
***Derap langkah kaki memasuki sebuah ruangan bernuansa putih bersih dengan aseksori elegan di sekitar ruangan itu.
Kini seorang gadis tengah berkaca pingang di depan seorang pemuda yang lebih berwibawa dari nya mata nya menatap ke arah gadis yang kini tengah di kelilingi amarah.
“ Sudah berapa kali aku bilang! Tolong biarkan aku pergi melihat nya sekali saja..." Ucap nya dengan mengebrak meja kasar.
“ Aki sudah aku bilang jangan mendekati dia lagi..."
“ Baki jangan keterlaluan, meskipun aku bersedia menjadi peretas untuk mu bukan berarti kau bisa seenak nya menghalangi kebebasan ku aku ingin menemui anak itu lagi!!" Gebrakan meja membuat baki menatap akira yang diambang batas kemarahan nya.
“ Aki jangan lakukan hal bodoh!!" Jawab baki tenang.
“ Terserah.."
Lontaran kata kasar membuat gadis itu tersadar dari lamunannya kini iris biru menatap ke hadapan gadis yang tak jauh dari nya.
“ Hei nona anda mau kemana?" Tanya gadis itu dengan senyuman di bibir nya.
“ Apa kebun binatang di area sini jauh tidak?" Tanya nya pelan.
“ Nona cukup berjalan ke arah sana nanti juga ada plang nya kok..." Ucap nya ramah.
Akiramenatap gadis itu yang di ketahui bernama Meiyi seorang turis asal luar negri, kini dua orang itu sudah akrab mereka menuju ke salah satu taman hiburan dan bermain sampai puas di sana.
Akira merasa sangat senang dengan Meiyi
Hari kini menjelang malam mereka memesan dua kamar hotel yang berbeda.
Akira merasakan tak nyaman hari pun sudah menjelang malam ia berniat mengunjungi Meiyi naas saja disana sedang di kerumuni para penagih hutang yang kini menyiksa Meiyi.
Tak tega melihat adegan itu Akira memberikan semua uang nya pada penangih hutang itu, ia mengobati luka dari Meiyi dan membalut luka nya
Samar-samar Meiyi begitu terharu melihat kepedulian akira terhadap nya.
Ke esokan pagi nya.
“ Akira kau mau kemana?" Tanya Mei ke arah nya dengan percaya diri.
“ Aku Ingin ke kebun binatang... Hanya saja uang ku tak cukup untuk membeli dua tiket.." ucap akira memelas membuat Mei tertegun.
“ Kau sendiri saja, aku tak apa kok bisa menunggu di luar!!" Ucap Mei menepuk bahu nya pelan, kini akira di lema menatap plang bertuliskan kebun binatang dengan replika dinosaurus.
__ADS_1
Key menatap ke arah dalam, Mei yang mengetahui dilema akira mendorong pelan diri nya.
BRUMMM... BRUMMM ... BRUMMM
Sebuah mobil hampir saja menabrak akira sebelum dengan cepat Mei menarik lengan nya dan membuat akira terjatuh menghantam bebatuan yang tajam,
Suara tabrakan terjadi“ Boom" gadis itu membulat kan mata nya semua nya terulang lagi.
Dengan cepat gadis itu membawa Mei kerumah sakit, rasa sakit karena kehilangan kini mulai terasa kembali sekarang apa ia akan melihat hal itu lagi.
Pintu ruangan UDD terbuka menampakan dokter berjas putih yang menatap akira dengan pandangan sulit diartikan “ Maaf nona pasien harus segera di operasi hanya saja para dokter sedang bertugas...”
“ Kumohon selamat kan dia aku akan membayar nya..." Ucap akira memelas ke arah dokter itu.
“ Kami akan berusaha semaksimal nya jadi tolong urus administrasi nya..” akira menganguk, ia berjalan ke arah administrasi dengan perasaan campur aduk ia memberikan uang kepada mereka.
