Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Sebuah ancaman


__ADS_3

*Jam menunjukan pukul 12 siang sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan pintu gedung


Perlahan pintu terbuka menampakan kaki jenjang berbalut sepatu hak tinggi berwarna pink


Berjalan mengikuti barisan karpet merah ichika fan beberapa kali mengibas kan rambutnya membuat para pengemar dan tamu tercengar.


“ Nyonya dia menunggu di atas!!"


“ Baiklah! “ Ichika menganguk membalikkan kepala nya ke arah ruangan bertuliskan jepang.


“ Hi! Bagaimana kabar mu Angelica?" Sapa ichika setelah memasuki pintu putih bersih


Mendudukkan dirinya di hadapan wanita yang tengah meminum teh.


Meletakkan cangkir giok pelan Angelica tersenyum menanggapi sapaan ichika.


“ Seperti yang kamu lihat!!” Ujar nya datar.


“ Aku tak ingin basa-basi, Angelica sebagai istri pemimpin keluarga borgia bisakah kau membantuku?" Tanya ichika ke arah Angelica yang mengakat sebelah alis nya pelan.


Angelica menopang dagunya mengunakan satu tangan dengan tangan lain memainkan cangkir giok kecil.


“ Angelica seperti yang kau tahu !


Nino Luzen sudah menerjunkan seorang gadis bernama akira sebagai calon kandidat duta hiburan aku ingin kau melenyapkan gadis itu ...;"


“ Maaf saja tapi aku tak tertarik dengan urusan kalian . . Sebagai seekor ular berbisa kenapa kau menjadikan anak kecil sebagai seorang ancaman?" Ujar nino dengan nada menyidir.


“ Nyonya kita harus pulang!" Seorang pengawal maju ke depan menuntut Angelica pergi dari sana.


“ Baik yu!!" Balas Angelica.


Ichika yang merasa tertolak menaruh gelas bir dengan kasar, mata nya membulat horor bagaimana harga dirinya bisa turun begitu rendah di hadapan Angelica.


Angelica masuk kedalam mobil bersama sekertaris kepercayaan shu, Angelica mengatarkan kepergian mereka dengan wajah super kesal.


“ Hati-hati di jalan!!" Ujar ichika melambaikan tangan.

__ADS_1


Dalam perjalanan Yu bertanya pada Angelica


Ia ingin tahu susuk beluk penolakan Angelica terhadap duta perfilman seperti ichika fan


Sekalian menambah laporan dentail untuk shu.


“ Nyoya!" Yu


“ Hmm ” jawab Angelica singkat.


“ Kenapa anda bisa menolak nyonya ichika secara terang-terangan?”


“ Yu . . Apa kamu tak mengerti?


Kamu sudah berapa lama ikut terjun dalam dunia bawah tanah bersama shu?" Tanya Angelica ke arah Yu yang terdiam tangan nya masih lincah memutar-mutar setir.


“ Dia hanya takut akan ancaman yang diberikan Nino Luzen karna kehadiran Akira Luzen


Menginginkan kambing hitam dan yang paling parah nya ia datang meminta bantuan pada keluarga borgia yang mana mereka tak pernah ngikuti perintah orang lain melainkan memerintahkan orang lain !!” Angelica dengan suara tegas


Mereka tak bercakap apa-apa lagi sepanjang perjalanan. Angelica lebih tertarik melihat pemandangan dari balik kaca mobil,


Mereka pun sampai di mashion milik Shu


Angelica turun sedangkan Yu memberikan kunci mobil untuk diparkiran pada bagian ke amanan.


Di tempat lain Henfoun akira berbunyi


“ Hallo?" Jawab akira gadis cantik yang masih dalam balutan gaun putih zaman peradaban pertengahan Eropa.


“ Apa kau sudah makan?


Ini sudah waktunya jam makan siang?" Tanya Tio dengan suara datar sedatar jalan aspal.


[ Ais, apa aku bicara sama robot yah?


Dingin banget kulkas juga bakalan kalah sama

__ADS_1


Loh Tio ]


Akira mengeleng


“ Aku masih berkerja! Rancangan gaun terbaru akan segera di perkenalkan!!" Akira memelas.


“ Hallo tio?


Apa kamu mendengar ku?” tanya akira.


“ Hmm..."


“ Tio bisakah kamu belikan buku-buku jaman abad kegelapan lebih rinci lebih bagus," Pinta akira lembut.


“ Hmm" Tio singkat.


( Cih dia pikir dia siapa? - celoteh Akira kesal )


Menghela nafas pelan akira menatap pantulan wajah nya di cermin semakin lama ia semakin di sibukan menjadi seorang model juga sangat merepotkan akira mendongkrak ke arah langit-langit ruangan ganti.


“ Nona Lu sudah waktunya naik panggung!!" Printah Asisten kepercayaan bosnya.


“ Baiklah!!"


“ Nona ingat untuk membawa nama baik perusahaan kami..."


“ Hufff baiklah” Akira menghembuskan nafas pelan lalu pergi dari sana ke arah panggung.


Akira berjalan anggun di papan fesensow


Tubuh jangkung nya berlenggak-lenggok memutar badan nya memperkenalkan rancangan terbaru sebagai tren bagi anak muda


Sorak meriah para penonton menemni kepergian akira ke belakang.


Tio beranjak dari kursi kayunya membantu akira melepaskan beberapa aseksori kepala yang terlihat sangat menyusahkan bagi nya, Akira ingin bertanya kepada Tio namun lebih dulu Tio mengasongkan makanan ke arah akira


Tanpa bantahan akira melahap makanan nya karna ia memang lapar walaupun Tio bagaimana hantu mengingatkan nya pada Zhang ferri namun keberadaan Tio sangat membantu dirinya*.

__ADS_1


__ADS_2