Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Zhang feri


__ADS_3

*Kamar ferri . .


Pemuda itu meringis saat membungkus lengan nya mengunakan perban, ia mengambil kotak P3k di lemari mengambil obat penghenti pendarahan cukup lama ia mengobati lukanya di tengah kegiatan nya masuk sebuah notifikasi pesan pada telpon genggam nya.


Ferri merasa risih mendegar suara notifikasi ia mengambil henfoun nya dari laci samping ranjang nya membuka notifikasi pesan


Bos From.


Para pengintai di serang


Bawa regu 6 dan 11 ke arah barat.


Ferri kaget dan bergegas keluar kamarnya. Mengambil jaketnya kasar berlari kencang ke arah mobil sport yang sudah terparkir di halaman. Ia mengambil kunci dari saku celananya menyalakan mobil balap di ikuti ke 7mobil lainya melaju di jalanan dengan kencang.


Benar saja info yang ia terima di tengah perjalanan banyak para mayat berjajar. Lidah mereka terpotong membuat ferri merinding musuh kali ini bukan hanya orang lemah. . .


Indentitas mereka tak sesederhana yang ia pikirkan.


" Kalian menyebarlah...,” Printah ferri. Para prajurit dan orang-orang bawahan nya menganguk dan mnyebar kesegala arah, hutan berantara kini telah menjadi medan perang menakutkan.


Dor, Dor, Dor . . .

__ADS_1


Lesatan peluru mengenai orang-orang itu kini ferri begitu antusias berada di dalam pertempuran satu persatu nyawa musuhnya melayang membuat ferri tambah semangat. Tim ferri berhasil menerobos kemah lawan dan membobol benteng pertahanan mengambil sejumlah senjata berserta cadangan oekuru.


[ " Hallo kapten senjata sudah di tangan kita...,]


Ucap suara dari sebrang sana tepatnya regu 11 yang berhasil membobol gudang persenjataan memindahkan semua senjata termasuk bom nuklir yang tak segaja berada di area perkemahan.


" Bagus pindahkan ke area aman " ujar Ferry dan menghentikan langkah kakinya ketika melihat seorang wanita berserta pria muda seusia mereka adalah kaki tangan dari keluarga Yun.


Cklekk . .


Ferri memasukan beberapa peluru pada pistol nya mengarahkan tepat kepada orang di hadapan nya“ Kalian bersiap lah untuk mati!" Ujar ferri mengancam.


SHOOTT


WHOOS ..


Cub cub cub


Mereka terjengkang saat jarum mengenai keninya ferri menodongkan pistolnya ke arah wajah kedua orang yang sekarang tengah sekarat“ Kalian terlalu lemah,” merendahkan lawan nya saat sekarat menjadi hoby nya.


" Nasib naas ku bertemu Devil's killer.." helaan nafas wanita di bawah nya membuat ferri tertawa memang lucu julukan selama lima belas tahun yang sudah susah payah ia dapatkan bisa ditakuti banyak orang.

__ADS_1


" Dor "


" Cub "


Peluru menembus kepala wanita itu


Ferri menginjak tubuh wanita itu dan menginjak-injak kuat teryata butuh waktu selama 20 menit menyelesaikan misi.


Tangan nya menarik pelatuk beruntun membuat wanita itu menderita meskipun sudah menjadi mayat cukup lama berdiam diri ferri meningalkan hutan tadi sebelum itu ia membuang tubuh wanita tadi kejurang.


Ferri mengemudikan mobilnya kencang sangat kencang ia melirik arlojinya sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Mobil sport hitamnya berhenti sejenak saat melihat toko pizza yang masih buka menimbang-nimbang keputusan nya, setelah yakin ferri masuk ke toko melihat sekeliling toko yang masih ramai di kunjungi para pengujung khusus nya para pemuda.


“ Tuan ada menu baru apa anda mau coba?” tanya pelayan toko ramah, memberikan menu ke arah ferri yang membalas dengan senyuman hangat.


“ Aku ingin dua rasa ini.” ia menunjuk ke gambar.


Pelayan toko tersenyum menanggapi ucapan nya. Butuh 10 menit kini dua box pizza 🍕 sudah berada di tangan nya.


Melangkah pergi dari sana ferri tanpa segaja berpapasan dengan sosok misterius.


Lekas pergi dari sana kembali menyetir mobil balapnya dengan ugal-ugalan. Para polisi hanya pasrah ketika sebuah lambang di keluarkan ferri dari balik kaca mobilnya, bahkan hukum pun tak bisa berbuat banyak padanya*.

__ADS_1


__ADS_2