas ranjang, beberapa pelayan sedang membereskan kamarnya menyempatkan diri menyapa akira.


“ Pagi nona!!" Sapa mereka.


“ Pagi" balas akira.


Mengambil gaun biru langit memakai nya di tubuh nya terlihat sangat pas hanya bagian dada yang terlihat lebih sempit dan menojol.


“ Nona tuan Tio menunggu dari tadi"


Akira mnganguk memakai hig hels cepat dirinya langsung menghampiri Tio, tak ingin buang waktu Tio langsung menyered akira ke mobilnya mengas mobil nya melaju meninggalkan kawasan villa yasi.


Acara pemotretan.


Akira sampai di aula gedung tempat ia pemotretan di barengi Tio mereka melangkah ke dalam.


“ Selamat pagi Nona Lu!!" Sapa karyawan mangang ke arah akira.


“ Pagi!"

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam acara, Tio langsung menyingkir membiarkan Akira belajar sendiri tanpa harus ia topang terlalu lama.


Akira bisa meng epresi kan segala gaya dalam balutan berbagai macam gaun yang begitu indah dan mahal membuat popularitas akira bertambah banyak di banding Minggu kemarin.


“ Nona Lu, anda bisa membuat kejutan bagi keluarga Luzen karna pemotretan Minggu lalu banyak pesanan Chanel,“ Ucap sang direktur pengurus desain chanel ke arah akira.


“ Ini juga berkat karya madam yang begitu bagus!" Puji akira ke arah desainer ternama.


“ Nona lu bisa saja!" Tawa hambar sang menejer melihat rona merah pada pipi bosnya.


“ Maaf seperti pekerjaan ku sudah selesai," Jawab akira melirik jam tangannya agar dialog mereka tidak kepanjangan.


“ Baiklah. Nona Lu bayaran akan di transfer seperti biasa," ujar madam channel ke arah akira.


Tio menghapiri akira memberikan Tissu ke arahnya, akira mengambil tissue tanpa banyak tanya mengusap leher dan kening nya siapa sangka menjadi seorang model bisa di sibukan dengan bernagai pemotretan.


“ Minumlah kau haus kan?" Tio menyodorkan minuman dingin.


“ Makasih!" Ujar akira meneguk ludas minuman yang di berikan Tio.


Tio tertegun melihat epresi akira yang menurut nya begitu cantik dan lembut.


“ Bersiaplah setelah satu kali pemotretan lagi kita akan pulang!" Ucap Tio dingin.


“ Masih ada lagi?" Tanya Akira menghela nafas.


Tio terkekeh pelan ketika akira menengkurabkan wajah nya lelah

__ADS_1


Seharian penuh berada dalam pengawasan kamera muka nya sudah kaku karna kebanyakan senyum tanpa sadar Tio mendegar ucapan akira dan tersenyum pelan*.


__ADS_2