Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Goresan luka


__ADS_3

*Malam telah berganti dengan pagi, sinar mentari masuk menerobos kedalam jendela kamar membangunkan sang gadis yang masih terbelengut dalam tidurnya, silauan mentari membuat gadis itu mengejabkan beberapa kali matanya menimbang- nimbang sekitarnya


Kamar yang asing jelas bukan kamarnya.


“ Masih di kamar ini,!' pekik nya langsung menyilabkan selimut bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi. Akira langsung memakai pakaian yang kemarin karna tak membawa sehelai pakaian ganti karna semua nya berada di lokasi syuting, walaupun sedikit ketat akira menghembuskan nafas kasar karna dress yang ia pakai terasa pass di tubuhnya hanya terlalu pendek bekas syuting.


“ Tio dimana kamu!!" Guman pelan akira


“ Aku harus kabur!!!" Akira celingak-celinguk mencari celah agar bisa kabur.


“ Sial, pintu nya paket kunci elektrik lagi


Jendela juga pake jeruji," gerutu Akira marah.


Tok . . tok . . tok. .


Suara ketukan membuat akira langsung membuka pintu pelan.


“ Non! Tuan menyuruh nona ke bawah sarapan!!" Ucap pelayan yang sudah lama akira kenal


“ Aku akan ke bawah, aku ingin mandi dulu!!" Alibinya.


“ Baiklah..."


Pelayan barusan menuruni tangga dengan aneh melihat kelakuan akira jauh lebih lucu penampilan gadis itu juga lebih bersih dan rapih berbeda dengan akira yang selalu bermuka datar dulu.


Baki memandang pelayan kepercayaan nya yang mendekati tanpa akira di belakang nya


“ Dimana dia?" Tanya baki


“ Akira sedang mandi tuan!!" Balas pelayan agak takut .

__ADS_1


“ Pergi!" Ucap baki sedikit dingin


Baki berjalan menaiki tangga ke arah kamar akira, ia tahu bahwa akira berbohong sebagai seorang pabrik pigur sangat mudah baginya untuk akting, dengan gaya cool nya baki membuka pintu pelan ia tahu bahwa akira ingin kabur.


Sampai di kamar baki melihat akira sedang membongkar jeruji besi mengunakan gegep yang ntah dari mana ia dapatkan, mengeleng pelan baki berjalan pelan agar tak membuat akira menyadari keberadaan nya.


“ CLANG"


Jeruji besi bisa terbuka.


Akira melompat kegirangan ia hendak melompat ke bawah namun segera di tahan baki


Baki langsung melempar tubuh akira sampai terbentur ke arah lemari.


“ Mulai berani heh?" Selidik baki.


“ K- kamu kenapa di sini sih?" Gugup akira


“ Memergoki mu, kenapa?"


Membuka mata safirnya perlahan terlihat pandangan pupyeyes membuat baki cengong.


“ imutnya!!"


“ Kakak akira harus syuting loh!!' akira mencondongkan tubuhnya ke arah dada baki


Bergelayut manja di leher baki membuat baki terdiam.


“ Jangan berperilaku aneh seperti ini!!" Baki membuang pandangan wajah nya.


“ Aneh bagaimana!!" Ujar akira pelan.


Baki mengacak-acak surai merah nya gemas sekaligus kesal bisa-bisa nya akira berbuat seperti itu mengoda dirinya agar berbuat dosa padanya.

__ADS_1


“ Cukup berakting!!"


“ Cih, menyebalkan!!" Akira kembali normal mendudukan dirinya di ranjang kasar.


“ Lepaskan aku!


Aku adalah duta perfilman sekarang, apalagi jika keluarga fan tahu aku hilang eashon fan akan mengabarkan perang dengan keluarga borgia . . Apalagi keluarga Luzen akan mengamuk karna aku putri dari nino Luzen, asisten ku juga tak akan berdiam diri saja Tio akan mencariku!!" Jelas akira tegas.


“ Tio!!"


“ Siapa tio?" Ujar baki kesal.


“ Asisten ku!


Sekaligus orang yang selalu ada untuk ku


Tio juga sangat tampan!!" Ujar akira bahagia.


“ Heh, lebih tampan dariku!!" Baki kesal mendegar ucapan akira yang seakan menyukai asisten nyak itu usut punya usut kini baki tengah cemburu kepada tio.


Akira menganguk pelan, baki mengeluarkan pisau dari saku jaketnya pisau tajam yang siap mengiris Mangsa “ Kau mau apa? Aku tak takut mati!!" Akira menyilangkan kedua kakinya.


Baki mengambil tangan akira kasar, mengukir-ngukir tangan akira mengunakan pisau


Akira awalnya biasa saja namun semakin lama pisau itu semakin mengiris kulitnya lebih dalam


Akira meringis kesakitan sedangkan baki tertawa bahagia.


“ Aaaaaa sakit" triak akira jera.


“ Hentikan! Tangan ku bisa membekas!!"


“ Sakit"

__ADS_1


Begitulah triak akira mengema tak jarang pelayan bergetar hebat mendegar rintihan akira*.


__ADS_2