
***Tio menghadang esson yang hendak mendekat ke arah akira. .
Gadis itu memegang kedua tangan nya bergetar saat esson penuh dengan kehawatiran terhadapnya
“ Maaf akira!!" Guman esson pelan.
“ Jika kau kakak ku kenapa?
Kenapa kau meningalkan ku . . .?" Ejek akira dengan senyukan sinis.
“ Aku . . "
" Sudah bertahun-tahun lewat kenapa kau tak mencariku padahal keluarga fan adalah salah satu dari keluarga penguasa bawah tanah, kenapa kalian tak mengali informasi tentang ku
Kenapa hiks” iris mata safir kini berkaca-kaca tanpa bisa di tahan air mata jatuh begitu saja.
Esson terdiam menunduk ke bawah.
Helaian biru tertebak angin akira menarik ikat rambutnya, ia membelakangi esson mengangkat tinggi-tinggi rambutnya “ Jika kau kakak ku kenapa hanya aku yang menderita sedari dulu?” tanya akira.
Esson kembali diam melihat bekas luka di belakang kepala akira walaupun tersembunyi dengan rapih karna helaian rambutnya esson yakin bekas itu cukup dalam.
Sinar senja menghiasi tempat itu, Tio tertegun melihat gadis yang ia lindungi begitu rapuh
Bagaikan sebuah debu ia sangat mudah terhempas angin.
Burung berkicau mengiringi tangisan akira ditaman kedua pemuda di depan nya hanya diam tak bisa berurusan dengan suatu hal yang sangat asing.
__ADS_1
“ Kak . . Bisakah aku mengangap mu kakak
Bisakah kau menjadi kakak ku yang akan melindungi ku?" Tanya akira menengandah ke atas.
Esson terkejut melihat mata akira di pehuni air mata tanpa banyak lama lagi esson memeluk akira menenangkan gadis itu.
Biarlah rasa cinta ini hangus seiring berjalan nya waktu
Perasaan ada untuk dirinya sudah cukup
Biarlah waktu terus mempermainkan diri ini
Asalkan bisa bersama dengan dirinya. .
“ Aku janji tak akan pernah meninggalkan mu lagi“ Esson menegelamkan wajah nya pada leher akira.
Akira mersa basah di kerah bajunya apa itu?
' Kumohon aku ingin merubah takdiku biarkan aku bersama kakak ku menjelajahi berjalan di bawah langit yang sama ' batin akira memohon tulus.
Tio mengambil ponsel nya memotret kejadian yang begitu mengharukan, siapa sangka kakak adik yang terpisah karna perbedaan keluarga dan kekuasan bisa saling membutuhkan satu sama lainya.
Darah lebih kental dari air percuma kamu lari dari takdir karna akhirnya takdir yang sudah di tulis tak bisa di rubah.
Menyalahkan seseorang karna perbedaan status sedangkan di tubuh orang itu mengalir darahnya sendiri aku berharap tak pernah lahir agar tak merasakan kepahitan hidup ini.
Esson mengangkat tangan nya menutup kedua mata akira“ Aku senang dan aku juga benci..." Esson menatap langait biru.
__ADS_1
Semerdak angin menghempas dedaunan
Cahaya senja tergantikan oleh sang rembulan memaparkan cahaya yang lembut nan indah.
“ Kak aku senang sekali..." Guman akira pelan.
Esson menganguk pelan dalam dengkapan gadis mungil di sampingnya.
“ Nona kita harus pulang atau nyonya akan mencarimu sekarang juga" tio memegang bahu akira membuat gadis itu perlahan melepaskan pengangan tangan pada esson dengan tak lera sekali.
“ Baiklah . ."
" Akira!
jangan lupa istirahat...!"
" Kak esson***?
“ **Baiklah . . kakak jangan lupakan aki lagi
beberapa Minggu ke depan adalah ulang tahun
aki bisakah kakak . ."
“ Akira?
“ Kumohon temeni aku!
__ADS_1
aki akan membuatkan jadwal aki juga akan membantu kakak meretas beberapa saham saingan kakak” Lanjut akira dengan suara ragu-ragu.
“ Tidak perlu kau adikku bukan alatku" esson memegang kepala akira pelan**.