
*Di Luar hotel . .
" K-kamu k-kenapa?" Ichika memberanikan diri bertanya ke arah mereka berdua
Baki menodongkan pistol ke arah ichika
Yang siap melesat kapan pun.
“ ikut saja jangan banya protes!"
Wanita jahat itu bisa tegang dengan nada jantung yang berdetak kencang
Ingin melompat dari tempatnya,
Ichika Tersenyum penuh arti saat seorang yang ia kenal berjalan masuk kedalam nya.
Mobil hitam terpangkir di depan
Sosok berwibawa turun dari sana.
“ sa, sayang....” wajah pias ichika saat mendapati shine berjalan mengabaikan dirinya
Shine fan menatap sekilas baki lalu tersenyum kecut.
“ Lepaskan dia!
Atau permusuhan keluarga fan dan borgia akan selama nya terjalin" ujar shine.
Ichika merasakan tangan nya melongar ia terdiam lalu beranjak menedekati shine
Memeluk tangan kakak iparnya dengan manja
Kedua orang yang tadi hanya beedecih sebal dan kesal.
Sepertinya ichika dan shine. Baki dan karan meningalkan kawasan gedung
Mereka hendak menyelidiki berbagai kasus yang sangat membingungkan.
Ke esokan paginya.
Mentari baru saja menampakkan dirinya di iringi hembusan angin yang masuk melelaui sela-sela jendela rumah sakit. Dingin berpadu sejuk menyapu pori-pori wajah seorang gadis yang kini masih belum membuka matanya.
Di sisi tepatnya di samping ranjang rumah sakit terlihat sebuah kotak putih yang di huni sebuah hewan reptil, perlahan kelopak matanya mulai terbuka ia mengejabkan Beberapa kali matanya lalu terpelanjak kaget saat mendapati hewan
Yang tengah menatapnya aneh.
Satu
Dua
Tiga
Gadis itu saling menatap penuh akan ke anehan
Setelah semua kesadaran nya sepenuhnya kembali ia terlonjak kaget dan bertriak nyaring.
AAAAAAAAA
__ADS_1
Triakan cempreng membuat terperanjat dua orang dokter muda yang berada di depan pintu luat dari ruangan akira.
KREK
Dengan cemas mereka masuk dan bertanya apa yang terjadi, akira yang saat itu masih dalam keadaan acak-acakan membuat kedua pemuda tampan hanya mengeyitkan dahinya heran
Kesal karna tak ada respon akira membanting wadah segi empat hingga pecah, mahluk reptil itu bersemangat kabur dan melompat melalui sela-sela jendela.
" Tangkap!!" Haru berlari ke arah jendela..
Akira bergidik ngeri ia bisa bernapas lega karna kata itu sudah pergi jauh, aura aneh mencuat dari haru yang kini tengah pusing akan tingkah laku adiknya.
“ Akira!
Kenapa kau melepaskan nya?" Tanya haru dingin.
" Siapa suruh katak itu menjijikkan!!"
" Akira aku butuh itu untuk percobaan.
Dan sekarang kau melepaskan nya begitu saja!!" Haru menepuk jidatnya pelan.
“ Hehehe maaf kak..."
" Akira
Pokoknya kau cari katak baru sampai ketemu ingat itu...
BLAMM
Suara pintu kasar menyendarkan akira yang kini tengah menatap kesal, what seorang akira bagaimana bisa di suruh menangkap 🐸 katak
Lalu beralih menatap orang yang kini masih bersandar pada kusen jendela.
" Ada apa?" Tanya akira singkat ke arah baki menyadari tatapan aneh dari sang empu.
" Apa kau tau seberapa penting nya karak itu?"
" Bukan urusan ku, lagian aku mana suka binatang menjijikkan seperti itu...!"
" jika dalam waktu 2 jam haru belum menemukan katak pengantinnya untuk uni coba nta maka bisa saja ia di keluarkan dari kelompok peneliti sedangkan haru memiliki jadwal yang ketak hari ini..." Jelas baki.
Akira terganga bagaimana hewan jelek itu menentukan nasib dari haru, akira menyilabkan selimutnya sebagai seorang adik ia tak akan membiarkan kakak nya kesulitan begitu saja.
*****
Mobil melaju di jalanan kota sepanjang perjalanan pria itu terus bernyanyi melantunkan lagu.
Cempreng suara pria ini, pd dari mana nih orang
Benginihkah tingkat kepercayaan diri seorang bos besar? Tingkat langit ketujuh.
Akira terdiam mau tak mau ia harus mendengar kan suara pria kejam di sampingnya.
“ Kenapa?"
“ kuping ku rasa nya tuli!!" Omel akira.
__ADS_1
“ Hahaha suara ku jelek?" Tanya baki ke arah akira dengan tampang penasaran.
“ ..........."
“ kalo, bagus udah jadi vokalis dong!!"
Ups
Akira terdiam kalah telak.
Mereka sampai di sebuah danau, menjinjing sepatu nya akira mulai menyusuri danau mencari keberadaan hewan bersuara krong krong . .
Baki mengekor dari belakang, senyum simpul terlihat saat akira dengan jijik menyilabkan danau-danau.
Mata baki ter arah pada hewan reptil yang tersembunyi rapih di sela-sela dedaunan,
Mendekat ke arah akira
Baki meletakan katak di kepalanya.
Krong . . Krong . . Krong . .
Akira memfokuskan pendegaran nya
Kenapa suara hewan itu begitu dekat.
Menegandah ke atas wajah nya tiba-tiba panik bercampur pandangan horor, menerjang tubuh baki tanpa ingin melepaskan pelukannya.
“ KYAAAA KATAKKK...."
" Berisik ha-ha-ha" tawa baki pecah.
" Baki baki ambil katak nya kumohon baki!!"
Semburan merah terlihat merona menghiasi jajaran pipi pria itu, sesuatu menegang saat bersentuhan dengan wanita itu
Gadis itu bergerak tanpa memperhatikan arah dimana area yang harus nya tak di jelajahi.
" Hikss katak!!"
“ Akira lepaskan tangan mu dulu...."
" Tidak mau!"
" Akira lepaskan.leherku sakit,"
" Ngak mau"
Akira membentak baki dan masih bergelantungan di leherbaki kuat
Baki menghembuskan nafas pelan
Dengan rasa tak rela ia mengambil katak barusan menyingkir kan nya jauh dari sana.
Baki memang menyukai pelukan itu
Namun sesuatu akan terbangun kalo akira terus seperti itu.
__ADS_1
Mendudukan dirinya di samping pohon kedua kaki akira melemas*.