Kehidupan Palsu Akira

Kehidupan Palsu Akira
Berkunjung


__ADS_3

*Sudah hampir seminggu setelah pertemuan karan serta akira yang baru mengetahui bahwa karan tak bisa berbicara alias bisu, kini akira memutuskan untuk berkunjung ke Mashion baki sekalian bertemu Tante Angelica...


" Tio ayo?"


Tio cukup ragu mengikuti akira memasuki mashion mewah back istana itu.


" Akira!


Sebaiknya kita pulang!"


" Sudah sampai di sini dan ingin pulang bukanya itu terlambat!" Senyuman jahil membuat tio bungkam.


Para pelayan berjajar rapih menyambut kedatangan akira, tio mendilakan matanya tak suka saat melihat ke empat orang tengah duduk manis di sofa keluarga dengan pakaian formal.


" Akira?"


" Tante Angelica!"


Akira langsung menerjang wanita bule tanpa menghiraukan yang lainya, tio waspada berdiri tegak di sisi sopa.


" Akira!" Suara yang di kenali akira, karan, pemuda itu mendatangi nya dengan pakaian formal.


" Lho, kau bisa bicara?"


Pemuda tampan itu menganguk, dan melihat penampilan akira kiri dan kanan...


" Akira! Kau sudah melakukan konferensi pers?"


Uhg orang ini kenapa sangat jeli sekali


Basa-basi dulu atau gimana gitu.


" Iya, aku dan nona fan akan melakukan pertandingan!* Jawab akira setengah ragu.


" Jangan khawatir aku akan membantumu!" Karan mengelus puncuk kepala akira sayang.

__ADS_1


" Buk! Bukanya kita makan dulu!" Ujar baki membuat kedua orang yang tengah berbincang tergangu


Wanita cantik berbalut dress hitam membawa akira ke meja makan, benar saja semua hidangan mewah sudah terletak di depan dengan sangat rapih..


" Lah, akira kenapa kamu semakin kurus? Lihatlah pengelangan tangan mu juga ada goresan? Apa keluarga lu tak memperlakukan mu dengan baik?" Pertanyaan Angelica memberondongi akira.


" Maaf nyonya Angelica


Keluarga lu selalu memperlakukan nya baik!" Tegas tio tak terima.


" Mereka sangat baik pada ku,"


" Begituyah? Mungkin kamu terlalu banyak bekerja... Bagaimana jika mempertimbangkan untuk menjdi menantu tante kamu tingal pilih mau siapa karan atau baki?" Pertanyaan Angelica sontak membuat semua penghuni terkaget.


Akira terbatuk-batuk


" Uhukk-uhukk"


Tio memberikan segelas air putih kepada nya


Akira mengeleng pelan" maaf tante aku belum memikirkan nya!" Belas akira lembut tak ingin jika Angelica tersingung .


Setelah makan. Akira mngikuti Angelica ke kamarnya karna wanita itu tetap kekeh menginginkan agar akira menginap semalam di rumahnya tanpa bantahan sama sekali.


Akira masuk ke kamarnya, membaringkan tubuhnya kasar tangan nya merogoh sebuah benda pipih dan memainkan dengan malas.


***


Jam menunjukkan pukul 10 malam, akira merasa bosan dan memutuskan berjalan-jalan ia sudah sangat hapal seluruh tata letak Mashion


Sayup-sayup terdengar lantunan suara piano membuat akira penasaran dan berjalan mengiringi arah datangnya suara piano.


" Karan?"


Karan tersnyum menangapi kedatangan akira, yah mereka berada di taman ntah sejak kapan taman berubah menjadi tempat adanya piano mungkin setelah kepergian nya.

__ADS_1


" Mau bermain?" Tawar karan ke arah akira sambil menepuk kursi di sampingnya.


" Aku tak bisa..!"


" Benarkan? Aku berharap bisa bermain bersama mu!" Karan kecewa.


Akira tersenyum penuh arti dan berjalan ke samping mngambil sebuah biola, ia mendudukkan dirinya di atas piano dan mulai memberikan ke arah karan yang mengerti kode


Suara piano berbaur padu dengan biola mengundang seluruh perhatian


Angelica dan baki takjub melihat keduanya


Akira dengan lihat mengesek piano sedangkan karan dengan cepat menekan tombol piano sunguh perpaduan yang sempurna.


Akhirnya setelah lama bermain, mereka memutuskan berhenti akira menyimpan biola


Dan melihat ke arah shu, Angelica, baku dan tio tengah menatap mereka.


Pok . . Pok . . Pok . .


Suara tepuk tangan.


" Bagaimana kalian bisa bermain bersama?" Tanya Angelica penasaran.


" Hanya iseng!"


" Akira bagaimana jika kau dan karan membuat konser saja . . Aku akan membiayai nya?" Rujuk Angelica berharap.


" Maaf tante!;"


" Buk, jangan memaksa nya!" Relai karan.


Baki hanya mendengarkan ucapan mereka tanpa tahu haru berbuat apa, akhirnya hanya menatap mereka berdua dengan datar.


" Sudah malam kalian tidurlah!" Ucap shu.

__ADS_1


" Baik!"


Tio segera menarik akira ke kamarnya, gadis itu masuk kedalam kamarnya sedangkan tio memutuskan untuk tidur di luar kamar akira jaga-jaga jika ada penganggu lagi*.


__ADS_2