Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Tio tertembak


__ADS_3

*Hari sudah menjelang sore akira yang sudah lama berjalan mengiringi lily masuk kesebuah hutan belantara, sementara lily tidak ada tanda-tanda sedikitpun untuk berhenti.


Mereka tiba di tengah hutan berantara lily melepaskan genggaman tangan nya pada akira membuat gadis itu kebingungan


Dari balik semak-semak muncul senapan yang mendonong kearah akira nembuat gadis itu bergetar ketakutan


“ Tuan saya sudah membawanya!!" Ucap lily


“ Baguslah ” jawab pria paruh baya, ia mendorong kursi roda terlihat wanita cantik berambut blonde tengah menatap penampilan akira.


“ Lily!


Pergilah sekarang ini urusan ku,” Kaori mendekat ke arah akira tangannya nembawa pisau tajam.


“ Lily?" Ujar akira menatap Lily


“ Maaf akira.. kamu memang baik dan bakat akting mu memang bagus tapi itu membawa mu dalam jurang kematian," ucap lily pelan menoleh ke samping.


Lily berjalan melewati kaori namun dengan cepat tangan kaori melesatkan pisau ke arah leher lily membuat darah berkembes dari lehernya lily tergoncang hebat dan jatuh ke tanah.


“ SPRASS "


" BYURR"


Darah bercucuran dari lehernya, mata lily membulat saat merasakan kaori tersenyum puas akan kegiatan nya. Beranjak dari kursi roda nya kaori berjalan perlahan ke arah akira menodongkan pistol ke arah akira.


Akira yang tak tahu apa-apa hanya bisa memelas bagaimana bisa ia bertemu dengan wanita seperti Kaori, wanita cantik berhati hitam


“ Nak!


Kamu punya dua pilihan kembalikan mata anakku atau kau harus mati dan aku juga akan mengambil mata anakku?" Ujar nino mengusap wajah akira yang terdiam membatu.


“ Itu bukan pilihan!"


“ ha-ha-ha kau menarik nak!!"


Kaori menodongkan pistol , menarik pelatuk nya pelan hingga suara " DOR " terdengar akira menutup mata lama kelamaan akira tak merasa sakit sekalipun ia perlahan mmbuka mata terlihat seorang pemuda yg tengah jatuh teduduk memegangi mata kanan miliknya.


Akira terlonjak kaget saat melihat Tio mata kanan nya penuh dengan darah dan hancur


Menjadi butiran kecil.

__ADS_1


“ Gadis tengik kenapa kau lari-lari kesana-kemari kau memang bebas!!" Tio beranjak memegang tangan akira merasakan ketakutan yang gadis itu rasakan.


Setelah selesai mengusap tangan mengunakan sapu tangan kaori memandang ke arah bodyguard nya mengecewakan arti tatapan kaori.


Bodyguard itu seakan mengerti apa yang di katakan kaori, merogoh pistol dari balik bajunya


Ia melesatkan ke arah akira suara tembakan terdengar beruntun akira menegandah saat sebuah helikopter mendarat di depan nya menepis peluru dengan peluru beberapa orang muncul menghalangi tio dan juga akira.


“ Bocah!


Apa kau tak apa-apa?' sosok lain turun dari helikopter helaian birunya tertebak angin membuat akira tanpa sadar tertegun.


“ Esson?" Tanya akira pelan.


“ Namaku eashon ayah dari esson apa kau mengenal anak ku?" Tanya easho penasaran.


Eashon berjalan penuh kewibawaan ke arah kaori dan mengeluarkan sebuah benda dari dalam saku celananya,


“ mundurlah karna aku tak ingin menyakiti wanita!!" Ancam eashon mengeluarkan sniper pemburu iblis dari balik pungung besar nya.


Kaori berdecih sebal memang orang yang ia bawa tak akan mampu melawan pasukan eashon membuat kaori memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, sebelum kaori meningalkan mereka ia melempar sesuatu ke arah eashon“ Dia tak akan memanfaatkan mu!!" Ucap nya pelan.


* Cocok *


Tulisan dalam baris akhir membuat eashon langsung menatap akira.


“ Putriku?" Eashon berjalan beberapa langkah ke arah akira namun terhalangi karna nino sudah memegang akira dengan pisau di tangan nya.


“ Jangan pernah kau menyentuh akira!!" Nino memegang pisau itu dengan tatapan benci ke arah eashon.


Esson yang datang dengan nino menarik ayahnya pergi dari sana meningalkan nino yang begitu khawatir melihat akira yang bergetar hebat ketakutan kaori memang sudah merencanakan semuanya dari awal.


“ Akira ayo pergi?!" Ucap nya pelan.


Akira menganguk naik kedalam helikopter sambil membopong tubuh Tio


Rumah sakit. . .


Sesampai nya di rumah sakit akira langsung berlarian mencari kamar rawat dari Tio hingga akhirnya ia sampai di sebuah ruangan VlP yang segaja di pesan nino untuk tio.


Setelah beberapa saat menunggu di luar, akhirnya dokter pun keluar dari kamar

__ADS_1


Akira membuka pintu pelan melihat kedua mata tio yang di perban.


" Tio,!"


" Hmm?" Tanya tio penasaran siapa yang datang.


“ Maafkan aku?" Ujar akira pelan melompat kedalam pelukan tio.


Tio kaku merasakan sesuatu yang cair menetes ke tangan nya " Darah?" Tanya nya.


“ Mana yang luka?" Tanya tio mengengam erat tangan akira sambil menegandah ke arah akira.


" Tidak ada!" Ujar akira


“ Cedera internal?" Tio heran.


“ Bukan tapi ntah kenapa rasa nya sakit!!" Bls akira


" Lalu apa?" Penasaran tio


“ Aku tidak terluka!


Kamu tidak akan mengerti Tio tapi kuharap kamu tak akan mengalami rasa ini dalam hidupmu!!" Balas akira jujur.


Mendegar lontaran kalimat itu dengan cepat Tio menarik pingang akira hingga duduk di paha nya ia mendekatkan wajah nya pada kening akira


" Cup ?"


“ Bukan darah lalu apa?


Apa itu kepahitan?" Tio polos


“ Dia bahkan tidak tahu itu adalah air mata apakah tio tidak pernah menangis sebelumya?


Bahkan di waktu kecilnya?" Runtuk hati akira miris


“ Yah itu kepahitan!!" Akira mengusap mata Tio.


“ Apa itu sakit?" Tanya akira kembali Tio megeleng ia menempelkan tangan akira pada pipinya merasakan sentuhan dari akira.


‘ Aku selalu menangis ! apa sewaktu kecil juga aku selalu menangis? sejak aku datang bersama haru banyak luka lembam dulu apa yang aku alami sebelumnya tapi aku tak tega melihat banyak orang terus melindungi ku " ujar akira menarik tangan nya meningalkan Tio di sana dengan penuh tanda tanya*.

__ADS_1


__ADS_2