Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
pertemuan


__ADS_3

Pagi telah pergi, mentari mulai digantikan sang rembulan ntah sampai kapan hukuman ini masih berlanjut, momo dan akira mendapatkan hukuman untuk membersihkan seluruh sekolah.


" Capeknya," momo lemas di bawah kusen jendela, kaki nya bertumpul pada ember pelan.


" Momo! Ini hampir jam 6 kamu pulanglah du,lu" ucap akira pelan.


" Ngak ! Ngak mau !!!" Momo menepis-nepis tanggan nya.


" Eh, kenapa emang nya?"Momo mautkan sebelah alisnga mulai lagi deh..akira mengunakan jurus puppy eyes nya membuat momo tak bisa menolak sama sekali.


Momo menatap jauh ke luar jendela sebenarnya ada rahasia besar tentang nga " Akira...!"


" Hmm" balas nya.


" Keluarga ku adalah seorang peretas hhndal, bisa di bilang aku memakai indentitas palsu . . . Setelah 10 tahun ini keluarga kami mulai terespon dan sebulan yang lalu orang tua ku meninggal dan aku mulai takut untuk pulang ke rumah...!!" Curhat momo membuat akira merasa bersalah, bahkan ia tak bisa membantu sahabatnya.


Akira memeluk momo membiarkan bajunya basah oleh tangisan momo, akira mengusap punggung momo dan menenangkan nya momo yang lelah apalagi setelah menjalani hukuman mulai tertidur pulas.


" Akira¡ Mungkin aku tak bisa lama menemani mu ¡¡¡ " Ucap momo prihatin dan tertidur pada paha akira sebagai bantalan.


MALAM HARI OSAKA....


Derap langkah kaki berlarian dengan cepatenuruni anak tangga. Gedung pencakar langit kini begitu sepi dan sunyi semua penghuni nya telah pergi kerumah nya masing-masing.

__ADS_1


Hos . . Hos . .


Deru nafas tak beraturan detak jantungnya seakan melompat dari tempatnya.


DUG, DUG , DUG


Helaan nafas keluar dari mulutnya, oemuda itu menyandarkan punggungnya pada tembok lemas.


" Sialan . . Ini semua jebakan . ." Ia memukul tembok kasar.


" Tuan muda Larilah duluan. ."


Ujar bodyguard orang yang di pangil tuan muda itu menganguk, ia mengambil potongan kain dan meloncat dari gedung itu.


* BRAKH *


" Plakk"


Remaja laki-laki itu membuka matanya sebelah aneh kenapa rasanga empuk, ia menunduk kebawah terlihat anak perempuan yang terbaring lemas. Lemparan kertas putih berterbangan di sekitar mereka berdua.


Anak perempuan itu mendorong wajah anak lelaki itu menjauh dari eajahnya," cepatlah berdiri!!" Ucapnya pelan.


" Ouh,maafkan aku...¡¡"

__ADS_1


" Ah, gambarku kotor,"anak itu memungut mengumpulkan lembaran putih yang berterbangan.


"Maaf nona...


.... Ini salah ku ..!!' remaja itu ingin membantu namun akira menepis lengan nya kasar solaj mengatakan tak usah.


" Menyebalkan..!" Batin akira.


Suara telfon terdegar.


Akira merogoh telpon dari saku celana nya dan membaca pesan nama yang terpajang di layar pipihnya. Jari telunjuknya mengeser pada tombol hijau.


"Baik akira akan pulang....,"


" Tenang akira bakalan beri salinannya tolong beri waktu, terjadi sesuatu masalah baru aja,"ucap sinis akura memutuskan sambungan nya ia masih memungut lembaran tadi.


" Tunggu siapa namamu?


.... Hei jangan mengabaikan ku apa kau tau aku ini siapa?"remaja laki-laki berdecih sebal, matanya menyipit tanda bahwa ia cukup marah padanya. Satu menit berlalu tak ada balasan


Apapun, remaja itu masih menunggu dengan setia alkasih jtah kenapa kepala nya rasanya sakit tubuh jangkung nya itu roboh seketika.


Akira mengelak ke samping, ia menutupi remaja itu dengan jaketnya. cukup lelah mengusur remaja cerewet yang membuat kuping nya sakit.

__ADS_1


" Selamat malam . . .” Akira menyilabkan poni laki-laki itu ke samping dan pergi dari sana.


__ADS_2