Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
pembunuhan


__ADS_3

" *Mo-mo ! Aku pasti akan balas dendam !" Sumpah akira penuh kebencian namun tak ada respon sama sekali.


Mengusap mata momi agar menutup akira menangis dalam diam sahabatnya mati di pelukan nya.


Setelah hampir 30 menit kini tempat itu masih di penuhi para warga sipil, kedatangan para polisi membubarkan semua orang . Mayat momo di bawa untuk di otopsi lebih lanjut akira memegang kuat kertas yang di berikan Momo sebelum nya.


Para polisi terus menanyakan pertanyaan yang sama namun akira hanga menunduk dengan tatapan kosong.


" Apa maumu tuan?" Ucap datar akira.


Polisi itu menyipitkan matanya menarik sebelah ujung bibirnya.


" Saya harus membawa nona pergi ! Sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini!!"ujar polisi itu membalikkan pertanyaan akira.


" Aku bukan pembunuh nya...


" Paman Ron, bukanya kasus ini sudah di selidiki dari awal?" Seorang pemuda muncul dan memotong arus pembicaraan. Tanganya memakaikan tudung jaket Akira agar menutupi wajahnya pemuda itu menatap polisi tua yang masih bingbang untuk membuat keputusan.


" Tapi tuan muda_-" ucapan nya terpotong.


" Apa sekarang kata-kata ku tak beratri?" Ucap pemuda itu menepuk bahu polisi itu.

__ADS_1


Akira berjalan lunglai pergi dari sana belum sempat ia melihat wajah anak itu namun sudah menghilang membuat remaja yang menolong nya bungkam.


" Apa gunanya para polisi? Saat kalian masih terlena pada harta korupsi,"


Akira menghentikan langkahnya sambil kedua tanganya saling meremas sakit hati, benci dan dendam semua nya berasa campur aduk.


Oemuda yang berada di samping nya terdiam melihat kepergian akira.


" Nama ku tsubaki," guman pemuda itu pelan.


*****


Akira tak menghiraukan hujan deras yang mengguyur tubuhnya. Guntur dan petir saling bersautan membuat suara yang menggemparkan di seluruh wilayah hutan.


Pohon yang tinggi menghalangi sinar rembulan, suara buruk gagak bagaikan nyanyian dan oangilan untuk dirinya menuju pusara makam.


Terbang nya buruk gagak seakan menyambut dirinya.


Tangan nya meletakkan satu buket besar bunga pada satu-satunya makam yang berada di kedalaman hutan bambu, tubuh nya melosot lemas saat membaca nama nisan" momo" nama yang terukir dalam batu nisan dibawah tanah yang masih basah.


Tubuh akira menyandar pada baru nisan" Momo aku sudah menyelidiki nya," kini pisiy mereka saling membelakangi.

__ADS_1


" Aku sudah tau akibat kematian mu momo!


Dan surat itu yang kamu titipkan pada agura sudah ku baca namun aku masih tetap kesepian. ." Ucap akira. Wajahnya menunduk tengelam kedua lutunya air hujan membasahi tubuhnya tak membuatnya takut berada sendirian di makam yang di kelilingi hutan bambu dan pohon besar.


" Momo aku kesepian!!!"


Derasnya hujan dan kencangnya angin di malam yang gelap tak membuat rasa takut pada akira. Dirinya hanya ingin mengunjungi Momo mencurahkan keluh kesahnya.


" Pada dasarnya aku juga mengunakan bagian tubuh orang lain


Aku membunuh nya!


Namun momo harus bahagia di sana?


Serahkan semua nya padaku..."


Akira memegang dadanya yang kembang-kempis air matanya terus mengalir tak tertahankan bagaikan anak sungai.


" Momo sampai jumpa . .!" Akira mengigat mrmori kebersamaan dengan momi yang terekam dalam otaknya bagaikan film yang terus berputar dalam ingatan.


Pandangan kosong akira mengantarkan dirinya melangkah menenteng buku gambar yang kotor, dinginya malam serta suara lolongan serigala tak membuat perasaan takut . . . perasaan kehilangan mengalahkan semuanya*.

__ADS_1


__ADS_2