
Akira perlahan membuka matanya, ia menekan dada nya sakit semua yang terjadi itu nyata
Ferri membunuh mei.
Akira menyilabkan selimutnya kasar berlari keluar dari kamar, ia mencari-cari keberadaan ferri dan baki namun nihil tak ada yang melihat kedua orang yang akira cari.
Sudah hampir dua jam akira mencari baki dan ferri namun nihil tak ada jejak sama sekali, lutunya terasa pegal setelah mengelilingi Mashion sekitar 12 putaran semua ruangan ia cari namun baki tak ada di sana.
Bertanya pada para pelayan namun mereka juga tak mengetahui keberadaan baki. Kesal bercampur marah itu yang akira rasakan, apalagi henfoun dan laptop yang ia miliki di sita baki membuat amarah nya memuncak.
“ Dimana baki dan ferri?” Tanya akira ke arah shu yang baru saja menginjakan kakinya pada halaman mashion.
“ Aki! Apa maksudmu?" Tanya shu menyelidik kearah akira yang begitu marah.
“ Dia menghilang setelah membunuh mei dan juga mengambil henfoun serta laptop ku, aku di larang keluar Mashion untuk berkunjung ke taman kanak-kanak . . Kau tau aku bersedia bergabung karna alasan apa kuharap kau tak mengingkari janjimu!!” Akira membelototkan matanya, sebuah sima membuat shu bergidik takut kelinci kecil kini berubah menjadi serigala ganas. Shu menganguk ia tahu betul bagaimana munculnya akira saat itu dan shu tak akan mengmbil resiko untuk kesehatan tubuh wanita yang ia sayangi.
“ Karna darah mu ia sudah sadar,
Akira kau ingin bebas kan aku akan membantu mu namun kau harus berjanji dalam seminggu ini buat perusahaan Fan yang di pimpin oleh shine fan menurun bahkan bangkrut Bagaimana akira apa kau mampu?" Tanya shu menepuk bahu akira yang terdiam.
Apa aku mampu menghancurkan keluarga Fan?
Akira menganguk setuju membuat Shu senang, ia menyerahkan Chips yang ia bawa pada akira
Gadis itu menganguk mantap untuk bebas apapun akan akira lakukan walaupun harus menghancurkan semua nya.
Next time.
Di dalam Mashion keluarga Baki tersimpan banyak senjata yang berjajar rapih di gudang penyimpanan, kenapa akira bisa tahu? Karna tanpa segaja dirinya terjatuh membuat jari tangan miliknya menekan tombol rahasia di dinding membuka jalan rahasia yang hanya di ketahui baki, shu dan ferri sekarang akira menjadi orang ke 4 yang mengetahui keberadaan kebenaran dari baki yang sebenarnya keturunan keluarga Borgia salah satu keluarga penjual senjata paling besar sekaligus keluarga yang paling kejam di jaman nya.
“ Pistol ini sangat bagus,“ Aku pergi ke arah deretan kolase peluru mengambil peluru.
Meningalkan tempat itu kini akira mencoba mengisi pistol nya dan mencoba membidik pohon kelapa di halaman.
DOR . . .
__ADS_1
DOR . . .
DOR . . .
DOR. . .
Peluru nya habis akira ingin mencoba mengisi kembali namun pistol itu malah mengisi peluru nya sendiri.
Otomatis apa keluarga borgia semenakutkan itu?
CEKLEK . . .
Peluru yang telah habis keluar dengan sendirinya
Dan di dalam nya sudah terisi kembali akira tak percaya dengan benda menakutkan milik keluarga borgia dan . . .
DOR . . .
DOR . . .
DOR . . .
“ Hanya keluarga borgia yang bisa memakai pistol itu!!"
“ Tsubaki borgia...!!" Akira menatap tajam baki orang yang menghilang selama tiga hari walaupun sudah ia cari kemana-mana.
“ Pistol ini tak pantas untuk mu, karna pistol ini sudah merebut banyak nyawa dan melukai orang tersayang termasuk wanita yang kau selamatkan akira..." Baki mengarahkan pistol ke arah pohon kelapa dan...
“ DOR . ."
"DOR . ."
" DOR . ."
SUARA TEMBAKAN BERUNTUN TEPAT SASARAN.
__ADS_1
" CEKLEK"
Semua peluru kosong terlempar keluar dari pistol dengan sendirinya.
Tubuh akira bergetar hebat, dia bukan baki yang ia kenal lagi matanya yang dulu begitu menyebalkan sekarang penuh akan dendam dan ambisi. Baki yang dulu seorang dokter yang ramah menjadi seorang baki borgia yang haus akan darah.
Akira berlari dari sana ia tak bisa terus di sini
Ia harus bisa meretas perusahaan keluarga Fan dirinya harus keluar dari lingkaran setan keluarga borgia..
“ tidak bisa!!"
Akira lemas di pintu setelah berlari sekuat tenaga.
“ Harus bisa meretas nya dan kembali ke rumah.."
Mendudukan dirinya kasar, headphone sudah berada di kepala nya akira menatap deretan tulisan yang begitu cepat bahkan tak bisa ia baca namun tekad untuk bisa keluar dari lingkaran keluarga borgia membuat akira memfokuskan matanya tajam membaca deretan kalimat yang tak begitu ia mengerti.
Baki membuka pintu pelan menampakan seorang wanita paruh baya yang tengah lemas di ranjang king size mewah nya.
Dia adalah Angelica borgia ibu kandungnya
Orang yang melahirkan nya namun bagi baki Angelica adalah sosok ibu yang terlalu lemah lembut membuat dirinya terlukai oleh marga borgia.
“ Ibu ! Bagaimana keadaan mu?" Tanya baki menaruh nampan berisi bubur kehadapan Angelica.
“ Lumayan baik!!" Angelica berusaha berdiri memposisikan dirinya untuk bersandar pada sandaran ranjang.
“ baguslah . ."
“ Tunggu baki, lepaskan gadis itu lepaskan dia jangan membawa dia pada keluarga borgia
Jangan egois baki!!" Ucapan ibunya membuat langkah baki terhenti, baki menegang kenapa ibunya bisa mengetahui apa benar seorang ibu bisa mendegar kata hati anaknya apa batin mereka tersambung?
“ Ntahlah!!" Jawab baki pelan.
__ADS_1
Angelica menatap jauh menerawang masa depan keluarga borgia yang selalu haus akan darah juga perang, kekuasan dan uang keluarga borgia tak pernah puas akan kedudukan rendah mereka selalu ingin menjadi yang terbaik dari yang baik walaupun banyak pertempuran yang membahayakan nyawa banyak orang keluarga borgia tak pernah mundur.