Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Ukiran nama


__ADS_3

*Aksi baki terhenti, baki menatap tangan akira yang ia ukir dengan darahnya begitu merah dan indah.


Membuka laci di samping ranjang baki mengambil lilin ia menyalakan lily membawanya ke arah akira yang sudah tak kuat lagi, tetesan lilin mengenai tangan akira


“ AAAAAAAAA SAKIT"


“ Hentikan berengsek!!" Triak akira marah.


Perih dan panas bercampur menjadi satu


Tetesan lilin perlahan membeku akira pun pingsan di saat itu juga dengan sigap baki mengendong akira.


' Apa aku keterlaluan?' ujar batin baki


Baki mengendong akira ke ruar kamar


Asisten Ferry sudah siap dengan mobilnya


Ntah kenapa baki tak bisa melukai akira lebih dari ini melihat mata safir menahan air mata membuat nya sakit.


“ Ukiran ini akan selalu menemani mu agar kau tak melupakan ku!!" Baki mngecup lengan akira yang terukir huruf B Dekat nadi tangan nya.


Mereka telah sampai di rumah sakit. Baki menunggu dengan cemas dari kejauhan muncul beberapa orang dengan gaya wibawa


Menghapiri baki yang tengah kebingungan bercampur cemas karna sudah satu jam belum ada kabar tentang akira.


“ Dimana Akira!!" Tanya sosok wanita yang baru saja datang.

__ADS_1


“ Di dalam!!" Jawab baki singkat.


* PLACK*


Nino menampar pipi baki kuat, baki meringis sakit perih dan merah kini pipi nya mulai bengkak akibat tamparan nino.


“ Pergi jangan sampai aku melihatmu lagi..." Marah nino


“ Nyonya Lu anda punya hak apa untuk mengusirku?" Jawab baki penuh penekanan


Nino terdiam membeku, dari kejauhan muncul seorang pria gagah ia menatap baki dengan sinis“ Bagaimana dengan aku! Karna aku adalah ayah akira sekaligus pemimpin keluarga Fan apa kau akan melawan?" Tanya eashou sinis sarat akan ancaman.


Baki kembali bungkam, pintu terbuka menampakan sosok pria berpakaian serba putih dia adalah sandy dokter pribadi keluarga borgia.


“ Bagaimana keadaan nya?" Tanya baki


“ Pasti ulah loh!!' tanya sandy mendelik tajam ke arah baki.


“ Tembok!!" Ucap santai sandy.


“ Emang wajah loh!


Cepet jawab, tho the points!" Sambung baki.


“ Bagaimana keadaan putriku?" Tanya nino khawatir melerai perdebatan barusan.


“ Nyonya lu, hampir saja nadi di tangan nya putus

__ADS_1


Tapi mungkin luka nya akan berbekas . . Nyonya bisa melihat ke dalam dia sedang istirahat!!" Suruh sandy mengabaikan baki, nino menganguk dan pergi dari sana.


“ Sebaiknya tuan borgia pergi!


Dan anda juga tuan Fan nona akira adalah milik keluarga Luzen jadi silahkan kalian pergi “ Pria berjas hitam mengusir mereka.


Dengan kesal baki pergi dari sana ingin sekali memukul Sandy karna tak membiarkan nya melihat akira di susul oleh eashon mereka serentak pergi dari sana meningalkan sandy dan tio yang tengah terdiam dalam keheningan.


Akira masih dalam alam bawah sadarnya karna obat bius sedangkan nino dengan setia menunggu akira sadar ini hari kedua namun akira masih saja belim terbangun dari tidurnya.


Semalaman suntuk nino menemani akira bahkan mata nya sembab akibat terlalu banyak menangis


“ Nyonya!" Ucap tio.


“ Yah ada apa?" Tanya nino terbangun dari tidur singkat nya.


“ Lebih baik kita pergi saja


Rumah sakit ini di kelolaan keluarga borgia," ujar tio penuh kewaspadaan.


“ Baiklah!


Siapkan keperluan akira!!" Guman nino pelan.


“ Baik


Saya baru saja dari pihak administrasi semua pembayaran sudah lunas!!" Lapor tio.

__ADS_1


“ Biarkan saja"


Tio menganguk lalu mengendong akira bridal style pergi dari sana, nino menyelipkan sebuah kertas di bawah bantal*


__ADS_2