Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Akira sakit


__ADS_3

*Tik tik tik . . .


Suara rintik hujan membasahi tanah, berlian putih memberikan hawa dingin yang menusuk kedalam sumsum tulang.


Dedaunan tertebak angin menerpa tubuh kecilnya, tak ada cahaya lampu hanya cahaya rembulan yang mulai terhalangi dedaunan serta pohon bambu yang menjulang tinggi.


Kedua orang itu berjalan beriringan menuju sebuah pusara makan. Meletakan sebuket bunga tulip, gadis itu menyandarkan punggungnya pada batu nisan sedangkan pemuda di sampingnya berdiri tak jauh dari tempat nya berada memegang payung sebagai alat agar terlindung dari hujan.


“ Momo! Maaf kan aku . ."


“ Sudah bertahun-tahun aku melupakan mu!


Momo bagaimana keadaan mu di sana?" Tanya akira berbicara seolah momo yah berada di samping dirinya.


“ Kamu tau?


Kakak mu mengurus ku sampai sekarang?!” Akira memeluk tubuhnya sendiri berasa momo sedang memeluknya.


Setelah cukup lama berdiam diri, akira mendekat ke arah Tio yang belum beranjak dari tempat nya berdiri. Mereka berjalan dan pergi dari sana, tio memanyungi akira menuruni atas gunung yang lumayan terjang ntah kenapa ada orang yang ingin di makamkan di tempat seram begini batin tio.


Di bawah kaki gunung sudah menunggu sebuah mobil merah, akira masuk kedalam nya bersama dengan Tio hari ini adalah hari kematian Momo membuat akira sebisa mungkin mengundur jadwal syuting nya untuk menemui momomya.


KE ESOKAN PAGINYA. . .


Semilir angin pagi menyambut sang mentari.


Tio merengangkan otot-otot nya dan menguap pelan, , sejenak menyadarkan pungung nya


Mengejabkan beberapa kali matanya


Mengigat memori kemarin.


Ah, ia bagaimana keadaan Nona?


Tio langsung beranjak ke kamar mandi,


Setelah rapih Tio mengambil beberapa Naskah dan beranjak menuju garasi ingin pergi menemui nona mudanya di mashion Lu.


Pemuda itu melenggang dan masuk kedalam mobilnya melajukan dengan cepat di jalanan.


Beberapa kali membanting setir saat melihat jalanan macet, sedangkan jadwal akira begitu padat hari ini bisa-bisa ia di marahi sutradara.


“ Sialan . . Cepat lah jalan!!' runtuk Tio marah.


Cukup lama kemacetan terjadi karna ada kecelakaan, akhirnya mobil tio kembali melaju

__ADS_1


Tio memarkirkan mobilnya setalah sampai di halaman Keluarga Lu.


“ Tuan sudah datang?” tanya penjaga ke arah tio.


Tio menganguk dan memberikan kunci mobil pada satpam.


Pelayan yang sudah lama bekerja bersama tio menghapiri tio yang masuk kedalam dapur“ Tuan mencari siapa?" Tanya bibi An ke arah Tio.


“ Dimana Nona akira?" Tanya tio dingin.


“ Nona belum bangun tuan!


Apa tuan ingin makan atau minum kopi?" Tanya bibi An ramah ke arah tio.


Tio mengeleng Pelan. . .


Tio ke lantai atas. Melihat Akira yang masih terlelap dalam tidurnya, khawatir karna kemarin kehujanan tio menyentuh dahi akira.


Anak ini demam, sebaiknya aku mengambil kompres.


Sebelum itu Tio menghubungi sutradara untuk meminta cuti.


****


Yeze mengambil telpon nya yang berdering, pangilan dari tuan Tio.


“ Akira sakit! Liburkan jadwal nya hari ini!”


“ Baik, tuan. Saya akan mengurus nya untuk anda!!” jawab yeze mulai khawatir.


“ Dan juga buatkan beberapa naskah baru untuk peran akira, jangan sampai tersebar rumor baru!!" Suara tio sangat dingin membuat yeze menganguk ketakutan.


ASTAGA . .


KLIK


“ Sutradara ada apa?" Tanya xu jing ke arah sutradara yang kebingungan.


“ Peran tokoh utama kita sakit . . Syuting di batalkan!!" Ujar sutradara yeze.


“ Baik?" Bls nya singkat.


Tio langsung pergi bergegas ke dapur menemui bibi Su.


“ Bibi su buatkan kompresan! Nona muda sakit sekalian bibi kompres dia!"

__ADS_1


“ Baik tuan tio..."


“ Oh yah panggilkan dokter!!" Ujar tio lagi.


Wanita gesit yang sudah tak muda lagi mengambil selembar kain dan air dalam baskom berjalan ke arah kamar akira.


“ Maaf nona, saya kompres dulu!!" Guman bibi An ramah.


Pandangan akira kabur, kepala nya puyeng sakit


Akira menganguk dan menguman kan sesuatu. .


“ Aku ingin binatang Lucu!!" Pinta akira setengah sadar.


“ Kita akan membeli nya nanti, kau harus sembuh dulu . . Makan obatmu!!" Tio megeleng baru kali ini melihat orang sakit menginginkan binatang peliharaan.


“ Tuan dokter sudah datang!!" Pelayan lain datang.


“ Tio aku ingin makan ramen!!" Akira memegang baju tio.


Tio menganguk pelan, dokter pribadi keluarga lu datang dan memeriksa akira,“ Nona lu saya ambil sampel darahnya untuk cek di laboratorium!!"


Akira memegang tangan tio, jarum suntik menusuk ke tangan nya tak ada ringisan sedikit pun. . Tio khawatir apa akira pingsan ia mencolek pipi akira pelan gadis itu membuka matanya pelan.


Bibi su mengatarkan Dokter pribadi nya


Setelah memberikan resep untuk akira


Ia ingin kembali ke klinik...


“ Nona minum obat ini!!" Ujar tio, sebenarnya ia iba pada akira karna dengan mudah meminum obat.


“ Sebaiknya kau istirahat dulu nanti baru ke dokter hewan mencari binatang kesukaan mu..."


“ Janji yah tio..!"


Mata akira menutup kembali, tio menghubungi salah satu no memberikan pesan singkat ke


Esson fan.


Di lain tempat kini esson menatap pesan yang di tulis tio.


Tio from.


Akira sakit!

__ADS_1


Dia ingin sesuatu yang lucu . .


Esson membelatakan mata nya mengetahui akira sakit, cepat-cepat ia mengambil jaket nya dan pergi dari bar tersebut*.


__ADS_2