
*Lapangan tembak.
Tangan nya bergetar sakit pengelangan tangan nya nyeri ia tidak bisa mengunakan pistol sedikit pun. Akira mendudukkan dirinya pelan di kursi panjang di koridor wajah nya menatap orang-orang yang sangat antusias memainkan berbagai senjata.
Seseorang berjalan ke arah nya, terlonjak kaget saat sebuah kopi tumpah mengenai dres nya membuat orang yang menumpahkan nya tak kalah kaget.
“ Maaf kan aku nona!!” pemuda itu berjongkok membersihkan dres akira mengunakan tissu membuat akira merasa risih menjadi pusat perhatian karna mereka menyangka bahwa dirinya sepasang kekasih.
“ Hei sudah cukup! Aku tak apa-apa kok . . Berdiri lah ini terasa cangung ” ucap akira memegang bahu pemuda itu, membuat pemuda itu terdiam bukan nya wanita lain akan mencari cara mendekati atau memainkan trik untuk bisa bersama atau berlama-lama dengan dirinya kenapa gadis itu beda pikir esson.
“ Maaf gaun mu jadi kotor ..!"
“ humm tidak apa-apa kok,”
Akira memakai jaket nya membuat esson melihat penampilan akira atas bawah semua tak terlewat dari pendangan matanya .
“ Rambut biru?" Ucap esson tanpa sadar membuat akira mendongkrak wajah tak mengerti.
“ Maksud mu ini yah? Oh yah namaku Akira bisa di pangil aki siapa nama mu kakak?" Tanya akira lembut dengan senyuman ramah di bibirnya, satu tangan nya masih memegang helain panjang rambutnya.
“ Esson nama ku esson kau bisa memangil ku seperti itu ..."
Akira menganguk mengerti lalu pergi dari sana sedangkan esson melihat kepergian akira ntah kenapa kuncul perasaan deja vu yang tak asing baginya.
🌷🌷🌷🌷
Restoran.
“ Tante nino ?"
Mereka serempak menegok ke arah orang yang baru saja datang dari balik pintu masuk.
“ Aki sini?"
__ADS_1
Ujar nino mengerakan tangan nya agar akira mendekat ke arah meja yang sudah dipesan.
“ Aki terlalu lama, Tante udah nunggu hampir sejam jadinya makanan nya udah agak dingin," nino cemberut membuat akira terperangah ke arah nya.
“ Maaf tan, bukan tante bilang jam 2 ini masih kurang lima belas menit loh tan?" Tanya akira polos ke arah Nino yang tertawa melihat epresi akira yang menurutnya sangat lucu.
Nino mempersilahkan akira duduk, kini mereka saling berhadapan di samping nino masih ada seorang wanita yang tak di ketahui namanya hanya fokus pada layar henfoun.
“ Nino aku harus pulang! Sampai jumpa!!" Ia mengambil tas selempang nya dan pergi dari sana meninggal aula restoran.
“ Sampai jumpa!!"
Akira menatap heran ke arah nino ia ingin bertanya namun terlalu malas ia tak ingin mencampuri urusan nino.
“ Akira, makan yang banyak! Lihatlah dirimu jadi kurus begitu. Bahkan matamu dipenuhi lingkaran hitam,” Mengambil sepotong steak menaruhnya di piring akira.
“ Benarkah banyak lingkaran hitam? Apa akira jelek?" Tanya akira panik kedua tangan nya memegang wajahnya.
Akira Menatap aneh“ Tante kenapa tertawa? Ucapnya penasaran“ Apa tante salah makan obat?" Jeplak akira memhuat nino semakin keras tertawa.
“ Tidak tidak apa-apa kau sangat lucu akira," jelas raut senang tercetak di wajah cantik nino.
“ Lucu?? ”
“ Lupakan ! Ayo makan yang banyak akira sayang?" Nino memberikan jus lemon kesukaan akira.
' Sayang?"
Apa aku berhak mendapatkan kasih sayang?
Nino menarik tangan akira mengegam nya erat“ Aki apa kau mau terus ada di sisiku . . Bersama ku menikmati indahnya dunia berjalan di bawah langit yang sama?" Tanga nino penuh harap.
“ Tan-tante apa maksud nya?" Akira menarik tangan nya pelan.
__ADS_1
“ Lupakan?" Raut kecewa tercetak jelas.
Nino memperhatikan akira ' Seperti nya ia tumbuh tanpa kasih sayang tanpa tahu apa itu kebahagia!!' batin nino menyedu.
Jam berputar sangat cepat, tak terasa sudah tiga jam mereka bersama melewati hal hal menyenangkan, mengobrol hilir mudik kesana-kemari membuat nino tertawa dan tersenyum bahagia.
Akira hanya mengeleng ketika nino begitu antusias membaca komik-komik buatan akira
Akira melihat jam sudah menunjukkan pukul 17.55 sudah waktunya pulang.
“ Tante aku harus pulang sekarang ini sudah sore!!" Akira beranjak berdiri membuat nino sedih harus berpisah dengan akira lagi.
“ Baiklah!!" Sebisa mungkin ia tersenyum ramah ke arah akura.
“ Komik ini tante simpan saja sebagai hadiah!!"
“ Terima kasih"
Akira menganguk dan berjalan menjauh dari sana, nino merogoh amplok coklat dari dalam tas selempang nya membaca deretan kata yang tercetak jelas di dalam.
' teryata akira memang benar-benar!!'
Sepergi nya akira nino juga pergi dari sana
Jari lentiknya menekan-nekan huruf pada layar pipihnya nino tersenyum kecut sesat mendapati balasan tak lama dari pesan nya barusan. masuk kedalam mobil sport nya, melajukan dengan ugal-ugalan di jalanan yang ramai di pehuni banyak orang kini nino sangat bahagia meski pun akhirnya semua akan berakhir menyakitkan.
🌷🍭🌷🍭🌷🍭🌷
TBC
Jangan lupa komLike^^
Makasih*...
__ADS_1