Akira menjual kalung yang ia pakai untuk biaya Mei untung saja ia masih membawa barang berharga, Walau pun nantinya akan di bunuh oleh nya aku ikhlas ucap akira.
Di lain tempat kini seorang dokter muda tengah kebingungan, telpon di gengaman nya ia banting begitu saja membuat asisten nya memelas.
“ Bos kau sudah membanting henfoun sebanyak tiga kali Walau kau kaya tapi tetap saja...." Ucapan nya terpotong.
“ Kau sudah menemukan Akira?" Tanya nya pelan.
“ Kau berani menjual nya aki" gengaman kasar pada kalung itu membuat asisten nya merinding.
Dokter muda itu berjalan keluar setengah berlari kini mobil hitam melaju di jalanan dengan ugal-ugalan. Sudah seminggu Akira kabur dari rumah membuat emosi saja, setelah mendapat kan informasi bahwa akira berada di sebuah rumah sakit di luar kota dokter muda itu pergi ke sana dengan wajah marah nya.
20.00
Akira sudah menunggu hampir semalaman namun para dokter belum kembali juga ia takut kalo Mei tak bisa bertahan.
Langkah kaki membuat akira mendongkrak ia menatap sosok gagah di depan nya dengan perasaan takut Akira berlutut di depan nya membuat sosok itu menautkan alis nya.
Akira mencengkram kuat lengan sosok itu
Dengan pandangan kosong menatap orang yang baru saja datang dia adalah Ferri“ Jangan membunuh nya, letakan kembali pistol mu” Ancam akira ke arah ferri yang masih menodongkan pistol ke arah mei.
“ Maaf nona tadi ini Printah bos!
Karna perlakuan nona yang ingin kabur membuat bos marah," Ucao ferri arogan mmbuat Akira menghalangi mei mengunakan tubuhnya.
__ADS_1
“ Kau ingin membunuhnya maka lakukan
Tapi aku juga akan mati!!"
“ Nona minggir ..."
Ferri geram melihat akira mengangu kerja nya
Tugas yang butuh waktu lima menit kini hampir setengah jam belum selesai juga, wanita memang dangat merepotkan hati mereka begitu lembut tak mengerti apa konsekuensi kedepannya saat mereka menjadi lemah.
Menarik pelatuk nya pelan ferri memfokuskan matanya, akira membulatkan matanya saat peluru hampir mengenainya.
DOR
“ Mei!!" Akira berkari ke arah mei namun ferri dengan sigap memeluk pingang akira.
Cub
Sprass
Darah bercucuran dari tubuh mei menhenai wajah akira yang membulat“ Meiiii" triaknya.
Ferri menutup mulut akira, ini rumah sakit dirinya tak bisa mengambil tindakan semena-mena yang membahayakan akira nantinya.
“ Nona maafkan aku!!" Ferri memukul tengkuk akira membuat gadis itu kehilangan kesadaran nya.
Mayat mei tergeletak dengan darah di lantai
Ferri melewati nya begitu saja, membuka jendela pelan ia melompat kebawah.
Di bawah rumah sakit sudah ada baki dan beberapa orang yang bertugas melindungi keselamatan mereka, ferri langsung masuk kedalam mobil atas perintah baki.
“ Apa polisi mengetahui gerak-gerik mu tadi?" Tanya baki tegas.
“ Tidak!!"
“ Bagus..."
“ Ini terkalu kejam untuk nona aki, apa dia tidak akan trauma?" Tanya ferri saat merasakan dadanya masih basah oleh air mata yang belum berhenti dari kelopak mata akira.
“ Akira sudah masuk lingkaran setan, dia tak bisa terus-terusan menginginkan kelembutan palsu," ujar baki pelan.
__ADS_1
Mobil mereka memasuki ke area Mashion yang mewah, ferri turun di ikuti baki yang mengambil alih akira dari pangkuan dirinya***.