Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
pertemuan kedua


__ADS_3

Akira berjalan pelan di jalanan raya, jam menunjukkan pukul 9 malam sudah tak ada lagi kendaraan yang lewat, terpaksa harus berjalan kaki di jalanan yang sepi itu akira termenung. Rembulan berada di atas kepala nya menyinari setiap langkah dari akira.


" BUKH!!"


" AWW"


Akira meringis saat tanpa segaja menendang bebatuan membuat dirinya terjatuh, pipinya mengeluarkan darah segar akibat goresan bebatuan kevil yang tajam. Akira perlahan-lahan berdiri menepuk-nepuk baju depan nya


Kotor penuh lumpur, tangan nya memegang pipinya perih lukanga lumayan dalam cepat-cepat akira menyingkir saat ada mobil hampir menabraknya tadinya ia berniat ingin meminta tumpangan namun semua itu akira urungkan bisa-bisa nyawa nya melayang begitu saja.


BRUMM . .


BRUMM . .


BRUMM. .


Suara motor terdengar mendekat semakin dekat akira secepat nya menoleh kesamping.


" Skriit "


" Skriit "


Motor ninja berhenti tepat di depan nya.


Mengusap dadanha pelan menstabilkan detak jantung, hampir saja dirinya tertabrak lolos dari kandang macan masuk kandang singa batin akira menyedihkan.


Menurunkan standar orang yang berada di motor menoleh pada akira,membuka helmnya tamoak rambut biru sewarna dengan miliknya terlihat acak-acakan tak teratur


Mata safirnya memandang akira cemas karna k salahnya akira terserempet motor yang ia kendarai.


Tangan kiri akira berembes darah, berjalan mendekati akira esson menyobek bajunga menghentikan pendarahan di tangan akira.


“ Maaf kan aku!!”


“ Tidak apa-apa kok," Akira menghentikan kegiatan esson mengambil alih membalut luka pada tangan kirinya..


Sudah hampir 15 mnit akira duduk diatas jok motor, menunggu kedatangan esson tak berselang lama esson muncul dengan sebotol air ntah dari mana ia dapatkan karna tempat mereka berada masih termasuk kawasan hutan.

__ADS_1


Mencuci wajah nya dan tangan setelah itu memberikan sisa air tadi oada esson. Esson mengambil airnya ia tak habis pikir bagaimana seorang gadis kecil berjalan sendirian di jalanan pembelah hutan, apa mungkin ini yang di namakan jodoh pikir esson.


“ Aki ! Dalam sehari bertemu dua kali mungkinkah kita jodoh!?" Goda esson mengedipkan sebelah matanya.


“ Mungkin saja hahaha," tawanya pelan.


“ Kak esson kenapa bisa berada di sini?" Tanya akira penasaran sedangkan esson nyegir kuda.


“ Itu rahasia..." Esson meletakan jari telunjuknya pada bibir Akira menyuruh gadis itu diam,


“ Kak esson ada apa?" Lanjut akira saat merasakan pengelangan tangan di cengkram kuat, wajah esson menatap kebelakang melepaskan jaket yang ia pakai melempar kan pada akira untuk di pakai.


“ Pakai tutupi wajahmu!" Ia memakaikan tudung jaketnga pada kepala akira" ayo ikut . ." Esson membawa akira memasuki hutan.


Hanya ada dua jalan yang bisa ia lewati yaitu pertama lewat sungai menyusuri sungai dan yang kedua masuk kedalam gua yang hanya bisa di lewati satu orang karna jalannya yang sempit. Akira menarik kuat baju esson takut.


“ Jangan takut," Esson menenangkan Akira.


Mereka sampai di sebuah taman bunga tulip mata akira takjub sunguh pemandangan yang belum pernah ia lihat.


“ hmm?"


“ Akira mungkin akan sangat lama," esson memegang dagu akira sedangkan gadis itu menutup kedua matanya hembusan nafas pelan esson menyapu kedalam wajahnya membuat jantung Akira lari maraton.


Langit malam di pehuni bntang dedaunan berjatuhan berterbangan di sekitar mereka.


Mashion borgia.


“ Krek "


Suara pinyu terbuka.


Akira berjalan berjingkit-jingkit sebisa mungkin agar tak mengeluarkan suara matanya menatap sekitaran ruangan laku menghembuskan nafas lega untung saja baki dan yang lainya sudah tidur ucapnya pelan.


Langkah kakinya hendak menaiki anak tangga sebelum suara Bariton menghentikan langkah akira.


“ Dari mana saja kau?" Tanya suara dari belakang yang amat sangat ia kenal.

__ADS_1


Tubuh akira bergetar ketakutan menoleh pelan-pelan mata baki menajam melihat pakaian akira di pehuni debu dan lumpur yaitu " KOTOR".


' Ada angin apa sih kok dia belum tidur?'


” PELAYAN" TRIAKNYA.


triakan baki membuat para pelayan dan oenjaga langsung tersadar dari tidurnya. Mereka langsung ngacir menemui bosnya


Tak butuh waktu lama para pelayan sudah berjajar rapih di samping tembok raut wajah mereka masih linglung tercetak jelas di wajah mereka yang kelelahan.


“ Baki kasian meraka sedang tidur!


Kau MENGANGU mereka," ujar akira pelan merasa bersalah karna dirinya oara pelayan kena imbasnya.


“ Kenapa begong siapkan air," printah baki galak kearah meraka.


' Mati aku bos barah besar ' ucap memelas batin para pelayan.


Mereka langsung ergi menyiapkan apa yang di suruh bos nya sedangkan yang lainya masih diam menunggu perintah selanjutnya dari baki


Akira sendiri berusaha bersikap tenang walau tubuhnya terasa bergetar.


Tak berselang lama para pelayan sudah kembali


Mereka membungkuk sopan di hadapan baki yang hanya diam memegang tangan akira kuat.


“ Tuan saya sudah menyiapkan peralatan mandi berserta air kolam sudah siap," ucap pelayan membungkuk dan di jawab angukan pelan baki


Saat itu juga baku menyered kasar akira menuju kolam pemandian.


Benar saja ada tiga pelayan wanita mereka masing-masing menunggu perintah.


“ Tuan apa ada Printah?" Tanya pelayan.


“ Kalian bertiga keluar, siapkan pakaian terbaik untuk gadis ini," Printah baki.


“ Baik..." Ucao serentak mereka.

__ADS_1


__ADS_2