Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Persamaan antara ikan berurudu dan baki


__ADS_3

***Rumah** sakit . .


Menyaksikan guyuran air hujan dari bawah lindungan tembok rumah sakit. Dia merasa tak berdaya, matanya hanya bisa memandang ntah apa, tanpa bisa berbuat lain kecuali diam.


Jauh di atas sana. Awan kelabu pertanda bahwa hujan akan cukup betah berlama-lama turun.


Tubuh bongsor nya ia sandarkan pada kusen jendela kedua kakinya menopang tubuhnya agar tetap diam. Di bawah sana orang-orang berlalu-lalang membawa payung sebagai perlindung dari deras nya air yang turun.


“ Sudah 3 Minggu ” guman nya pelan.


“ Dok! Ayahmu menunggu di bawah!” asisten baki muncul membawa informasi. Baki menoleh sesaat dan menganguk acuh tak acuh.


“ Si tua bangka itu ” cibirnya pelan.hatinya mencaci maki tua bangka yang sudah menekan nya. Tak lupa sumpah serapah dari baki akan membuat siapapun bergidik ngeri.


Tik . . Tik . .tik . .


Suara air hujan membasahi balkon rumah sakit,


Dinginya hari itu menembus kedalam tulang


Baki berjalan dengan pelayanannya ke arah balkon dan menatap dua orang di depan nya yang masih belum juga berubah.


“ Aku tak mengira . . .!!


Orang sibuk seperti mu begitu punya waktu segan mengunjungi ku..!!”


“ Sudahlah," shu memegang tangan sosok bertudung maju ke depan “ Kenalkan dia peretas baru yang aku pilih sendiri,"

__ADS_1


Sosok itu mendorong tubuh shu, berjalan di atas balkon rumah sakit. Matahari hampir mencelupkan dirinya ke laut tampak cahaya kecoklatan karna langit mulai redup, rambut biru panjang yang berkibar menyapu wajah nya.


" Namaku akira..."


" WHOOS"


Angin menerpa wajah nya saat ia membuka tudung jaket nya, helaian poni biru menyapu menghalangi satu matanya baki terpaku diam.


Next time


*****


**Di sebuah kolam tinggallah beberapa ekor berudu, kepalanya besar dan berekor panjang. Tubuhnya berwarna hitam, mereka senang sekali berenang kesana-kemari.


Suatu hari, berudu itu melihat ibu ikan gurame sedang memberi makan anak gurame. Para berudu mendekat dan berkata “ Tolong beritahu kami Bagaimana cara menemukan ibu kami!?”


Para berudu berterima kasih lalu berenang pergi untuk mencari ibunya di tengah perjalanan mereka bertemu ikan mas dengan mulut besar dan mata bundar, mereka bertriak " ibu ! Ibu !” ikan mas Tersenyum dan berkata,“ kalian salah. Ibu kalian mempuyai perut berwarna putih,”


" PHOKH !”


Suara buku di tutup kasar**


Baki menutun penjelasan membuat akira membaringkan tubuhnya di sofa. Baki yang habis menguyah camilan nya mendudukkan diri di atas sofa membelakangi akira.


Baki menghitung bintang-bintang di atap lalu berkata“ Ais, Bagaimana ayah memberikan gadis seperti mu!!?” baki mengerutu tak suka. Mulutnya tak bisa di rem mengeluarkan racun membuat akira tersenyum kecut.


“ IBU KALIAN MEMILIKI MATA YANG BESAR DAN MULUT YANG LEBAR!”

__ADS_1


Akira melontarkan kalimat tiruan, tangan nya masih asik membolak-balik isi halaman buku. Matanya menganalisis makna satu persatu kata.


" ???????"


Baki mengaris bawahi kata aneh pada diri akira.


Akira beranjak dari tidur singkat nya“ Pantas saja bos khawatir padamu!


Sesuai cerita ikan berudu yang mencari ibunya . . Seharusnya mereka mengumpulkan informasi dan latar belakang orang yang ingin mereka ketahui dengan jelas dan rinci, karna dunia ini penuh trik dan muslihat . . . informasi yang jelas adalah makna ceritanya kau pun seharusnya seperti itu...”


" Plukh!


Buku fabel yang akira baca ia taruh di meja depan baki dirinya berjalan tanpa melihat kebelakang lagi baki melonggo memperhatikan kegiatan gadis itu“ rubah yang licik" baki mencatet julukan itu yang terlintas di otaknya pertama kali.


“ Blubukk . . Blubukk . . . Blubukk . . .”


Suara gelembung air melambung di permukaan kolam, kelopak mawar mengitari sekeliling air kolam lengan putih nya beberapa kali menyilabkan rambutnya ke samping.


Memijit pelan bahunya. Sesekali mengusap tubuhnya pelan dengan air tubuhnya tengelam pada air kolam. Pasokan udara makin lama makin tipis, tubuhnya melompat dari dalam air dan bergegas ketepi kolam,“ Uhukk-uhukk," ia terbatuk-batuk di pinggiran kolam.


" Aku tak terbiasa dengan kolam pemandian mewah dengan banyaknya jendela” ia mengejabkan matanya, Melilitkan handuk pada tubuh mungilnya.


Beranjak menuju ke salah satu ruangan yang telah ia tempati selama seminggu ini akira membuka salah satu lemari, terlihat Jajaran pakaian mewah dan elegan di lemari nya


Matanya menimbang- nimbang ingin memakai yang mana.


Mata nya tertuju pada sebuah mini dress berwarna biru, ia tersenyum dan mengambil baju itu, pendegaran seketika waspada saat sesuatu berjalan bergerak beriringan merambat kan suara langkah kaki pelan*.

__ADS_1


__ADS_2