Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
the end


__ADS_3

*Akira memutuskan untuk keluar dari rumah sakit, namun di tengah perjalanan ia di cegat berbagai tentara banyaran karan dan baki sudah dari dulu membereskan para tentara kini hingga tersisa Nana serta kaori yang berada di depan mereka.


Kaori menunjuk Akira dengan tampang horor menjilat tangan nya pelan lalu meludah di depan akira membuat karan menjadi beremosi berbeda dengan itu akira malah terdiam tak menangapi apapun.


Kaori memberikan beberapa poto masa kecil akira. Akira membulatkan matanya memegang kepala nya yang terasa sakit benar saja ia ingat bahwa mata yang ia dapatkan adalah pemberian orang itu.


" Kamu ingat akira?" Tanya kaori dingin.


" Tentu..!!"


" Itu bukan milikmu jadi kebalikan padaku?" Kaori mengulurkan tangannya ke arah akira.


Akira tersenyum lalu memegang tangan kaori, dengan cepat baki melesatkan pisau ke arah kaori membuat kaori langsung tewas di tempat, akira meminta penjelasan namun baki enggan menjelaskan


Akira mengusap wajah kaori pelan dengan penuh perasaan" mata ini adalah hadiah jadi ini miliku," akira terdiam memangutkan bibirnya.


Nana berjalan ke arah akira lalu berjongkok dihadapan akira, ia menampar akira hingga pipinya lembam dan sudut bibirnya berdarah.


" Sadar lah apa kau tau siapa orang yang melindungi mu itu, dia adalah orang yang membunuh adikmu," nana menunjuk ke arah baki*.


***Akira terkaget sedangkan baki mulai pucat mendegar penuturan dari Nana, kejadian itu kini terespon akankah akira benci padanya? Sedangkan karan berepresi dingin tak kaget ataupun heran karna sedari awal ia sudah mengetahui hal itu.


" Benarkah?"


" Akira aku bisa menjelaskan nya,"


" Cukup baki..."


Nana tersenyum lalu menuntun tangan akira pergi dari sana, meninggalkan kedua orang borgia di sana. Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah akira dulu


Nana duduk di salah satu jendela di n


Lantai dua bernostalgia merasakan kejadian masa lalu.


" Akira!!"


" Hmm?


" Apa kamu tau kenapa aku membenci mu? Karna aku diabaikan oleh eason namun lihatlah dirimu begitu dimanja nino Luzen istri pertama nya," nana memegang kepala nya sakit.


Akira mengangkat sebelah alisnya pelan lalu terdiam kembali, ia kemudian menarik napas nya pelan

__ADS_1


Mengatur detak jantung nya yang berdetak begitu cepat.


" Mama apa kau pantas?"


" Apa maksudmu?" Tanya nana marah.


" Kau mengabaikan ku!


Kau menyakiti ku, menjadikan ku hanya sebagai alat saja apa kau pernah berpikir bahwa aku juga anak mu yang seharus nya di sayangi olehmu," Akira curhat ke arah nana yang ber epresi dingin..


" Cih salah kan dirimu Karna terlahir sebagi pembawa sial...""


" Ucapan mu sangat kejam.."


Akia berdiri di deoan jendela tempat dimana ia jatuh dulu, ia memandang ke arah Nana dengan tatapan sedu bercampur sinis“ Alasan mu membawaku kemari tak lain untuk membunuh ku," akira bertanya ke arah nana.


Nana tersenyak kaget lalu berjalan ke arah Akira ia mengulurkan tangannya lalu mendorong bahu akira kuat, akira terjengkang kebelakang.


" Akira susul nionio agar dia tak kesepian, sampai kapan pun aku tak pernah memiliki anak seperti mu," jelas nana.


Akira menurup matanya tubuhnya melayang untuk kedua kalinya ke bawah.


Cub


Nana memegang arah jantung nya, menoleh ke samping terlihat karan serta baki menembak dirinya, sejak kapan mereka ada di sini ia tertawa sinis“ Ha-ha-ha menarik..." Nana terjatuh tergeletak.


Tubuhnya mengeluarkan darah karna peluru berhasil menembus ke arena jantung nya, baki dan karan berlari ke arah akira. Akira menatap mereka berdua mengulurkan tangannya ke arah mereka namun seketika akira menutup matanya.


" Aku cinta baki," bahasa isyarat akira membuat baki terdiam.


Brukh!!


Sprass


Kepala akira sama seperti dulu menimpa batu, darahnya bercucuran ia mengalami pendarahan, matanya mengecil semakin pucat wajahnya menahan rasa sakit.


" Akira!!"


Baki berlari ingin menolong akira ke bawah, namun dengan cepat karan menodongkan pistol ke arah kepala baki“ Lupakan akira adikku dia milikku," baki membulatkan matanya saat pistol berteger di kepala nya mata nya menajam saat karan menarik pelatuk nya.


" DOR"

__ADS_1


Semua nya gelap bagi baki


Baki terjatuh menimpa tubuh karan


Yang terdiam mencengkram bahu baki.


5 tahun berlalu. .


Seorang gadis cantik tengah memakan kuaci dengan santai di temani beberapa pelayan setia.


Langkah suara sepatu yang ia kenal terdengar gadis itu langsung menoleh ke samping,


" Suamiku!!"


Orang yabg di sebut suamiku langsung tersenyum, meminta para pelayan untuk pergi kini hanya tinggal Karan yang menidurkan kepala nya pada tubuh wanita cantik itu.


" Apa ada yang menganggumu?" Tanya karan.


" Bagaimana pekerjaan mu!


Kita tinggal di Spanyol sudah 5 tahun sejak kamu membawa ku kemari, bahkan kak esson pun hanya beberapa bulan sekali kesini?" Tanya nya penuh tanda tanya.


Karan menatap nya pelan lalu menghembuskan napas“ Apa kamu tak suka indentitas sebagai keluarga bangsawan spayol?" Tanya karan memastikan.


" Sudah 4 tahun kita menikah. Apa kamu benar orang yang kuncintai dari dulu?" Tanya nya memastikan perasaan tak menentu yang selalu tertahan.


" Kau lupa ingatan!!


Tapi yakinlah bahwa aku akan melindungi mu dan memanjakan mu Akira," jawab karan dengan senyum simpul.


Wanita itu membulatkan matanya mendengar kalimat barusan ada suatu perasaan yang tak dapat ia jelaskan, seakan mengerti karan membawa akira ke kamar dan disana hanya mereka berdua yang tahu apa yang terjadi di malam itu walaupun dengan sedikit tipu muslihat namun akankah kehidupan mereka bahagia atau semakin terjerumus kedalam kegelapan serta kepura-puraan?


Di lain tempat kini sosok jangkung berjas putih memandang ke arah jendela rumah sakit, sekitar ruangan itu hening hanya ada suara rintikan hujan. Mata nya tertuju hanya pada bingkai poto terlihat seorang gadis cantik tengah tersenyum.


" Akira aku akan menemukan mu


Merebutmu kembali," ujarnya pelan.


Tangan kekar nya menarik gordeng dengan sekali tarikan semua nya di hiasi kesepian serta kesunyian lagi


...Kegelapan tanpa cahaya di ruangan itu baki mendudukkan dirinya di kursi kerja lalu menatap tajam ke arah langit-langit " akira " ucapan itu sebelum dirinya terlelap dalam alam bawah sadarnya dengan senyum lembut***....

__ADS_1


__ADS_2