Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Mimpi buruk


__ADS_3

*Nino merasakan gejola aneh melihat akira memakan masakan nya dengan lahap.


Wajah nya antusias seakan ada yang akan berebut dengan nya.


Tangan nino terjulur mengelus helaian biru milik akira yang terdiam ia terbatuk-batuk karna perlakuan nino begitu asing baginya. Nino mengasongkan segelas air putih padanya tak butuh waktu lama minuman nya tandas akira tertawa lucu di barengi Nino malam itu menjadi malam yang tak akan di lupakan nino dan akira yang menjadi pertemuan menyatukan benang takdir di antara mereka.


MASHION FAN...


Suasana begitu tegang, nino yang merupakan Nyoya pertama menghilang begitu saja. Eashon mondar-mandir merasa cemas banyak orang yang ia sebarkan ke segala penjuru kota bahkan luar kota namun tak ada jejak informasi sedikitpun dari nino.


" Apa maksud mu hah?” bentak eashon pada orang di sebrang sana.


[ Tuan . . Nyoya mengendarai mobil ugal-ugalan selama hampir setengah kota jauhnya ] balas suara dari sebrang sana takut akan kemarahan sang tuan fan.


“ Kau bilang Nino di kejar polisi lalu menghilang . . .”


[ Benar tuan!!!”]


“ sebarkan lagi lebih banyak orang ” Eason menghentikan panggilan nya sepihak.


Tuttt . . Tutt . . .


[ Cih, di blacklist ” ]


Suara parau orang itu parau kesal bercampur takut ketika harus berhadapan dengan keluarga Fan anak cabang dari keluarga borgia luar.


Eashon menaruh benda pipih itu pada saku celananya. Ichika dan esson saling menatap tak mengerti sama sekali, kembali pada kediaman akira kini gadis itu tengah merenung di pojokan ranjang wajahnya basah oleh air mata, bibir nya sembab sudah hampir tiga jam ia menangis sendirian.

__ADS_1


Tangan nya basah oleh ingus dan air mata


Wajah nya sedikit mendongkrak ke atas“ Hiks-hiks aku benci diriku kebencian ini akan mendarah daging ” ucapnya di selingi isakan tangis yang menyayat.


" Kumohon pilih seorang saja aku atau dia..


Siapa dia itu?” tangan nya mencengkeram erat besi ranjang.


“ Sakit . . . Sungguh sakit !!” dadanya bergetar naik turun, tubuhnya bergetar hebat jari lentiknya penuh oleh ingus dan air mata “ Aku benci dunia ini hiks” ucap akira dingin.


Berjalan perlahan Nino mendorong pintu putih pelan ia hendak bertanya pada Akira namun niatnya ia urungkan begitu saja, akira tergeletak di lantai dengan wajah sembab, Nino memegang keningnya “ Dia demam” guman nino khawatir.


Tubuhnya membopong tubuh akira di lantai ia membaringkan nya di ranjang. Nino turun ke dapur membawa baskom berisi air kompresan dan mengompres kening akira pelan.


Semua nya begitu samar, aku siapa dan dimana aku? Akira perlahan berjalan, kaki jenjangnya menginjak rumput hijau terpuan angin menerpa tubuhnya gaun putih yang ia pakai tertebak angin melambai-lambai.


“ Momo kejar aku !” triak anak itu senang.


Sosok lain mengejarnya mereka begitu antusias di Padang rumput itu, wajah akira kembali memanas saat melihat sosok anak yang tak jelas rupa nya di siksa sosok wanita.


PLACK


Tamparan mengenai wajah nya.


“ Apa kau sudah bisa mendapatkan uang hah?” ia menambak rambutnya kasar “ Jangan bicara seolah kau sudah bisa mendapatkan uang itu hasil kerjaku ” bentaknya kasar.


“ Maaf ” lirih nya.

__ADS_1


Tangan kecil nya terulur pada akira yang saat itu ntah kenapa merasa sakit. Dirinya hendak membalas uluran lemah anak itu namun sesuatu seakan menarik tubuhnya Akira membantu saat menyaksikan sosok lain di depan nya di tampar dan di pukul dengan sangat tak manusiawi.


“ AKU TAK MENGINGINKANMU . . .”


Dorongan kasar membuat akira mengelak ke samping, sosok anak kecil itu kehilangan keseimbangan dan terlempar ke luar jendela.


“ MAMA JANGAN BERTRIAK. . .”


“ TIDAK APA-APA KOK !” Matanya menutup.


Di bawah terlihat sebuah batu besar dia di terjang anak itu “ AWASS ” triak akira dewasa. Menangkap tubuh anak itu namun itu tak nyata dirinya tembus. Mata akira membulat saat tubuh kecil itu melayang dan menerjang bebatuan darah segar mengenai wajah nya.


“ BOOM"


" BRAKH ”


akira dewasa merosot ketanah, ia memeluk sosok buram yang di pehuni darah segar“ Tidak apa-apa” wajahnya perlahan menutup akira dewasa mulai merasa sakit tak tertahankan di sekujur tubuhnya serasa ada rumput hitam yang melilit Inggin membelah tubuhnya.


“ Tolong ” akira terlonjak kaget. Ia membuka matanya mengusap dadanya pelan itu semua hanya mimpi.


“ Mimpi buruk? Tanya nino.


“ Semalaman air mata mu terus mengalir " nino melanjutkan ucapannya nya lagi.


“ Jam berapa sekarang?" Tanya akira. Nino menatap penuh tanda tanya. Menunjuk ke arah jam dinding akira terbelatak kaget menyilabkan selimut nya kasar.


“ Hati-hati lantai nya masih licin !!” nino berkaca pingang mengelengkan kepala melihat kelakuan akira. Ia tertawa saat mendegar suara kegaduhan dari arah kamar mandi wajah nino berubah epresi saat tanpa segaja memungut helaian biru di lantai*.

__ADS_1


__ADS_2