
Sudah seminggu lama nya di sini sendiri dan kesepian kabel dan laptop menjadi teman-teman ku selama ini tak ada yang lainya.
“ Sistem membutuhkan perangkat baru, Bagaimana bisa keluarga Fan sangat cekatan dalam mengunci sistem nya . .aku bahkan sulit meretas kedalam situs perusahaan fan,”
Akira menyandarkan punggungnya pada Sandaran kursi memutar kursi pelan
Sunguh pusing memikirkan jawaban dari semua pikiran kacau nya.
“ Nona! Anda harus istrirahat agar pikiran nona bisa tenang kembali aku membawakan sup jahe untuk mu nona...!!"
“ Apa kau di suruh baki?
Pergilah aku harus segera menjembol keamanan keluarga fan namun aku ragu jika ID nya bisa saja mereka akan sadar sebelum aku berhasil !"
“ Memaksakan diri juga tak baik nona, anda harus bisa membagi waktu antara pekerja dan urusan pribadi karna itu sangat menyebalkan..."
Selepas mengucap kan kalimat tadi ferri langsung meninggalkan akira yang lemas
Sudah beberapa hari tak makan ataupun minum kepalanya rasa nya berdenyut sakit, kelopak matanya di hiasi lingkaran hitam
Bagaikan mata panda ( panda lebih mending dia lucu eakkk ) Akira mengosokan salep pada kakinya terasa lebam dan gilu sehabis keluar dari kamar mandi mungkin kebanyakan duduk guman akira.
“ Tempat ini aku merasa nyaman, namun merasa tertekan!!"
Akira menarik selimut sampai dada memejamkan matanya berharap rasa lapar dan lelah nya berkurang sedikit saja.
Tak lama kemudian dirinya sudah terlelap dalam alam mimpi yang selalu menjadi trauma bagi akira di masa itu.
Pintu perlahan terbuka menampakan sosok berpakaian rapih dengan stelan jas putih bersih
Dia tak lain adalah Tsubaki borgia, tangan nya mencengkeram erat jarum suntikan di tangan nya.
Mata nya tertuju pada bibir merah muda akira
Meneguk saliva nya baki menundukkan dirinya rendah di hadapan akira, mengecup singkat kening yang menurutnya seluas landasan bandara tersenyum pelan baki kembali melangkah kakinya menuju ke arah laptop akira.
Deretan gambar sistem dan satelit terus berjalan
Akira berhasil berjembol keamanan keluarga fan terpanpang jelas di kalimat “ Sistem peretasan berhasil " seketika baki tersenyum kecil kemampuan komputer anak itu tak bisa di bilang hebat dan tak bisa juga di ragukan sunguh gadis yang telah membuat nya tergila-gila.
“ Selamat malam akira," mematikan laptop
Baki kembali meningalkan akira sendiri menutup pintu pelan takut jika gadis itu akan tergangu dengan kegaduhan yang dibuatnya.
__ADS_1
Pagi hari mentari belum menampakan diri,
Deburan ombak mehantam tepian pantai menerjang pasir putih sejuk nya angin laut
Di tambah birunya langit di penuhi tarian burung yang terbang kesana-kemari.
" Buss..."
" Buss..."
" Buss..."
.bunyi ombak menerja tepian.
Suasana pantai begitu sunyi dan sepi hanya ada dua orang yang kini tengah sibuk bermain pasir,
Anak itu adalah Nionio sering di sapa nino
Anak kecil yang asik membuat istana dari pasir di barengi dengan ibunya yang memiliki paras cantik.
Kala itu Nionio sangat antusias mendegar ibunya ingin membawa dirinya berlibur,
Liburan akhir pekan membuat nana meluangkan waktu untuk pergi bersama punya nya satu-satunya putra yang ia miliki tak ada yang lain.
“ Mereka di sebut nelayan!!"
“ Apa mereka tak takut akan di makan ikan hiu?" Tanya nino dengan pandangan puppy eye ke arah nana.
Terkekeh pelan melihat tingkah putra nya nana mengeleng kepala “ Itu kehidupan Mereka! Takdir menjadi seorang nelayan tak bisa kita hindari" ucap nana, membereskan ember-ember kecil nino dan nana berjalan beriringan ke tepi pantai.
Cangkang kerang berserakan membuat nino berlarian antusias mengumpulkan kerang indah memasukan kedalam ember yang kecilnya.
Tak jauh dari tempat nino berada nana mengumankan beberapa kalimat sedu.
“ tak ada bukti bahwa mereka membenci
tak ada kenyataan yang pasti
semua butuh ilusi."
" Whoos"
Semilir angin menerpa tubuh nya, nino melambaikan tangan senang tanpa ia sadari dari arah samping ada sebuah benda kecil melesat dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Nana terkejut melihat benda itu hampir mengenai tubuh anak nya ia berlari cepat ke arah nino namun naas peluru itu lebih cepat menembus masuk kedalam bahunya.
" DOR"
“ Nionio awas!!" Triak nana.
" SPRASS"
Darah nino mengenai wajah nana, gemetar tubuhnya gemetar nino terjatuh ke pasir mata nya membulat merasakan sakit kini air laut mengalirkan darah nino membawanya jauh kepermukaan laut putih.
Di lain tempat.
DEG
Akira memegang dada nya sakit tubuh nya berjongkok menahan sakit yang tak terkira
Ferri yang berada tak jauh dari akira langsung menopang tubuh nona muda nya.
“ Nona anda baik-baik saja?" Tanya ferri cemas.
“ Tidak! Terimakasih untuk perhatian mu
Mari kita pergi ke dalam rapat nya sedang berlangsung!!" Akira menepis uluran tangan nino.
Mereka pun masuk kedalam ruangan rapat yang sudah di pehuni banyak orang yang menunggu kedatangan akira, baki menatap akira gadis itu terlihat pucat dengan raut wajah kesedihan apa yang terjadi padanya.
Yak sudah aku tanya saja nanti!
Rapat di mulai, kini akira memberikan proposal rahasia keluarga fan. Banyak kalangan tertarik dengan harga fantastis dari perusahaan fan jika mereka memiliki rahasia itu.
“ Aku mendapatkan proposal ini, bukan hanya permainan saja namun ini hanya rahasia 30% dari saham keluarga fan!!" Akira menunjukan beberapa lembar kertas putih yang terselip di dalam sampul proposal.
“ Dan nama pemilik nya adalah shine fan!!" Akira seketika menoleh ke samping saat mengatakan nama shine.
Perasaan angkrab saat menyebut nama itu begitu aneh, para presdir dari berbagai perusahaan saat antusias mendapatkan rahasia keluarga fan.
“ Nona cantik Bagaimana jika menjualnya pada ku?" Tanya seorang Presdir muda yang lebih tua darinya ke arah akira.
“ Apa anda yakin?" Tanya akira mengyilangkan tangan nya pada kedua dada.
“ Tentu saja!!"
" Bisnis keluarga fan telah memiliki banyak cabang dimana-mana termasuk jerman dan italia kalian masih berpikir untuk mendapatkan tambang emas ini?" Akira melontarkan kalimat yang membuat para presdir seakan terejek karna ucapannya.
__ADS_1
“ Nona biar saya saja yang membeli nya! Nona ingin berapa? sebutkan saja harganya?" Tanya Presdir yang duduk di paling samping yang akira ketahui pemilik dari perusahaan Nan yang melegenda di asia.